
Di tempat lain saat ini Min Ronje sudah kembali ke wilayah sihir hitam, ia sengaja segera pulang karna ingin memberitau pada sang ibu bahwa mungkin saja saat ini Xiao Ziya sedang dalam masalah. Beberapa bulan yang lalu para gadis yang masih ada di tahap pemula pergi dari wilayah sihir hitam untuk menjalankan tugas mereka namun mereka menghilang begitu saja. Ditempat kejadian ditemukan beberapa barang milik dari orang dunia semesta tingkat rendah, karna hal itu wilayah dunia sihir memusuhi mereka.
"Selamat datang tuan muda, saat ini Ratu dan yang lain sedang berada di halaman belakang." ucap seorang kesatria sihir yang kebetulan sedang berada di kastil sihir hitam.
"Terimakasih atas informasinya, saya permisi terlebih dahulu." ucap Min Ronje yang berlari menuju halaman belakang.
Benar saja setelah sampai di sana terlihat keluarganya yang lain sedang berkumpul sambil menikmati teh hangat dan camilan yang ada di depan mereka.
"Salam hormat saya pada ayah dan ibu. Saya segera kembali dari dunia bawah karna ada hal penting yang harus saya sampaikan." ucap Min Ronje dengan membungkukkan badannya di hadapan Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.
"Apa ada hal buruk yang terjadi di dunia bawah putraku?." tanya Ratu Min Xunzi yang penasaran karna putra termudanya itu tak pernah sepanik ini.
"Saat ini adik Ziya sedang berada di dunia semesta tingkat rendah untuk memenuhi undangan pemimpin mereka, saya khawatir jika pria itu berbuat hal buruk pada adik Ziya." ucap Min Ronje.
Ratu Min Xunzi cukup terkejut dengan apa yang ia dengan, untuk apa pria itu mengundang keponakannya datang ke dunia semesta tingkat rendah? bukankah orang orang di sana sangat membenci para kultivator ataupun ahli sihir?. Jika benar pria itu memperlakukan keponakannya dengan tidak layak maka Ratu Min Xunzi akan datang kesana untuk membakar habis bangunan pemerintahan mereka yang ada di pusat kota.
"Ibu akan pergi kesana besok untuk memastikannya, sekarang istirahatlah kau pasti lelah." ucap Ratu Min Xunzi dengan hangat. Setelah bertemu dengan Xiao Ziya sifat sang ratu yang dingin dan acuh pada keluarganya sedikit berubah, ia kini menjadi sosok ibu yang hangat dan juga ramah.
"Baiklah jika begitu saya pamit." ucap Min Ronje yang membungkukkan badannya kemudian pergi menuju kamar.
Ratu Min Xunzi telah menempatkan beberapa mata mata di lapisan dunia semesta tingkat rendah untuk mengawasi gerak gerik mereka, sudah beberapa hari ini kedua pria yang ia minta pergi kesana tak memberi laporan apapun. Menurut laporan yang diterima beberapa bulan lalu orang orang di dunia itu sangat menjaga ketat sebuah gedung tinggi yang ada di pusat kota, kemungkinan besar jika gedung itu hancur ataupun terbakar maka ekonomi, politik, dan juga beberapa aspek lainnya akan lumpuh.
"Biasakan aku mempercayakan tempat ini padamu suamiku?." ucap Ratu Min Xunzi dengan nada bicara yang sedikit menggoda.
"Tentu saja sayang, aku akan menjaganya dengan baik selama kau pergi. Kembalilah dengan selamat jika bisa jangan terluka." ucap Raja Min Lunxi yang memeluk istri tercintanya itu untuk beberapa saat.
Saat ini Xiao Ziya sedang menikmati waktu senggangnya dengan berenang di kolam renang yang telah disediakan untuk pengguna apartemen VVIP sepertinya. Karga gadis itu dulunya seorang mafia jadi jangan ditanyakan lagi bagaimana kemampuannya berenang, beberapa orang yang ada di sana juga merasa kagum pada gadis itu.
"Bukankah dia sangat indah?." ucap seorang wanita dengan binar mata senang melihat ke arah Xiao Ziya.
"Nona ingin menjadikannya model majalah yang baru?." ucap wanita lain yang ada di samping.
"Sepertinya dia sangat cocok untuk menjadi model baju musim semi." ucap wanita tadi.
Wanita yang sedang mengamati Xiao Ziya bernama Serena Lee ia adalah nona muda dari perusahaan majalah fashion terbesar yang ada di dunia semesta tingkat rendah. Keluarga Serena yaitu keluarga Lee memiliki pengaruh yang cukup besar karna mereka semua pembisnis yang hebat, walaupun begitu keluarga Lee memiliki banyak kekurangan yang mereka tutupi selama ini.
Serena Lee berjalan menghampiri Xiao Ziya yang masih asyik bermain air, setelah ada di pinggir kolam renang Serena menatap ke arah Xiao Ziya. Ziyapun menghentikan aktivitasnya saat itu dan menatap ke arah Serena.
"Mengapa anda melihat saya seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang keheranan, pasalnya orang yang sedang menatapnya dengan lekat adalah seorang wanita.
"Bisakah kau kesini sebentar ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap Serena dengan nada yang sopan namun sorot matanya memancarkan keangkuhan dan ambisi absurd yang tak akan pernah tercapai.
Dengan sangat terpaksa Xiao Ziya mengambil handuknya yang ada di bangku dan mengeringkan tubuhnya, setelah itu ia pergi menemui wanita itu. Serena dan Ziya berada di sebuah restoran di sebelah kolam renang.
"Satu gelas coffe latte, dan kentang goreng." ucap Serena yang memesan sebuah menu untuk dirinya sendiri.
"Lalu nona muda yang ini ingin pesan apa?." tanya pelayan laki laki itu dengan ramah pada Xiao Ziya.
" ice macha, ayam panggang madu, ice cream vanilla." ucap Xiao Ziya yang memesan beberapa menu yang ada di buku menu.
"Baiklah mohon tunggu beberapa saat hingga pesanan kalian datang." ucap pelayan laki laki itu yang pergi kedapur.
__ADS_1
Sedangkan Serena Lee saat ini memandang Xiao Ziya dari ujung rambut hingga ujung kaki, ia tak berhenti kagum pada kecantikan anggun dan elegan yang dimiliki oleh gadis dihadapannya itu.
"Hal apa yang ingin anda bicarakan?." tanya Xiao Ziya yang tak ingin berlama lama duduk satu meja dengan wanita itu.
"Perkenalkan saya Serena Lee pemilik dari perusahaan majalah fashion yang ada di sini, saya sangat tertarik dengan pesona yang anda miliki karna itu saya menawarkan anda untuk menjadi model di perusahaan saya." ucap Serena Lee dengan lugas, ia yakin bahwa gadis itu akan menerima penawarannya, banyak orang yang ingin menjadi model di perusahaan majalah itu namun Serena memiliki kriteria yang tinggi untuk setiap modelnya.
"Maaf saya tak tertarik dengan tawaran anda nyonya." ucap Xiao Ziya dengan sopan. Menjadi model bukanlah sesuatu yang ia inginkan dari dulu hingga sekarang. Ditambah lagi Xiao Ziya tak suka saat hidupnya diatur atur oleh orang lain.
"Anda akan mendapatkan gaji mulai dari lima puluh juta hingga seratus juta perbulannya. Bukankah ini tawaran yang menarik?." ucap Serena Lee yang masih berusaha untuk membujuk Xiao Ziya.
"Pertama saya tak suka bekerja di bawah tekanan orang lain, kedua saya tak suka disuruh suruh dan tak memiliki hak atas waktu yang saya miliki, ketiga saya tak membutuhkan uang anda, keempat saya tak peduli siapa anda dan darimana anda berasal, dan yang terakhir saya tak suka dengan anda." ucap Xiao Ziya yang memberi lima alasan mengapa ia tak ingin bergabung dengan perusahaan majalah fashion milik Serena Lee.
Kelima alasan yang diucap oleh Xiao Ziya membuat Serena Lee merasa tersinggung, ini pertama kali ada orang yang menolak tawarannya.
"Beraninya kau menolak tawaran dari nona kami." ucap wanita yang berdiri di sebelah Serena Lee, wanita itu asisten dari Serena.
"Memangnya siapa kalian hingga ingin mengatur keputusan yang saya buat?." ucap Xiao Ziya dengan santai dan tatapan tajam yang membuat tubuh asisten dari Serena bergetar.
"Awas saja akan kupastikan selama kau ada di sini hidupmu tak akan tenang." ucap Serena Lee yang bangun dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar dari restoran itu diikuti oleh asistennya.
Setelah Serena Lee pergi, Xiao Ziya bisa menikmati waktunya dengan santai. Entah mengapa melihat wanita itu membuat Ziya kesal dan ingin memukulnya hingga tewas. Beberapa saat kemudian pelayan laki laki itu datang mengantar pesanan Ziya dan Serena.
"Dimana nona yang datang dengan anda?." tanya pelayan laki laki itu.
"Dia sudah pulang, anda tenang saja saya yang akan memakan dan membayar semuanya." ucap Xiao Ziya dengan senyum manisnya, pelayan laki laki itu merasa lega untunglah nona muda yang ada di hadapannya itu gadis yang baik.
"Terimakasih nona." ucap pelayan laki laki itu yang kemudian pergi untuk melanjutkan pekerjaan.
Di sisi lain saat ini Serena Lee sedang dalam perjalanan untuk kembali ke rumah, ia ingin mengadu pada sang ayah dan beberapa saudara laki lakinya bahwa ia dihina oleh seorang wanita muda.
Serena Lee adalah anak perempuan satu satunya yang ada di keluarga Lee, sang ibu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas. Saat Serena bertanya pada sang ayah mengapa ibunya tiba tiba meninggal, sang ayah hanya menjawab bahwa ibu Serena sangatlah lemah. Padahal ada hal lain yang sedang disembunyukan dari wanita itu.
"Nona sudah kembali, silahkan temui ayah anda di ruang kerja." ucap salah seorang pengawal yang bekerja di rumah utama Keluarga Lee.
Tanpa basa basi Serena langsung pergi menuju ruang kerja sang ayah, disepanjang lorong para pelayan dan pekerja yang lain menundukkan kepalanya. Setelah beberapa saat Serena sampai di depan ruang kerja ayahnya.
Tok tok tok
"Permisi ayah, ini saya datang untuk menemui ayah." ucap Serena dengan suara yang halus serta ekspresi polos.
"Masuklah anakku sayang." ucap Yonzu Lee dari dalam ruang kerjanya. Dengan segera Serena masuk kedalam ruang kerja ayahnya ia memberi salam kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.
"Mengapa wajahmu terlihat sedih anakku?." tanya Yonzu Lee dengan ekspresi khawatir karna anak kesayangannya sedang bersedih.
"Saya baru saja kembali dari apartemen utama yang ada di kota ini. Di sana saya bertemu dengan seorang gadis muda yang sangat cantik, saya menawarkan dia untuk bekerja di perusahaan majalah fashion dengan gaji tertinggi. Namun dengan teganya gadis itu malah menghina saya dan mengatakan bahwa ia tak suka dengan saya." ucap Serena dengan air mata yang berlinangan.
Yonzu Zee memukul meja yang ada di depannya, terdengar suara benturan yang sangat kuat. Pria itu benar benar marah karna ada yang berani menghina putri kesayangannya, sejak Serena lahir hingga ia besar Yonzu Lee tak pernah memukul atau memarahi gadis itu.
"Siapa yang berani memperlakukan putriku dengan buruk." triak Yonzu Lee dengan marah, ia mengambil ponsel miliknya kemudian menelfon seseorang.
Di telfon Yonzu Lee meminta beberapa orang untuk datang kerumahnya untuk mengawal Serena Lee bertemu dengan gadis kurang ajar itu. Yonzu Lee akan membuat gadis itu bersujud dan meminta maaf pada putrinya secara langsung, jika gadis itu tetap keras kepala maka Yonzu tak akan segan segan untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Terimakasih ayah karna telah membantuku membalaskannya." ucap Serena Lee dengan ekspresi bahagia kemudian memeluk sang ayah.
"Apapun akan ayah lakukan untuk putriku tersayang." ucap Yonzu Lee.
Seandainya Yonzu Lee tau bahwa gadis yang akan ia singgung adalah gadis yang sangat kuat hingga para dewa dan dewi takluk padanya, maka Yonzu Lee tak akan melakukan tindakan bodoh itu. Apa yang dilakukan oleh mereka seperti sedang mengundang kehancuran dan kematian untuk keluarga Lee.
Serena Lee sudah siap untuk kembali ke apartemen itu bersama dengan ratusan anggota gengster dibelakangnya, setelah sampai di lantai bawah apartemen Serena bertanya pada resepsionis dimana kamar dari seorang gadis yang memiliki bola mata berwarna biru.
"Anda sedang mencari tamu VVIP kami?." tanya sang resepsionis dengan wajah cemas karna gadis yang ada di hadapannya itu Serena Lee yang terkenal kejam dan tak kenal ampun.
"Panggilkan dia untuk turun kebawah jika tidak kami akan menghancurkan tempat ini." ucap Serena Lee yang mulai mengancam.
Terpaksa sang resepsionis menelfon Xiao Ziya, untunglah gadis itu mau turun kebawah jika tidak maka nyawanya dan karyawan yang lain akan dalam bahaya. Xiao Ziya sedang mengganti bajunya dengan sebuah kemeja putih lengan panjang,celana hitam panjang yang ia masukkan dengan dasi ala ala orang kantoran. Setelah selesai Xiao Ziya langsung menaiki lift agar segera sampai di lantai bawah.
"Mengapa gadis itu lama sekali, apakah kau sedang membohongi kami?." tanya Serena Lee dengan menarik kerah baju sang resepsionis di apartemen itu.
"Mohon tunggu sebentar nona Serena mungkin saja gadis itu sedang bersiap siap." ucap sang resepsionis dengan berhati hati agar tak menyinggung perasaan nenek lampir.
Ting.
Suara lift yang baru saja turun kebawah, saat pintu lift terbuka tampaklah wajah Xiao Ziya dengan ekspresi dingin tanpa rasa takut walau melihat ratusan orang yang ada di belakang Serena.
"Ah jadi seekor anak ayam sudah pulang kerumah untuk meminta bantuan ayahnya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman mengejek, dan mengapa gadis itu hanya membawa tiga ratus orang saja? bukankah itu jumlah yang sangat sedikit bagi Xiao Ziya yang pernah bertarung melawan sebuah kekaisaran besar?.
"Apa yang kau katakan? aku datang untuk memaksamu bergabung dan meminta maaf atas perkataanmu tadi." ucap Serena Lee dengan suara yang sangat keras.
"Jadi Keluarga Lee ingin mengibarkan bendera perang dengan saya? sungguh hal yang membosankan." ucap Xiao Ziya.
"Serang gadis itu hingga dia mengakui kesalahannya dan mau meminta maaf." ucap Serena Lee yang meminta pada ketiga ratus anggota gengster itu untuk melawan Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil dobel pistol yang ia simpan di dalam cincin semestanya, ia mengisi penuh peluru agar bisa digunakan lebih lama.
Dor dor dor dor..dor dor..dor...dor.
Suara tembakan yang terdengar hingga keluar gedung apartemen, beberapa gengter tumbang karna peluru milik Xiao Ziya yang menembus jantung mereka. Kemampuan Xiao Ziya dalam menggunakan pistol kembar membuat anggota gengster itu tertegun pasalnya pemimpin mereka saja masih kesulitan melakukan hal itu.
"Mengapa kau bisa menggunakan pistol kembar dengan sangat mudah?." tanya salah seorang anggota gengster pada Xiao Ziya.
"Siapa kau sebenarnya?." tanya anggota gengster yang lain.
"I'am a mafia." ucap Xiao Ziya dengan bola mata yang berganti warna menjadi merah darah, ia mengisi kembali peluru pistol kembarnya dengan cepat dan mulai menembak lagi.
Serena Lee gemetaran di tempatnya berdiri, ia kira gadis itu hanya cantik saja tanpa memiliki kelebihan yang lain ternyata kemampuan menembaknya sangat luar biasa. Kini tiga ratus anggota gengster itu mati tergeletak di lantai bawah apartemen. Resepsionis yang sedang melihat dari tempat kerja hanya terdiam karna kekagumannya pada Xiao Ziya.
"Bagaimana bisa?." tanya Serena Lee yang tak terima dengan kekalahannya.
"Sampaikan pada ayahmu, besok Keluarga Lee akan luluh lantah." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sadisnya, Serena Lee segera berlari dari tempat itu ia harus menemui sang ayah untuk memberitahukan hal ini.
Beberapa orang yang bekerja di gedung apartemen berterimakasih pada Xiao Ziya karna sudah menolong mereka semua. Xiao Ziya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kemudian ia kembali naik lift untuk pergi ke kamarnya.
Hai para pembacaku tercinta, jangan lupa jaga kesehatan ya guys. Btw ada yang main zepeto ga?? nanya aja loh aku siapa tau ada yang mau gift gitu wkwkw. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1