RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhirnya Hancur


__ADS_3

Wungzo Yu berdecak kesal saat melihat kesombongan yang dimiliki oleh Xiao Ziya bagaimana hanya dengan kekuatan kecil seperti itu Xiao Ziya sudah yakin ia mampu membunuh seorang Wungzo Yu.


"Lebih baik kau keluarkan semua kemampuanmu saat melawanku nanti." ucap Wungzo Yu yang bersiap untuk menyerang Xiao Ziya, pria itu memegang sebuah pedang panjang dan memasang kuda kuda.


Xiao Ziya mengambil pedang hitam miliknya kemudian ia tersenyum ke arah Wungzo Yu sebelum gadis itu memasang wajah seriusnya. Suara dentingan pedang terdengar sangar nyaring ketika mereka berdua sedang bertarung, kecepatan menyerang dan menangkis Xiao Ziya tak boleh diremehkan karna bisa bisa pria bernama Wungzo Yu itu kehilangan anggota tubuhnya.


"Ternyata kemampuan berpedangmu tak seburuk yang saya bayangkan." ucap Wungzo Yu yang cukup puas saat melawan Xiao Ziya, gadis itu membuatnya bersemangat untuk memenangkan pertarungan kali ini.


"Anda tak perlu membayangkannya lagi karna saya diluar jangkauan apa yang anda fikirkan." balas Xiao Ziya yang mulai menambah kecepatan menyerangnya.


Melihat Xiao Ziya yang mulai sedikit sulit untuk di atasi membuat Wungzo Yu melapisi pedangnya menggunakan sihir es yang ia kuasai sehingga saat pedang mereka saling bertemu beberapa kali, pedang milik Xiao Ziya membeku. Xiao Ziya tak tinggal diam ia menggoreskan jari manisnya ke pedang hitam miliknya hingga meneteskan darah, setelahnya pedang hitam milik Xiao Ziya bergetar dengan hebat dan mengeluarkan aura kematian berwarna hitam pekat yang mampu melelehkan sihir es milik Wungzo yang sempat melapisi pedang hitam milik Xiao Ziya.


"Ternyata saya telah meremehkan anda." ucap Wungzo Yu yang benar benar telah meremehkan Xiao Ziya di awal pertarungan mereka.


"Black magic, membangkitkan." ucap Wungzo Yu yang menggunakan salah satu sihir aneh yang ia pelajari. Mendengar pria itu mengatakan black magic yang merupakan bahasa dalam kehidupan Xiao Ziya yang lalu membuat gadis itu sedikit merasa bingung.


Di depan Xiao Ziya muncul sosok tinggi hitam yang sangat menyeramkan dengan mata merah menyala dan gigi taringnya yang terlihat sangat tajam, sosok hitam itu menatap ke arah Xiao Ziya seperti seekor gajah ingin menginjak semut kecil di tanah.


"Wah makhluk apa ini mengapa sangat jelek sekali." ucap Xiao Ziya, gadis itu meledek makhluk hitam besar yang ada di hadapannya.


"Perhatikan perkataanmu bocah ingusan." ucap makhluk aneh berwarna hitam itu pada Xiao Ziya, sepertinya ia tak terima diledek seperti itu.


"Mungkin kau butuh sedikit pencahayaan." ucap Xiao Ziya dengan senyum jahat khasnya yang tak dimiliki oleh orang lain.


Xiao Ziya menjentikkan tangan kirinya kemudian sosok aneh berwarna hitam itu terbakar oleh api putih milik Xiao Ziya. Sosok aneh itu berusaha memadamkan api yang tengah membakarnya, Wungzo Yu juga membantu dengan sihir air dan es yang ia kuasai namun api putih milik gadis itu terlampau sangat kuat hingga tak dapat dipadamkan. Akhirnya sosok hitam itu meleleh dan hilang begitu saja, Wungzo Yu masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Kau memang sangat luar biasa bisa mematahkan salah satu jurus andalanku." ucap Wungzo Yu yang kemudian membacakan mantra kuno yang terdengar sangat aneh.


Saat Xiao Ziya mendengarnya secara seksama bahasa yang pria itu gunakan seperti bahasa Mesir Kuno yang ia pelajari saat di kehidupannya yang lalu. Mengapa pria itu terlalu banyak menguasai bahasa yang seharusnya belum ada dalam dimensi saat ini apakah ia juga merupakan seseorang yang berreingkarnasi seperti dirinya.


Setelah Wungzo Yu selesai membacakan mantra muncul sebuah peti mati khas negara Mesir yang pernah Xiao Ziya lihat di buku pelajaran sejarahnya saat ia sekolah pada kehidupan yang lalu. Benar saja saat peti mati itu terbuka yang muncul adalah sosok mumi yang meloncat ke arah Xiao Ziya.


Xiao Ziya melesat ke arah mumi itu kemudian merobek gulungan kain yang melilitnya dari atas hingga bawah sehingga sang mumi juga menghilang begitu saja karna jika Xiao Ziya membakarnya mumi itu akan tetap hidup sangat jelas kelemahan sang mumi adalah gulungan kain yang melilit seluruh tubuhnya.


"Bagaimana bisa kau mengalahkan mumiku." triak Wungzo Yu yang tak bisa menerima kenyataan itu.


"Ah apakah paman datang dari masa yang berbeda dengan masa sekarang? maka saya juga ahahahaha." ucap Xiao Ziya yang mengatakan pada Wungzo Yu bahwa ia juga datang dari dimensi yang berbeda. Mendengar pengakuan gadis itu membuat Wungzo Yu hampir pingsan.


Selama ini Wungzo Yu selalu menganggap hanya ia yang datang dari dimensi yang berbeda sehingga saat ia menggunakan mantra sihir pada zamannya itu tak akan ada kultivator atau seorang penyihir tingkat tinggi yang mengetahui kelemahannya.

__ADS_1


"Jadi kau datang dari dimensi lain? pantas saja kau mampu menepis semua sihirku dasar gadis sialan." triak Wungzo Yu yang merasa sangat geram dan ingin mencekik leher Xiao Ziya.


"Lanjutkan saja pertarungan ini tanpa banyak bicara." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengar bualan dari pria yang ada di hadapannya.


Mereka berdua melanjutkan pertarungan sengit itu hingga Wungzo Yu kelelahan menepis setiap serangan Xiao Ziya. Pria itu hampir kehabisan energi qi karna ia sudah menggunakan dua sihir kuno terkuat miliknya sedangkan Xiao Ziya hanya menyerang dengan santai menggunakan pedang hitamnya.


"Mari kita akhiri saja pertarungan membosankan ini. Badai api terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang menyemburkan api hitam dari telapak tangan sebelah kanan sedangkan api putih dari telapak kanan sebelah kiri.


Setelah api hitam dan api putih itu berada dalam julmah yang sangat banyak kedua api itu mulai membentuk sebuah badai besar yang sangat panas, Wungzo Yu dan para Anggota Aliansi Hitam Wunzo kesulitan menghadapi badai api itu. Rasa sakit yang mereka rasakan bukan hanya di lapisan kulit ataupun daging saja bahkan sel sel darah yang ada di dalam tubuh mereka seperti mendidih.


"Padamkan badai apimu ini bocah!." triak Wungzo Yu yang sudah tak kuat dengan rasa sakit yang tubuhnya rasakan itu.


"Anggap saja kau sedang ada di dalam sauna." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyum tipis dibibirnya.


"Ini bukanlah sauna melainkan neraka." ucap Wungzo Yu yang samar samar anggota tubuhnya mulai menghilang satu persatu karna dilebur oleh badai api milik Xiao Ziya.


Setelah beberapa saat tubuh Wungzo Yu dan juga anggota Aliansi Hitam Wunzo yang lain menghiang, badai api itu tak berhenti ia terus membakar bangunan tua yang menjadi markas dari aliansi hitam itu. Xiao Ziya memasukkan Zier kedalam cincin semestanya lagi dan membawa Raja Zeus keluar dari bangunan itu sebelum ledakan besar terjadi. Penduduk Kerajaan Zu Long dan beberapa prajurit yang ada di sana melihat bangunan tua itu terbakar dengan sangat besar.


"Bagaimana nasib mereka yang tinggal di bangunan itu?." tanya salah satu penduduk yang sepertinya tak tau bangunan tua itu adalah markas dari anggota Aliansi Hitam Wunzo.


"Menurut rumor yang beredar yang tinggal di dalam sana adalah para anggota aliansi hitam yang selama ini sering mengganggu penduduk." ucap penduduk lain yang malah merasa senang jika bangunan tua itu dimusnahkan.


Sedangkan Xiao Ziya saat ini tengah melesat dengan membawa Raja Zeus di pundaknya, meski badan Raja Zeus lebih besar daripada gadis itu namun ia tak merasa keberatan sama sekali. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya Xiao Ziya sampai di wilayah perbatasan Kerajaan Hitam. Para prajurit perbatasan yang melihat kedatangan Xiao Ziya dengan menggendong raja mereka membuat para prajurit perbatasan merasa cemas dan langsung menghampiri Xiao Ziya.


"Cepat bawakan tandu dan antar Yang Mulia Raja ke istana untuk mendapatkan perawatan." ucap Xiao Ziya yang meminta agar para prajurit itu mencarikan sebuah tandu untuk membawa Raja Zeus ke Istana Kerajaan Hitam.


Para prajurit perbatasan mulai masuk kedalam dan pergi ke tenda darurat yang di pasang di desa dekat perbatasan, mereka kembali dengan membawa sebuah tandu, setelah meletakkan tubuh Raja Zeus ke atas tandu itu beberapa prajurit lain datang untuk membawanya ke Istana Kerajaan Hitam. Xiao Ziya berjalan di belakang para prajurit yang membawa tandu itu, ia berjalan dengan pelan sembari mengisi kembali energi Qi nya yang sudah berkurang seperempat itu.


Setelah sampai di Istana Kerajaan Hitam Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz menghampiri rombongan Xiao Ziya itu, melihat ayah mereka dalam kondisi yang lemah membuat kedua pangeran merasa sedih.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada ayah?." tanya Pangeran Zeeling pada Xiao Ziya karna gadis itu yang telah menemukan ayah mereka.


"Ia diculik oleh Aliansi Hitam Wunzo dan di bawa ke markas utama mereka yang ada di wilayah Kerajaan Zu Long. Sepertinya sebelum saya datang mereka sempat menyiksa ayah, sekarang aliansi itu telah musnah." jawab Xiao Ziya yang menceritakan sedikit kronologi tentang penculikan Raja Zeus itu.


"Sudahlah kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri adik Ziya, kau sudah menyelamatkan ayah." ucap Pangeran Zeeling yang sedang menghibur Xiao Ziya. Ia tau bahwa penculikan ini bukan kesalahan adiknya namun keamanan Kerajaan Hitam yang kurang ketat sehingga tak ada yang tau jika Yang Mulia Raja Zeua diculik oleh seseorang.


"Mari kita ke kemar ayah untuk melihat bagaimana kondisinya." ucap Pangeran Zeeling yang mengajak Xiao Ziya dan Pangeran Anz untuk pergi ke kamar raja.


Saat ini Raja Zeus sedang diobati oleh seorang tabib istana, menurut sang tabib luka Raja Zeus tak terlalu serius ia hanya perlu beristirahat penuh selama tiga hari agar luka lukanya itu sembuh. Mendengar bahwa kondisi sang ayah tak terlalu parah membuat kedua pangeran itu merasa lega begitupun dengan Xiao Ziya.

__ADS_1


"Bukankah besok adalah hari ulang tahun adik Ziya yang ke tiga belas?." ucap Pangeran Anz yang ingat bahwa esok adalah hari lahir sang adik.


"Namun kondisi ayah sedang tidak setabil sehingga kita tak bisa membuat pesta perayaan." ucap Pangeran Zeeling yang merasa sedih karna tak bisa merayakan ulang tahun adik perempuannya yang cantik.


"Kita cukup adakan acara makan bersama saja dengan seluruh orang yang tinggal di istana, tak perlu mengundang orang dari luar." ucap Xiao Ziya yang tak masalah jika ulang tahunnya tak dirayakan dengan pesta besar besaran.


"Baiklah jika begitu gege akan memberitaukan pada pelayan dapur untuk berbelanja bahan makanan yang banyak." ucap Zeeling yang keluar dari kamar sang ayah kemudian pergi menuju dapur istana.


"Mengapa wajah adik terlihat sedikit murung?." tanya Pangeran Anz yang dapat melihat perubahan ekspresi dari wajah Xiao Ziya.


"Setelah ayah pulih nanti saya harus pamit untuk kembali ke dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang sepertinya sangat berat meninggalkan keluarga angkatnya yang sangat menyayanginya itu. Namun ia juga punya keluarga di dunia bawah yang sangat ia rindukan.


"Jadi adik akan segera kembali ke dunia bawah?." ucap Pangeran Anz yang belum ingin melepaskan adiknya pergi jauh darinya.


"Iya karna tugas saya di sini sudah selesai, jika ada waktu atau kesempatan saya pasti akan datang kembali." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah Pangeran Anz.


Sang pangeran memeluk Xiao Ziya dengan erat, cukup lama mereka berpelukan hingga Pangeran Zeeling kembali ke kamar sang ayah. Pangeran Zeeling menatap heran kearah kedua adiknya itu apa yang sedang mereka lakukan mengapa Pangeran Anz memeluk Xiao Ziya dengan sangat erat.


"Mengapa kalian saling berpelukan?." tanya Pangeran Zeeling yang ingin tau apa yang sedang terjadi.


"Adik akan kembali ke dunia bawah saat ayah sudah pulih nanti." ucap Pangeran Anz dengan beberapa tetes air mata yang mengalir di pipinya.


Mendengar itu Pangeran Zeeling juga ikut memeluk Xiao Ziya, hampir satu tahun mereka tinggal bersama dan melewati hari hari yang indah dan sulit bersama sama tak terasa sudah dekat waktunya sang adik kesayangan mereka harus kembali ke tempat asalnya. Kedua pangeran itu menangis di sana untung saja Raja Zeus masih belum sadar jika ia sudah sadar saat itu juga maka ia akan ikut menangis bersama kedua pangeran.


"Bukankah kalian bisa datang menjengukku nanti jika kalian berdua rindu padaku?." ucap Xiao Ziya yang sedang menghibur kedua pangeran yang masih menangis sambil memeluknya itu.


"Tapi kami belum siap melepaskanmu pergi." ucap Pangeran Anz dengan suara yang terbata bata.


"Adik kalian ini masih hidup bukan mati." ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya kedua pangeran ini benar benar sangat lucu.


"Tetap saja adik tak akan ada di sini saat kami bangun tidur." protes Pangeran Zeeling yang kesal karna Xiao Ziya mengucapkan hal yang menyebalkan.


Setelah acara berpelukan dan menangis itu sepertinya kedua pangeran kelelahan karna emosi mereka terkuras dengan banyak sehingga Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz tertidur di kursi panjang yang ada di kamar Raja Zeus. Xiao Ziya memilih pergi dari ruangan itu dan berjalan menuju kamarnya, ia masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya. Setelah selesai berganti gaun gadis itu langsung membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Tak terasa sudah satu tahun saya tinggal di dunia atas, bagaimana kabar mereka yang tinggal di dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk kembali ke rumahnya.


Sambil berbaring gadis itu berfikir oleh oleh apa yang akan ia berikan pada keluarga, sahabat, dan orang orang yang dekat dengannya saat ia kembali ke dunia bawah nanti. Xiao Ziya ingin membawakan sesuatu yang hanya bisa ditemukan di dunia atas saja, setelah berfikir cukup lama akhirnya Xiao Ziya tau apa yang harus ia bawa sebagai oleh oleh. Sebelum gadis itu pergi nantinya ia juga harus berpamitan pada beberapa orang terutama mantan muridnya yang ada di Akademi Wunyeng serta beberapa kenalannya yang berada di wilayah Kerajaan Zu Long.


Hai hai guys author balik lagi nih gimana kabar kalian semua semoga sehat terus ya, Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys itu wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga ya.

__ADS_1


__ADS_2