RATU IBLIS

RATU IBLIS
Yui Zume


__ADS_3

Raja Artur mengangkat salah satu alisnya saat melihat adanya Xiao Ziya dalam kerumunan orang itu, ia sedang bertanya tanya apakah masalah ini ada hubungannya dengan Xiao Ziya ataukah gadis itu datang untuk membantu.


"Mengapa kalian datang kesini?." tanya Raja Artur yang ingin tau masalah apa yang ingin mereka laporkan pada dirinya.


"Kami ingin melaporkan bahwa gadis ini sangatlah sombong dan serakah." ucap wanita yang sedari awal memang membela Yui Zume. Ia tetap merasa bahwa Xiao Ziya bersalah dalam hal ini.


"Apa yang ia lakukan sehingga kau mengatainya gadis sombong dan serakah?." tanya Raja Artur yang penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh penerusnya itu.


"Sebelumnya saya ingin bertanya pada Yang Mulia Raja Artur, apakah jika kita menghambur hamburkan uang kita sendiri itu serakah?." tanya Xiao Ziya dengan nada yang datar namun tatapan matanya mengarah pada Yui Zume, gadis kecil itu sungguh menyebalkan.


"Tidak, itu uangmu dan kau berhak melakukan apapun pada uangmu itu." jawab Raja Artur, karna sang pemilik memang bebas melakukan apapun pada harta yang ia miliki.


"Dan jika saya membeli sebuah barang, saya membelinya untuk diri saya sendiri tanpa ada niatan memberikan pada seorang gelandangan apakah itu sebuah pelanggaran?." ucap Xiao Ziya yang mengajukan pertanyaan kedua pada Raja Artur dengan senyuman menyeramkan yang ia arahkan pada Yui Zume. Gadis itu memang sengaja memanggil Yui Zume sebagai gelandangan.


"Karna itu uangmu jadi kau yang memiliki hak atas barang yang kau beli, tak ada yang bisa merebutnya saat kau sudah membayar barang itu." ucap Raja Artur yang menjawab kembali pertanyaan dari Xiao Ziya.


Yui Zume menggertakkan giginya ia sangat kesal karna Xiao Ziya mendahuluinya sebelum ia mengatakan apapun pada Raja Artur. Dalam khasus ini Yui Zume ingin menang dan mendapatkan apa yang ia inginkan, selama ini ia sudah menjalani kehidupan yang sulit sehingga ia menginginkan kehidupan yang lebih baik. Bertemu dengan seorang gadis kaya seperti Xiao Ziya tentu ia tergiur untuk menjadi pelayan pribadi gadis itu, Yui Zume sudah membayangkan bayaran yang akan ia dapatkan serta rumah tinggal yang mewah.


"Namun gadis bernama Yui Zume itu sangat kasihan kehidupannya sangat malang. Nona ini menolaknya saat Yui Zume menawarkan diri menjadi pelayan pribadinya, lalu nona ini juga tak mau memberikan gaun yang ia beli pada Yui Zume." ucap wanita paruh baya dengan wajah sedihnya, Xiao Ziya menatap wanita itu dengan jengah ia sangat ingin memukulnya hingga tewas ditempat.


"Saya hanya ingin memiliki kehidupan yang lebih baik Yang Mulia Raja Artur, namun nona ini menolak untuk membantu saya." ucap Yui Zume dengan mata yang berkaca kaca sepertinya gadis kecil itu ingin menangis lagi seperti sebelumnya.


"Orang tuli mana yang tak mendengar bahwa saya telah membebaskan gadis tak tau malu ini dari perdagangan manusia dengan menebus seharga lima ribu koin emas. Jadi jika kau bertemu dengan wanita ini atau pemuda itu apakah mereka bersedia membantumu seperti yang saya lakukan? membantu orang asing dan mengeluarkan lima ribu koin emas kau kira semua orang mau melakukannya? jika kau berasal dari keluarga kurang mampu setidaknya kau memiliki harga diri, namun sayang sekali gadis rendahan sepertimu memang tak pantas menjadi pelayan pribadiku." ucap Xiao Ziya yang sudah tak mengontrol kata katanya lagi ia tak ingin bersabar ada kerumunan yang membela Yui Zume ataupun pada gadis itu. Biarlah jika gadis kecil itu sakit hati karna ucapannya siapa suruh ia membuat Xiao Ziya marah.


"Hiks hiks dengarlah betapa menyakitkan apa yang nona itu katakan." ucap Yui Zume yang memulai aktingnya lagi.


Raja Artur akhirnya mengerti inti permasalahan dari keluhan rakyatnya itu. Mereka ingin Xiao Ziya berbaik hati pada gadis kecil bernama Yui Zume yang lahir dari keluarga kurang mampu, namun sikap dang tindakan Yui Zume dibawah standar orang orang yang pantas ada di samping Xiao Ziya. Pantas saja jika penerusnya itu menolak Yui Zume menjadi pelayan pribadinya jika Raja Artur yang diminta untuk melakukan hal itu maka ia juga akan menolaknya.


"Jika saya membunuh gadis bernama Yui Zume ini apakah anda akan menghukum saya?." tanya Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang tertuju pada Raja Artur.


"Lakukanlah gadis itu memang memuakkan." ucap Raja Artur yang membalas senyuman Xiao Ziya.


Semua orang yang merasa kaget dengan jawaban Raja Artur mereka kira Raja Artur akan membela gadis yang bernama Yui Zume karna gadis itu memiliki kehidupan yang malang, namun ternyata Raja Artur lebih memilih untuk membela Xiao Zume.


"Mengapa Yang Mulia Raja Artur tak membela saya." triak Yui Zume seperti sedang meminta keadilan.


Sebelum Raja Artur membalas perkataan gadis itu, Xiao Ziya terlebih dahulu berjalan mendekati singgasana Raja Artur. Dengan cepat Raja Artur menghempaskan tangannya tiba tiba muncul sebuah singga sana lain di sebelah singgasana utama. Xiao Ziya duduk di tempat yang telah disediakan oleh Raja Artur, semua orang menatap ke arah gadis itu dengan tatapan terkejut.


"Saya sangat lelah berdiri di antara mereka, trimakasih karna Yang Mulia Raja Artur menyiapkan tempat duduk ini untuk saya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara halus.


Yui Zume iri dengan Xiao Ziya, Yui Zume berjalan menuju singgasana yang ada di dekat Raja Artur juga sepertinya ia juga menginginkan tempat duduk yang sama dengan milik Xiao Ziya namun siapa Yui Zume sehingga ingin duduj sejajar dengan para penguasa neraka?.


"Mengapa kau berdiri di situ? kembalah ke bawah." ucap Raja Artur yang tak suka saat Yui Zume berdiri di sampingnya dengan tatapan memelas yang sangat menjijikkan.


"Saya juga merasa lelah berdiri di sana, saya juga ingin tempat duduk seperti nona itu." ucap Yui Zume yang menunjuk ke arah Xiao Ziya.


Dengan bersamaan Xiao Ziya dan Raja Artur tertawa, mereka merasa geli dengan apa yang dikatakan oleh Yui Zume. Memangnya siapa gadis itu mengapa ia sangat inggin duduk di sebuah singgasana apakah mereka berdua harus bertanggung jawab atas kehidupan malang yang dijalani oleh gadis itu?.


"Kembalilah ketempatmu, kau tak layak untuk berdiri di situ." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyum meremehkan.


"Tapi mengapa kau boleh duduk di samping Yang Mulia Raja Artur? kau juga rakyat biasa sama sepertiku." ucap Yui Zume yang tetap kukuh pada pendirian gilanya bahwa ia ingin duduk di samping Raja Artur seperti Xiao Ziya.


Raja Artur meminta beberapa prajurit untuk masuk ke aula dan menyeret gadis itu agar ia kembali ke posisi awalnya yaitu ada di antara kerumunan rakyat biasa. Yui Zume menatap tajam kearah Xiao Ziya ia sangat membenci gadis yang sedang tertawa remeh ke arahnya itu.

__ADS_1


"Dia juga gadis biasa sama sepertiku, mengapa anda memperlakukannya secara istimewa." triak Yui Zume pada Raja Artur dengan nada bicara penuh dengan amarah.


"Tentu kedudukan saya tak bisa disamakan dengan gadis sepertimu, bukankah begitu kakek tua?." ucap Xiao Ziya.


"Tentu karna kau adalah junjungan muda neraka sedangkan siapa gadis yang sedang iri padamu itu." ucap Raja Artur.


Semua orang yang ada di aula utama Kerajaan Neraka merasa sangat terkejut ternyata gadis itu adalah penerus dari Raja Artur pantas saja ia tak merasa goyah saat mereka semua memintanya untuk mengalah. Bangsawan dari Kerajaan Neraka memang memiliki sifat keras kepala yang di atas rata rata selain itu mereka tak suka diperintah oleh orang yang tak memiliki kedudukan apapun. Mendengar siapa Xiao Ziya sebenarnya membuat Yui Zume semakin iri pada gadis itu.


"Ini sungguh tidak adil mengapa ia memiliki kehidupan yang sangat baik." triak Yui Zume yang ingin memiliki kehidupan yang sama seperti Xiao Ziya.


"Ahahaha apakah kau sudah pernah melawan takdir hingga menentang dewa? jika kau ingin kehidupan yang sama dengan saya maka lakukanlah hal yang sama." ucap Xiao Ziya yang memberikan solusi pada Yui Zume jika gadis itu menginginkan kehidupan yang sama sepertinya.


Mendengar ucapan dari Xiao Ziya membuat Yui Zume menelan ludahnya dengan kasar, gadis itu tak mengerti bagaimana cara ia melakukan hal itu karna ia tak memiliki kemampuan yang mumpuni.


"Kalian pergilah sebelum gadis ini menjatuhkan hukuman." ucap Raja Artur yang meminta ada kerumunan rakyatnya itu untuk segera pergi dari aula Kerajaan Neraka. Sedangkan Yui Zume masih berdiri dan menatap ke arah Xiao Ziya.


"Mari bertukar posisi denganku agar kau bisa mengerti bagaimana rasanya menjadi diriku." ucap Yui Zume yang mengucapkan hal gila lainnya.


Xiao Ziya tak habis fikir dengan gadis kecil itu, apakah fikirannya tersumbat sehingga ia tak bisa berfikir apa apa. Mengapa ia harus bertukar posisi dengan gadis itu dan merasakan apa yanh gadis itu rasakan.


"Ahahaha penderitaanmu rasakanlah sendiri, saya ada di posisi ini bukan dengan cara mengemis namun dengan perjuangan dan kemampuan saya sendiri. Pergilah wajahmu sungguh menjijikan." ucap Xiao Ziya yang mengusir Yui Zume agar segera pergi dari sana. Namun gadis tak tau malu itu tetap berdiri di sana tanpa bergeser sedikitpun.


"Sialan kalian memang jahat." ucap Yui Zume yang sudah lelah memohon pada Raja Artur dan Xiao Ziya. Gadis itu pergi dari aula utama Kerajaan Neraka dengan sendirinya.


"Dimana kau menemukan gadis gila itu?." ucap Raja Artur yang baru pertama kali melihat gadis yang aneh seperti itu.


"Mungkin di antara tumpukan sampah." ucap Xiao Ziya yang tertawa.


Raja Artur pamit untuk kembali ke ruang kerjanya karna masih ada beberapa ratus lembaran kertas yang harus ia berikan cap stampel resmi Kerajaan Neraka sedangkan Xiao Ziya memilih untuk pergi ke kamar tamu untuk melihat kondisi naga keabadian yang terluka karna bertarung dengan dirinya.


"Ternyata kau sudah sembuh." ucap Xiao Ziya yang berjalan mendekat ke arah naga keabadian itu.


Mendengar suara seorang gadis yang membuatnya tertidur beberapa hari tentu membuat pemuda itu langsung menoleh ke arah Xiao Ziya. Lee Wungzo masih tak mengerti mengapa ia bisa kalah dari seorang gadis yang berasal dari dunia bawah.


"Mengapa kau datang kesini?." tanya Lee Wungzo dengan wajah datarnya sepertinya ia tak suka melihat Xiao Ziya ada di sana.


"Kau kira ini istanamu sehingga kau bisa mengatur siapa saja yang boleh keluar masuk?." ucap Xiao Ziya dengan nada cetusnya. Gadis itu memang tak berniat beriat berbaik hati pada Lee Wungzo.


"Kau memang gadis yang menyebalkan." ucap Lee Wungzo yang selalu dibuat kesal walau ia baru dua kali bertemu dengan Xiao Ziya.


"Saya tidak peduli dengan pendapat anda." jawab Xiao Ziya yang membuat Lee Wungzo harus bersabar ketika menjadi lawan bicara gadis itu.


"Kapan kau akan kembali ke asal mu? mengapa kau sangat betah tinggal di kerajaan neraka ini." ucap Xiao Ziya yang ingin Lee Wungzo segera pulang ke tempat asalnya. Karna mungkin saja ada keluarga dari naga tua itu yang sedang menunggunya kembali.


"Saya ingin tinggal di sini selamanya jika diperbolehkan." ucap Lee Wungzo yang membuat Xiao Ziya tersedak ludahnya sendiri.


Apa apaan naga tua itu mengapa ia ingin tinggal di istana neraka selamanya, apakah ia tak memiliki tempat tinggal?. Jika ia tinggal di kerajaan neraka untuk jangka waktu yang tak terbatas berarti Xiao Ziya harus menahan emosinya ketika ia bertemu dengan naga tua itu.


"Apa tak ada yang menunggumu pulang?." tanya Xiao Ziya yang penasaran apakah selama jutaan tahun ia hidup sang naga keabadian tak memiliki seseorang yang akan menunggunya pulang atau menyambutnya saat ia kembali?.


"Tidak saya tinggal sendiri di suatu tempat." ucap sang naga keabadian dengan nada pelannya.


"Baiklah kau tinggallah di sini dan temani kakek tua menyebalkan itu karna saya tak bisa datang setiap hari." ucap Xiao Ziya yang memberikan izin pada Lee Wungzo untuk tinggal di istana Kerajaan Neraka.

__ADS_1


Lee Wungzo menatap kearah Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, ia kira gadis manusia itu akan melarangnya karna ia sudah membuat masalah. Sebenarnya Lee Wungzo sudah mengatakan bahwa ia ingin tinggal di kerajaan neraka untuk jangka waktu yang lama pada Raja Artur, namun Raja Artur mengatakan bahwa ia akan setuju jika Xiao Ziya mengizinkannya jika tidak Raja Artur juga akan melarang Lee Wungzo melakukan hak itu.


"Apakah kau serius anak kecil?." tanya Lee Wungzo yang sepertinya masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Apakah saya terlihat sedang bercanda dan satu lagi nama saya Xiao Ziya bukan anak kecil." ucap Xiao Ziya yang tak suka saat naga keabadian memanggilnya dengan sebutan anak kecil.


"Baiklah nona Ziya trimakasih karna telah mengizinkan saya tinggal di sini." ucap Lee Wungzo yang merasa senang karna akhirnya ia bisa tinggal dengan salah satu teman lamanya.


Xiao Ziya keluar dari kamar tamu gadis itu berjalan menuju perpustakaan Kerajaan Neraka ia ingin mencari tau apakah di sana ada sebuah buku yang menjelaskan tentang asal usul buku tengkorak dan kunci yang ia miliki. Selain itu Xiao Ziya juga penasaran dimana tempat kakek dan ibunya tinggal apakah ada di dunia bawah?, dunia atas?, dunia neraka?, dunia dewa?, atau bagian dunia yang lain yang belum pernah Xiao Ziya dengar namanya.


Saat gadis itu sedang sibuk mencari cari buku yang ia inginkan Lee Wungzo datang menghampirinya, sepertinya sang naga keabadian ingin akrab dengan Xiao Ziya karna jika dilihat lihat lagi sebenarnya gadis itu adalah gadis yang baik hanya saja ia akan memperlakukan orang lain seperti orang itu memperlakukannya.


"Apa yang sedang kau cari?." tanya Lee Wungzo pada Xiao Ziya yang terlihat sangat serius mencari sesuatu.


Xiao Ziya menoleh ke arah Lee Wungzo.


"Sebuah buku." jawab Xiao Ziya dengan singkat karna ia memang ingin mencari sebuah buku.


"Buku seperti apa yang ingin kau cari biar saya membantumu mencarinya." ucap Lee Wungzo yang menawarkan diri untuk membantu Xiao Ziya.


Tiba tiba di otak Xiao Ziya terbrsit sebuah pertanyaan jika naga keabadian sudah hidup satu juta tahun lamanya apakah mungkin ia tau tentang buku tengkorak yang ia miliki itu.


"Bolehkan saya menanyakan sesuatu pada anda karna anda sudah hidup sangat lama saya fikir anda mengetahui hal ini." ucap Xiao Ziya yang meminta izin pada Lee Wungzo untuk mengajukan beberapa pertanyaan.


"Silahkan jika ada sesuatu yanh ingin kau tanyakan." ucap Lee Wungzo yang juga penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan oleh gadis yang ada di sampingnya itu.


"Apakah anda pernah mendengar mengenai buku bersampul tengkorak ?." tanya Xiao Ziya pada Lee Wungzo siapa tau naga keabadian itu tau tentang hal yang sedang ia cari.


Lee Wungzo sedang mengingat ingat apakah ia pernah mendengar tentang apa yang ditanyakan oleh Xiao Ziya, setelah berfikir cukup lama akhirnya Lee Wungzo mengingat sesuatu tentang buku bersampul tengkorak itu.


"Saya mengetahui sedikit informasi mengenai buku bersampul tengkorak tersebut." ucap Lee Wungzo yang keheranan mengapa gadis dari dunia bawah seperti Xiao Ziya mengetahui keberadaan buku bersampul tengkorak itu.


"Bisakah anda memberitahukannya pada saya?." tanya Xiao Ziya yang sudah sangat penasataran.


"Buku bersampul tengkorak itu adalah buku yang dibuat oleh seseorang yang tinggal di sebuah lapisan dunia yang jauh ada di atas sana, buku itu telah berusia lebih dari satu juta tahun mungkin lebih tua daripada saya. Buku itu sengaja dibuat untuk keturunan terpilih dari orang itu. Buku bersampul tengkorak itu menjadi rebutan banyak pihak setelah pemilik pertamanya meninggal sekitar delapan ratus tahun yang lalu, karna hal itulah arwah pemilik buku itu menjadi tak tenang ia merasuki seorang pemuda dan membuang buku itu di suatu tempat. Hingga saat ini tak ada yang tau dimana buku itu berada apakah ia telah menemukan tuannya yang baru atau belum. Seseorang yang bisa membuka buku bersampul tengkorak itu memiliki masa depan yang luar biasa, itulah yang saya ketahui." ucap Lee Wungzo yang menjelaskan beberapa informasi yang ia tau mengenai buku bersampul tengkorak.


"Ah ternyata seperti itu, cerita yang sangat menarik." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memberitaukan bahwa ia memiliki buku bersampul tengkorak yang sedang dicari cari oleh banyak orang itu.


"Mengapa kau menanyakan hal ini? apakah kau ingin mencari buku itu." tanya Lee Wungzo yang ingin tau apa alasan Xiao Ziya mencari buku tersebut.


"Tidak saya hanya pernah mendengarnya dari seseorang dan saya menjadi penasaran." ucap Xiao Ziya yang membuat sebuah alasan agar naga keabadian itu tak curiga padanya.


Setelah percakaan yang panjang itu Xiao Ziya pamit pada Raja Artur dan Lee Wungzo karna ia ingin kembali ke dunia atas. Gadis itu membaca mantra teleportasi sehingga sampai di wilayah dunia bawah dengan cepat.


"Hah akhirnya saya sampai di sini juga." ucap Xiao Ziya yang sudah sampai di tempat yang ia tuju yaitu kamarnya yang ada di Istana Kerajaan Neraka. Karna sedikit lelah akhirnya Xiao Ziya memilih untuk merebahkan tubuhmya dan memejamkan matanya.


Gadis itu memimpikan sesuatu yang sangat aneh ia bertemu kembali dengan kakek tua yang menjadi penjaga perpustakaan dari tempat ia mendapatkan buku bersampul tengkorak itu.


"Bagaimana kabarmu?." tanya kakek itu pada Xiao Ziya.


"Saya baik baik saja di sini bagaimana dengan anda?." tanya Xiao Ziya pada kekek penjaga perpustakaan itu.


"Saya juga baik baik saja, saya harap anda bisa menjalankan tugas anda dengan baik nantinya." ucap sang kakek sebelum ia tiba tiba pergi.

__ADS_1


Xiao Ziya yang tadinya tertidur dengan lelap menjadi terbangun dengan wajahnya yang kebingungan mengapa kakek penjaga perpustakaan itu menemui dirinya apakah ini ada sangkut pautnya dengan buku bersampul tengkorak itu.


Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa jaga kesehatan kalian masing masing karna sehat itu mahal guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys biar aku seneng, jangan lupa gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.


__ADS_2