RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kekacauan kecil


__ADS_3

Pesta ulang tahun Xiao Ziya sampai saat ini berjalan dengan lancar, para tamu undangan menikmati makanan yang disajikan, mereka sangat terkejut saat mengetahui bahwa makanan makanan aneh yang disajikan memiliki cita rasa yang begitu nikmat.


Xiao Ziya mulai menyapa beberapa tamu yang datang untuk berbaur dengannya.


"Selamat ulang tahun Ziya, ini adalah kado dariku." ucap Pangeran Qin Enso sembari memberikan Xiao Ziya kotak peti berukuran sedang yang terbuat dari kayu, Xiao Ziya menerima hadiah itu dengan senang hati dan memasukkannya kedalam cincin semesta.


"Trimakasih hadiahnya, dimana kakak perempuanmu?." tanya Xiao Ziya yang tak melihat kakak perempuan Pangeran Qin Enso.


"Kakakku tidak bisa hadir dia sedang sakit, ia menitipkan kalung ini untukmu." ucap Qin Enso yang memberikan sebuah kalung berlian yang indah pada Xiao Ziya.


"Wah indah sekali, trimakasih." ucap Xiao Ziya sambil menatap kalung itu, Xiao Ziya ingin memakai kalung itu namun ada sesuatu yang mengganjal di hatinya sehingga Xiao Ziya menyimpan kalung itu.


Setelah menyapa Pangeran Qin Enso, Xiao Ziya menyapa tamu tamu yang lain. Banyak hadiah yang ia dapatkan saat ini hingga memenuhi cincin semestanya.


Saat Xiao Ziya yang menghampiri seorang pria yang sedang berdiri di pojok ruangan, tiba tiba orang itu menodongkan pisau pada Xiao Ziya dan menggoreskannya pada leher Xiao Ziya.


"Jangan ada yang mendekat, jika tidak akan ku sayatkan lebih dalam pisau ini." ucap pria itu yang mengancam orang orang yang ada di sana agar tak menyelamatkan Xiao Ziya.


"Lepaskan adikku apa yang ingin kau lakukan padanya." ucap Xiao Yan yang cemas bagaimana jika pria itu melukai adiknya lagi. Melihat ada darah yang menetes di leher Ziya membuat semuanya panik. Bagaimana jika pria itu menggores tepat di pembuluh darah Xiao Ziya? pasti gadis itu akan dalam bahaya. Mereka ingin menyelamatkan namun mereka takut pria itu akan semakin kejam.


"Kalian masuklah aku sudah berhasil menyandra gadis ini." ucap pria itu yang sepertinya sedang memanggil kawan kawannya yang lain.


Namun tak ada seorangpun yang masuk kedalam aula, pria itu sedikit keheranan dimana teman temannya yang lain.


Pria itu ternyata salah satu anggota bandit tombak hitam yang berhasil menerobos masuk kedalam pesta dengan cara mencuri undangan dari orang lain.


Xiao Ziya tertawa melihat pria itu kebingungan mencari temannya.


"Mengapa kau tertawa gadis kurang ajar." ucap pria itu yang merasa kesal pada Ziya dan hendak membunuh gadis itu. Namun Xiao Ziya mendorongnya dengan kuat hingga pria itu jatuh tersungkur.


"Bukankah kau mencari teman temanmu dan kau tak menemukannya, tentu saja mereka sudah mendapatkan undangan khusus untuk ke neraka." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum manis agar tak menakut nakuti tamu undangan yang masih ada di sana.


Pria itu mundur beberapa langkah, ia tak menyangka jika sedari awal rencananya sudah diketahui oleh gadis kecil yang tengah berdiri di depannya.


"Bukankah kau mencari mereka? maka akan ku berikan undangan eksklusif untukmu." ucap Xiao Ziya kemudian membakar pria itu dengan api pensucian.


Pria itu berteriak kesakitan sama seperti orang orang lain yang sudah pernah merasakan api pensucian milik Xiao Ziya yang begitu panas dan menyakitkan. Setelah beberapa saat tubuh pria itu lenyap. Semua tamu undangan menatap dengan tak percaya.


"Kau lihat itu nona Ziya sangatlah luar biasa." ucap Yu Fe yang menatap Ziya penuh dengan kekaguman.

__ADS_1


Mungkin di masa depan Xiao Ziya harud menghadapi para pria yang mengejar ngejarnya, di usianya yang kesebelas tahun ini ia mendapatkan kepopuleran yang sangat tak terduga.


"Maaf atas gangguan yang terjadi." ucap Xiao Ziya sambil membungkuk, dia melakukan itu untuk menghormati para tamu yang datang.


Acara ini hampir saja selesai namun balok es yang ada di aula masih mencuri perhatian para tamu, mereka sangat penasaran apa yang ada di dalam sana.


"Adikku dari mana datangnya balok es yang besar itu? dan apa yang ada di dalamnya." ucap Xiao Xun yang sangat penasaran.


"Hei harusnya kau menanyakan kondisi saudariku, bukannya balok es itu." ucap Xiao Yuna dengan kesal karna Xiao Xun menanyakan hal hal yang tidak berguna.


"Aku baik baik saja ini hanya luka kecil. Apa kalian ingin tau apa yang ada di dalam balok es itu?." tanya Xiao Ziya yang melihat betapa penasarannya para tamu undangan dengan balok es yang ada di tengah tengah aula.


Xiao Ziya membuka balok es itu kemudian menguarkan sesuatu dari sana yang ternyata adalah ice cream, makanan favorit Xiao Ziya saat ia masih tinggal di dunia moderen, gadis itu menyimpannya di dalam balok es karna di zaman ini tidak ada lemari pendingin.


Semua orang mendapatkan bagian mereka masing masing dan mulai mencobanya.


"Humm ini sangat dingin, lembut dan juga manis." ucap salah satu tamu undangan yang terlihat begitu menyukai ice cream buatan Xiao Ziya.


"Apakah nona Ziya seorang peri? mengapa ia bisa menciptakan hal hal yang ajaib." ucap Yomin yang merupakan salah satu murid baru akademi kekaisaran.


Setelah beberapa waktu akhirnya pesta ulang tahun Xiao Ziya selesai. Semua para tamu undangan pulang ke kediaman masing masing, hanya beberapa yang masih tinggal di istana.


"Ada apa ayah?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan oleh ayahnya.


Xiao Cunyu memberikan sebuah kalung dengan liontin kunci. Xiao Ziya menatapnya dengan kebingungan, kunci yang menjadi liontin pada kalung itu sangatlah familiar bagi Ziya. Namun ia lupa pernah melihatnya dimana.


"Ini adalah satu satunya peninggalan dari ibumu, jagalah dengan baik." ucap Xiao Cunyu yang tak dapat menahan air matanya lagi. Mungkin suatu hari dia akan berpisah dari putrinya itu. Xiao Cunyu juga sadar bahwa perjalanan putrinya masih panjang.


"Trimakasih ayah, aku akan menjaga kalung ini dengan baik." ucap Xiao Ziya sambil menggenggam kalung itu dengan erat.


"Selamat ulang tahun putriku sayang, semoga kau tumbuh menjadi wanita yang cantik dan kuat." ucap Xiao Cunyu kemudian memeluk Xiao Ziya dengan erat, kedua putranya juga ikut memeluk. Keluarga mereka terlihat sangat bahagia.


Setelah pesta ulang tahun selesai, mereka kembali ke kamarnya masing masing. Hari ini cukup melelahkan sekaligus menyenangkan. Pesta ulang tahun Xiao Ziya sangatlah luar biasa.


Xiao Ziya yang masih belum lelah akhirnya tetap ada di dalam aula, dia melihat begitu banyak makanan yang belum tersentuh, apakah dia memasak terlalu banyak? lantas apa yang harus ia lakukan pada makanan makanan itu, tidak mungkin Xiao Ziya memakan semuanya sendiri.


Jika ingin diberi pada pelayan dan penjaga mereka sudah mendapat bagian yang banyak di dapur istana.


"Ternyata aku memasak terlalu banyak, apakah aku harus membagikan ini pada orang orang." ucap Xiao Ziya yang masih kebingungan.

__ADS_1


Akhirnya Xiao Ziya memanggil beberapa pelayan untuk membantunya membungkus makanan makanan itu. Setelah selesai Xiao Ziya memasukkannya kedalam cincin semesta karna akan repot jika Ziya harus membawanya.


"Baiklah trimakasih sudah membantu kalian bisa pergi." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum pada para pelayan.


Xiao Ziya berjalan keluar dari istana, saat ada di luar gerbang Xiao Ziya melihat segunung hadiah. Itu adalah hadiah hadiah yang rakyat berikan untuknya. Betapa terharunya Xiao Ziya melihat itu, dengan segera Xiao Ziya memasukkan hadiah hadiah itu kedalam cincin semesta. Setelah selesai Xiao Ziya kembali berkeliling sambil membagikan makanan.


"Wah bukankah itu nona Xiao Ziya, apa yang sedang ia lakukan di sini. Bukannya pesta ulang tahunnya baru selesai." ucap salah seorang penjual kain yang melihat Xiao Ziya. Gadis itu dengan segera menghampiri sang penjual kain.


"Bibi ini adalah sedikit hadiah dariku trimalah." ucap Xiao Ziya yang memberikan sekotak makanan.


Kotak itu berisi sepotong kue, puding, waffel , dan ice cream. Sang pedagang kain menerimanya dengan senang hati kemudian membuka kotak itu dan menatapnya, sang pedagang sedikit heran dengan makanan yang diberikan Ziya.


"Makanlah bibi akan menyukainya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum manis, pedagang kain itu tak tega menolak permintaan Xiao Ziya. Akhirnya ia memakannya, dan benar saja rasanya sangat enak.


Xiao Ziya melanjutkan perjalanannya untuk membagikan makanan, Xiao Ziya sudah berkeliling sangat jauh dan masih tersisa beberapa kotak. Karna merasa haus, akhirnya gadis itu membeli minuman di sebuah kedai.


"Hai, gadis kecilku yang cantik." ucap Ziloz yang entah muncul dari mana.


"Kau belum kembali juga? apakah kau suka mengusik hidup orang lain?." ucap Xiao Ziya yang merasa sedikit kesal saat melihat pemuda itu, apalagi melihat Meizu. Ingin rasanya Xiao Ziya menendang gadis itu hingga sampai ke dunia dewa.


"Cih, apa yang sedang kau lakukan di sini menyingkirlah kau menggangu pemandangan." ucap Meizu yang sepertinya belum menerima kekalahannya kemarin, mungkin saja pelajaran yang diberikan Xiao Ziya bukanlah kemarin.


"Siapa kau mengatur ngatur dimana aku harus berada?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis. Karna makanannya masih tersisa beberapa akhirnya dia memutuskan untuk memberikannya pada Ziloz, Xiu, dan Zima. Mengapa Xiao Ziya tak memberikannya pada Meizu? tentu saja karna Ziya tak suka pada gadis itu.


"Walau aku tak suka padamu tapi trimakasih." ucap Xiu yang menerima kotak makanan dari Xiao Ziya dengan senang hati, dia ingin melihat seenak apa makanan yang dibuat oleh gadis yang disukai kakaknya.


Mereka mulai mencoba makanan itu, dan bummm. Ketiga anak dewa itu jatuh cinta pada makanan yang diberikan oleh Xiao Ziya. Itu sangat nikmat bahkan koki terbaik mereka tak bisa membuatnya.


"Apa ini buatanmu?." tanya Zima yang penasaran siapa yang membuat makanan itu.


"Tentu saja aku membuatnya sendiri." ucap Xiao Ziya yang tersenyum, melihat senyuman dari Xiao Ziya membuat pipi Zima memerah. Pantas saja Ziloz jatuh hati pada gadis ini, ternyata dia sangat manis dan cantik.


"Makanan buatan gadis ini pasti tak enak." ucap Meizu yang sebenarnya ingin mencicipinya juga.


"Itu bukan urusanmu." ucap Xiao Ziya yang kemudian memilih pergi karna tak ingin melihat wajah gadis sombong itu lagi.


**Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi gimana kabar kalian sehat kan? makasih udah suport aku selama ini. Maaf yg belum ku terima di gc ku soalnya belum open member.


Sebenernya hari ini aku mau ga update karna lagi cape banget tapi demi kalian jadi ku usahain.

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen, like, rate, share**


__ADS_2