RATU IBLIS

RATU IBLIS
Apa Yang Mereka Lakukan


__ADS_3

Xiao Xun menatap Pangeran Kegelapan penuh dengan rasa penasaran. Apa yang sebenarnya sedang terjadi di istana kekaisaran mengapa kakak laki lakinya meminta sang jenderal untuk menjemputnya secara tiba tiba.


"Apakah adik Ziya juga ikut?." tanya Xiao Xun yang tak melihat keberadaan adiknya.


Xun berpendapat bahwa Xiao Yan tak mungkin meminta jenderalnya untuk menjemputnya saja dan membiarkan Xiao Ziya tetap berada di Akademi Kekaisaran. Namun jika hal itu benar benar terjadi mungkin kaisar muda itu akan mendapatkan beberapa masalah yang cukup serius.


"Kaisar hanya memintaku untuk menjemputmu saja." jawab Pangeran Kegelapan.


"Sepertinya Kaisar muda akan mendapat masalah akibat ulahnya sendiri." ucap Xiao Xun yang berjalan menuju asramanya untuk mengambil beberapa barang penting yang ia punya.


Setelah Xiao Xun selesai mengambil beberapa barang, ia dan Pangeran Kegelapan segera pergi menuju istana kekaisaran. Namun saat mereka melewati gerbang akademi Xiao Ziya tak sengaja melihatnya. Gadis itu menaikkan salah satu alisnya dan menatap penuh dengan rasa penasaran. Mengapa Pangeran Kegelapan menjemput Xun gege? apakah sesuatu terjadi di istana. Jika itu benar mengapa Kaisar baru itu tak meminta Pangeran Kegelapan untuk menjemputnya.


"Sepertinya Yan gege ingin menghiraukan keberadaanku." ucap Xiao Ziya yang kemudian memilih untuk kembali ke paviliunnya.


Setelah sampai di paviliun, gadis itu duduk di salah satu kursi yang berada di halaman depan paviliunnya. Gadis itu melihat kesekeliling untuk memastikan kondisi disekitarnya aman.


Xiao Ziya bersiul sebanyak dua kali, tiba tiba ada sekelibat bayangan yang lewat. Setelah itu tampaklah seorang pemuda yang berdiri di hadapan Xiao Ziya.


"Salam nona Ziya, ada keperluan apa hingga anda memanggil saya." ucap Aron yang bersikap hormat pada Ziya. Pria itu bisa menempatkan dirinya dengan baik, ia tau kapan harus menganggap Xiao Ziya sebagai adiknya dan kapan harus menganggap gadis itu sebagai tuannya.


"Hari ini Jenderal muda datang ke akademi untuk menjemput kakak laki lakiku. Namun sepertinya kaisar tak berkenan dengan kehadiranku di sana. Cepat cari tau apa yang sedang terjadi dan ingat aku tak ingin menunggu lama." ucap Xiao Ziya yang ingin tau apa yang sedang terjadi.


Dengan segera Aron pergi dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya. Sedangkan gadis itu memilih untuk pergi ke ruang kepala akademi untuk menanyakan kartu identitas khusus yang ia minta.


Tok tok tok


"Silahkan masuk." ucap Ling An yang mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Xiao Ziyapun dengan senang hati membuka pintu dan masuk kedalam. Gadis itu duduk di salah satu kursi yang telah disiapkan.

__ADS_1


"Ada apa nona Ziya mengapa anda datang menemui saya." ucap Ling An yang memaksakan senyuman. Jika ia bersikap aneh maka Xiao Ziya akan merasa curiga padanya.


"Aku ingin kartu identitasku sekarang." ucap Xiao Ziya tanpa bisa dibantah lagi. Gadis itu benar benar memerlukan kartu identitas sebagai akses keluar masuk akademi dengan bebas.


"Kebetulan hari ini kartu identitas khusus anda sebagai murid Akademi Kekaisaran telah siap." ucap Ling An yang memberikan sebuah kartu identitas dengan warna emas dan dihiasi oleh beberapa permata.


Saat melihat kartu identitas miliknya Xiao Ziya merasa sangat puas dengan apa yang ia dapatkan. Gadis itu memberikan dua pil berwarna merah pada Ling An.


"Saya tau kepala akademi tak bisa menerobos ke tahap selanjutnya karna ada penyumbatan di meridian anda. Pil ini akan berguna. Saya pamit terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung mengambil kartu identitasnya yang diletakkan di atas meja kemudian gadis itu pergi begitu saja.


Ling An melihat dua pil berwarna merah itu. Ia menatap pil pil itu dengan cermat. Ia masih belum memahami bagaimana gadis itu bisa tau tentang meridiannya yang tersumbat padahal hanya segelintir orang yang mengetahui hal tersebut.


"Gadis itu benar benar misterius, jika pil ini bisa membantuku menerobos maka aku akan mempromosikan gadis itu di kelas alikimia." ucap Ling An yang tanpa ragu menelan sebuah pil merah yang diberikan Xiao Ziya.


Tiba tiba tubuh Ling An terasa sangat panas seperti terbakar oleh api abadi. Pria itu berusaha untuk menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya. Tiba tiba sebuah ledakan terjadi di dalam kolam spiritualnya. Ling An berhasil menerobos ke ranah kaisar langit tingkat 5, ini benar benar sebuah keajaiban.


Tanpa sengaja gadis muda yang baru berusia sebelas tahun bisa menghilangkan penderitaanya selama ini.


"Trimakasih nona Ziya, saya akan selalu mengingat jasa anda ini." ucap Ling An sambil bersujud karna ia merasa sangat senang.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang berada di kantin akademi untuk mengisi perutnya yang sudah sangat lapar.


"Bibi aku ingin beberapa roti kering, satu gelas susu, dan dua apel." ucap Xiao Ziya yang membayar beberapa koin perak sesuai dengan harga total makanan yang ia pesan.


Tak lama pesanannya datang. Xiao Ziya membawa sebuah nampan yang berisi pesanannya, ia melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat meja kosong yang bisa ia tempati.


"Kau kemarilah." ucap seorang pemuda yang tak asing bagi Xiao Ziya.


"Ada apa senior memanggil saya." ucap Xiao Ziya yang menatap pemuda itu dengan keheranan.

__ADS_1


"Apa kau lupa denganku? aku Ling Fuen sahabat Xiao Xun." ucap Ling Fuen yang memperkenalkan dirinya kembali.


Xiao Ziya berusaha untuk mengingat pemuda yang ada di hadapannya ini. Dan akhirnya Xiao Ziya ingat.


"Jika kau belum menemukan meja kosong, kau bisa bergabung dengan kami." ucap Ling Fuen yang saat itu juga sedang makan dengan satu pemuda lainnya.


Tanpa basa basi Xiao Ziya duduk di kursi yang kosong. Gadis itu tak berniat memperkenalkan dirinya pada pemuda yang ada di samping Ling Fuen karna Xiao Ziya sudah sangat lapar dan harus segera mengisi perutnya.


"Ekhem." ucap pemuda yang ada di samping Ling Fuen karna kehadirannya seperti tak dianggap sama sekali


Ling Fuen faham dengan kode yang diberikan oleh temannya itu. Namun ia tak berani mengganggu gadis yang ada di depannya itu karna sangat terlihat Xiao Ziya menikmati makanannya.


"Maaf bukannya junior tidak sopan, namun biarkan junior menyelesaikan memakan semua ini." ucap Xiao Ziya yang juga mengerti dengan kode itu.


Akhirnya teman Ling Fuen faham bahwa gadis itu tak menghiraukannya hanya saja gadis yang ada di hadapannya itu sedang kelaparan.


Setelah selesai makan Xiao Ziya menatap pemuda yang ada di samping Ling Fuen.


"Perkenalkan saya Xiao Ziya murid luar baru, adik dari Xiao Xun." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya.


"Saya Yu Azof maaf atas sikap saya tadi. Hanya saja akan sedikit menyedihkan bila orang lain menghiraukan kehadiran saya." ucap Yu Azof yang merasa sikapnya tadi kurang sopan.


"Itu bukan masalah, juniorlah yang salah. Karna sangat lapar junior sampai menghiraukan kehadiran senior Azof." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf atas kesalahan yang ia lakukan.


Setelah menyelesaikan acara makannya Xiao Ziya memilih untuk kembali ke paviliun untuk melanjutkan latihannya di sana. Banyak ilmu bela diri dan juga ilmu sihir yang perlu ia pelajari.


**Hai hai semua, huaaaa miss you so muach guys. Akhirnya aku bisa update lagi nih gimana gimana kangen ga kalian sama author and cerita ini.


Jangan lupa like, komen, vote sebanyak banyakknya, rate bintang lima ya**.

__ADS_1


__ADS_2