RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kakek


__ADS_3

Di sisi lain saat ini Raja Anling Zee sedang berada di ruangan tempatnya menyembunyikan Zoe, anak laki laki itu sedang tertidur lelap tanpa merasa bahwa saat ini bahaya sedang mengintai. Raja Anling Zee akan menjadikan Zoe sebagai pion terkuat yang ia miliki untuk membujuk Xiao Ziya menjadi sekutunya, saat ini yang perlu ia lakukan adalah menunggu gadis itu datang.


"Tak lama lagi ia akan datang kesini untuk menyelamatkan adiknya." ucap Raja Anling Zee dengan tatapan jahat.


Di luar ruangan itu terdapat seorang gadis yang sedang mengintip dari cela cela pintu, gadis itu adalah putri dari Raja Anling Zee yang bernama Putri Jifana Zee. Putri Jifana Zee memiliki sikap yang bertolak belakang dengan sang ayah, sang putri sangat menentang ayahnya ketika ingin menyerang dunia bawah hanya untuk melampiaskan amarah. Putri Jifana Zee adalah sosok gadis yang cantik dan pintar, ia memiliki bakat sihir yang sangat mumpuni sehingga sang ayah memperlakukannya dengan baik.


"Kasihan sekali anak laki laki itu." ucap Putri Jifana Zee dari balik pintu, jika bisa ia ingin membantu anak laki laki itu kabur dari Istana Kerajaan Bulan.


Tak ingin dipergoki sang ayah akhirnya Putri Jifana Zee kembali ke kamarnya, ia sedang memikirkan sebuah cara untuk membantu anak laki laki itu. Suasana malam yang sangat sunyi ditambah hembusan angin dingin membuat tidur Xiao Ziya semakin lelap, gadis itu sedikit lelah dengan masalah yang datang padanya.


Waktu berjalan dengan sangat cepat sang bulan kini digantikan oleh cahaya matahari yang samar samar mulai terlihat, Xiao Ziya membuka matanya perlahan dan meregangkan otot otot tubuhnya yang terasa kaku. Xiao Ziya lompat dari pohon itu dan tak sengaja menimpa seseorang yang sedang berjalan melewati pohon.


"Maaf saya tak melihat ke bawah saat melompat tadi." ucap Xiao Ziya dengan menundukkan kepala pada orang itu.


"Lain kali berhati hatilah." ucap seorang pria dengan wajah sedikit mirip dengan Xiao Ziya.


"Baik paman, sekali lagi maafkan kecerobohan saya." ucap Xiao Ziya, gadis itu merasa tak enak.


Pria yang di timpa oleh Xiao Ziya tak langsung pergi, ia masih mengamati wajah gadis itu dengan teliti. Entah mengapa ia rasa wajah gadis yang menimpanya sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal.


"Ada apa paman?." tanya Xiao Ziya dengan keheranan, ia baru pertama kali bertemu dengan pria itu.


"Jika boleh tau nona berasal dari mana? wajah nona tak pernah terlihat di wilayah ini." tanya pria itu secara terang terangan karna rasa penasarannya sangatlah tinggi.


"Saya berasal dari luar wilayah ini, saya datang karna ada urusan penting." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menceritakan secara langsung dari mana ia berasal dan untuk apa ia datang ke Dunia Manusia Abadi. Mungkin saja pria yang ada di hadapannya sekutu dari pihak musuh.


"Lalu anda mendapat izin dari mana?." tanya pria itu lagi, ia akan mencari tau dengan jelas dari mana gadis itu berasal.


Xiao Ziya mengambil token dari saku bajunya kemudian menunjukkan pada pria itu, mata sang pria langsung melotot saat melihat token yang di tunjukkan oleh Xiao Ziya. Token itu adalah milik ayahnya, ayahnya pernah berkata bahwa token miliknya sudah di berikan pada cucunya yang berada di dunia bawah. Jadi gadis yang ada di hadapannya sekarang adalah anak dari kakak perempuannya.


"Mari ikut dengan saya, saya kenal dengan pemilik token itu." ucap sang pria yang ingin mengajak Xiao Ziya ke Klan Yuang Yie.


"Baiklah saya akan ikut dengan anda, saya harap anda tak menipu saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan nada bicara dingin.


"Tenang saja keponakanku." ucap pria itu dengan raut wajah senang, akhirnya setelah sekian lama ia bisa bertemu dengan anak perempuan dari kakak perempuannya.


Xiao Ziya mengikuti kemana pira itu pergi, gadis itu tetap waspada meski pria tadi menyebutnya dengan istilah keponakan. Banyak kemungkinan yang akan terjadi, karna itu Xiao Ziya harus bersiap dengan baik. Beberapa saat setelahnya mereka berdua sampai di depan gerbang masuk Klan Yuang Yie, para penjaga gerbang membungkukkan kepala saat pria itu lewat, mereka juga melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung.


Pria itu menarik Xiao Ziya masuk ke dalam sebuah rumah dengan ukuran yang sangat besar, Ziya ingat sebelum melalui gerbang ia membaca bahwa nama tempat itu adalah Klan Yuang Yie jadi Xiao Ziya beranggapan bahwa bangunan yang akan ia lihat sama seperti klan klan lain pada umumnya.


"Sebuah klan berbentuk bangunan mewah? ah lebih mirip dengan sebuah kastil." ucap Xiao Ziya dengan pelan agar tak di dengan oleh pria yang membawanya ke tempat itu.


Akhirnya mereka berdua berdiri di sebuah ruangan yang sangat besar di sana terdapat beberapa orang yang menatap ke arah Xiao Ziya, seorang pria tua yang duduk di kursi paling tinggi menatap Xiao Ziya dengan mata berkaca kaca. Pria tua itu tak bisa menahan tangisnya, setelah sekian lama ia bisa bertemu secara langsung dengan cucu dari anak perempuan kedatangannya.


"Kakek?." ucap Xiao Ziya saat melihat pria tua yang duduk di kursi paling tinggi itu, Ziya sadar wajahnya mirip dengan pria tua yang beberapa kali hadir di alam bawah sadarnya.


"Siapa gadis itu? mengapa ia memanggil ayah dengan sebutan kakek?." ucap beberapa pria yang menatap Xiao Ziya dengan tajam.


"Kemarilah cucuku." ucap pria tua itu, ia adalah Yie Gu pemimpin dari Klan Yuang Yie.


Xiao Ziya berlari ke arah Yie Gu kemudian memeluk kakeknya dengan sangat erat, meski mereka berdua belum saling mengenal dengan baik Yie Gu sangat menyayangi cucunya itu. Andai saja dulu ia tak egois dan menerima kehadiran gadis yang ada di dalam pelukannya mungkin hal seperti ini tak akan terjadi, Yie Gu sangat menyesal karna pernah membenci Xiao Ziya.


"Senang bisa bertemu dengan kakek secara langsung." ucap Xiao Ziya dengan senyuman cantik yang ia tunjukkan pada kakeknya.


"Maaf karna kakek tak bisa pergi untuk menemuimu cucuku, apa yang membuatmu datang begitu cepat tanpa memberi tau kakek terlebih dahulu?." tanya Yie Gu dengan wajah khawatir, beberapa hari yang lalu ia mendapat informasi bahwa Raja Anling Zee menyerang dunia bawah dan membawa seorang anak sebagai tahanan, mungkinkah anak yang di bawa oleh Raja Anling Zee memiliki hubungan dengan cucu perempuannya itu?.

__ADS_1


"Adik laki laki saya di culik oleh seseorang yang berasal dari Dunia Manusia Abadi." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata kesal, gadis itu melepaskan pelukan dan menatap ke arah sang kakek.


"Kau memiliki adik laki laki? apakah ayahmu menihkah lagi dan mengingkari janjinya?." ucap Yie Gu dengan kesal, sebelum putri kesayangannya di bawa pergi oleh suami pertama, ayah Xiao Ziya pernah berjanji tak akan menikah lagi untuk selamanya dan menunggu istrinya kembali ke rumah.


"Dia bukan adik kandung saya, namun saya dan yang lain menyayanginya dengan sepenuh hati." jawab Xiao Ziya dengan tenang.


Entah mengapa Xiao Ziya merasakan aura dingin yang ditujukan padanya, ada seseorang yang tak menyukai kehadirannya di tempat itu. Dengan secepat kilat seorang gadis melesat ke arah Xiao Ziya dan ingin menghunuskan sebilah pedang pada Ziya, untung saja respon Xiao Ziya lebih cepat dari gadis itu sehingga ia bisa menghindar dengan baik.


"Sialan menjauhkan dari kakekku." ucap gadis itu, ia sangat marah pada Xiao Ziya karna mengaku ngaku sebagai cucu dari kakeknya.


"Dia juga kakek saya." ucap Xiao Ziya dengan datar, Ziya sangat tak suka jika ada yang menyerangnya secara tiba tiba tanpa alasan yang jelas. Ia ingin memukul gadis itu hingga pingsan namun Ziya tak ingin meninggalkan kesan buruk pada sang kakek yang baru pertama kali ia jumpai.


"Kau hanyalah orang luar, kau pasti sudah menipu kakek ku!!!." triak gadis itu dengan lantang, ia ingin menyerang Xiao Ziya lagi namun ditahan oleh pria yang membawa Ziya ketempat itu.


"Ayah tak pernah mengajarkanmu menjadi gadis berandalan seperti ini." ucap pria itu, ia adalah Yie Laingfu anak ke empat dari Yie Gu. Sedangkan gadis gila yang berusaha melukai Xiao Ziya adalah putri dari pria tersebut.


"Tapi gadis aneh ini mengaku sebagai cucu kakek, aku tak pernah mendengar kakek memiliki seorang anak diluar nikah." ucap gadis bernama Yie Munha itu, ucapan Yie Munha membuat Xiao Ziya sangat marah baru pertama kali ia datang kesana dan menerima penghinaan yang sangat besar.


"Jaga ucapan anda nona." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang memancar kuat dari tubuhnya, Yie Munha gemetaran saat melihat Xiao Ziya begitu marah padanya ia mulai kesulitan bernafas.


"Tenanglah kalian berdua, dan untukmu Munha gadis ini adalah anak dari bibi perempuanmu. Ceritanya sangat panjang namun gadis ini adalah cucu kakek, karna itu kakek harap kau bisa bersikap baik padanya." ucap Yie Gu, gadis itu sedang menengahi pertengkaran antara kedua gadis itu sebelum masalahnya bertambah besar.


"Pelayan tolong siapkan sebuah kamar untuk cucu saya." ucap Yie Gu yang meminta beberapa pelayan untuk menyiapkan kamar agar Xiao Ziya bisa beristirahat.


Dua orang pemuda berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya lalu melihat gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, mereka berdua menatap Xiao Ziya dengan sinis.


"Apakah gadis ini layak menjadi cucumu kakek? semua orang tau Klan Yuang Yie menghasilkan generasi jenius dengan kemampuan yang tak diragukan lagi. Bagaimana jika gadis ini merusak nama baik Klan Yuang Yie karna tak memiliki kualifikasi apapun?." ucap pemuda bernama Yie Junghwa dia adalah anak pertama dari Yie Laingfu.


"Anda boleh memiliki cucu lain dari bibi perempuan, namun anda harus memikirkan bagaimana reputasi Klan Yuang Yie nantinya." ucap pemuda lain, ia memandang rendah ke arah Xiao Ziya.


"Ahahaha gadis sepertimu berani menantang kami?." ucap Yie Junghwa yang ingin tertawa mendengar tawaran dari Xiao Ziya.


"Kalian merasa takut? atau kita perlu bertaruh untuk pertarungan ini?." ucap Xiao Ziya, gadis itu sengaja membuat kedua pemuda yang ada di hadapannya semakin kesal dan menyetujui pertarungan itu.


"Maaf bukannya paman meragukan kekuatanmu keponakanku, namun putra pertama dan kedua paman memiliki kekuatan setara kaisar langit. Kau masih sangat muda untuk sampai di tahapan itu." ucap Yie Laingfu, pria itu khawatir dengan keselamatan keponakannya.


Kenzo sang buku bersampul tengkorak yang ada di dalam dantian Xiao Ziya langsung terbangun mendengar perkataan menggelikan seperti itu, mengapa jika kedua anaknya berada pada tahapan Kaisar Langit? andai saja pria itu tau jika kekuatan Xiao Ziya setara dengan para dewa mungkin jauh lebih kuat daripada mereka.


"Kau dengar itu nona." ucap Kenzo yang mengajak Xiao Ziya berbicara melalui fikiran gadis itu.


"Saya punya telinga dan bisa mendengarnya dengan baik." balas Xiao Ziya dengan nada sedikit ketus.


"Beri saja pemuda sombong itu pelajaran hingga tak berani meremehkan anda lagi." ucap Kenzo dengan begitu bersemangat, ia akan melihat bagaimana nonanya menghabisi pemuda itu.


"Haruskah saya mematahkan kedua kaki dan tangan pemuda itu?." ucap Xiao Ziya dengan begitu bersemangat, Kenzo seketika panik mendengar rencana dari nonanya. Bagaimanapun kedua pemuda itu adalah kakak sepupu dari Xiao Ziya, jika nonanya melakukan hal itu kemungkinan besar Klan Yuang Yie akan memusuhinya.


"Itu terlalu berlebihan nona." ucap Kenzo berusaha menenangkan amarah Xiao Ziya.


"Terserah bagaimana keputusan saya nanti." ucap Xiao Ziya kemudian memutuskan kontak komunikasinya dengan Kenzo.


"Saya akan membuktikan pada kalian semua bahwa saya layak menjadi cucu dari Tuan Yie Gu." ucap Xiao Ziya, keputusan gadis itu sudah bulat ia tak akan membiarkan namanya tercoreng di sini.


"Baiklah tolong atur arena untuk pertarungan ini." ucap Yie Gu yang menyetujui keputusaan Xiao Ziya, ia tau bahwa cucu perempuannya memiliki kemampuan yang mumpuni bahkan lebih kuat dari cucunya yang lain.


Beberapa prajurit pergi dari ruangan itu, mereka akan menyiapkan arena pertarungan di tempat latihan para murid Klan Yuang Yie. Pertarungan kali ini akan menjadi bukti apakah Xiao Ziya layak menyandang posisi sebagai cucu pemimpin Klan Yuang Yie, jika gadis itu menang ia akan mendapatkan nama baik dan posisi cukup tinggi di hati para ketua Klan Yuang Yie.

__ADS_1


Setelah semuanya siap salah seorang prajurit pergi untuk memberitahukan pada semua orang, merekapun bergegas menuju tempat berlatih para murid Klan Yuang Yie. Di sana sudah ada banyak anggota klan yang ingin menyaksikan pertarungan itu, banyak di antara mereka yang belum mengetahui alasan mengapa pertarungan itu diadakan.


"Bukankah Tuan Muda Yie Junghwa baru saja dipromosikan menjadi jenius terbaik yang ada di Klan Yuang Yie, lalu siapa gadis yang berani menantang tuan muda?." tanya salah seorang murid Klan Yuang Yie.


"Gadi itu sedang mencari perhatian saja, lihatlah ia akan kalah telak dalam satu serangan." ucap murid Klan Yuang Yie lainnya. Mereka mengatakan hal itu karna belum pernah melihat seberapa mengerikan kekuatan yang Xiao Ziya miliki.


Xiao Ziya dan Yie Junghwa naik ke atas arena pertarungan, mereka berdua saling menatap dengan tatapan tajam. Yie Junghwa mengeluarkan sebuah pedang dan membuat kuda kuda untuk bersiap menyerang Xiao Ziya sedangkan gadis hanya menatap dengan tatapan menjengkelkan.


"Akan ku beri tau dimana posisimu sekarang." ucap Yie Junghwa, pemuda itu membuat kobaran api besar menyelimuti pedang miliknya.


"Silahkan beritahu dimana posisi saya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman remeh.


"Jurus api membelah langit tingkat satu." triak Yie Junghwa, pemuda itu menggerakkan pedangnya dengan sangat cepat. Banyak orang yang tak bisa membaca pergerakan dari Yie Junghwa namun Xiao Ziya bisa melihatnya dengan sangat jelas.


Yie Junghwa menyerang Xiao Ziya secara berutal hingga gadis itu tak memiliki kesempatan untuk menyerang balik, pedang milik pemuda itu mengenai baju yang digunakan oleh Xiao Ziya hingga membakar satu sisi dari baju tersebut. Xiao Ziya menatap tajam dengan mata merah miliknya, ia marah karna baju kesayangannya rusak.


"Hei kau merusak baju saya." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Ahahaha aku akan mengoyak bajumu hingga kau telanjang." ucap Yie Junghwa dengan sangat percaya diri, perkataannya membuat iblis yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya bangkit.


Aura membunuh, aura pemimpin, aura menindas, aura dingin, dan api hitam milik Xiao Ziya meledak dari tubuh gadis itu. Suasana yang tadinya biasa saja tiba tiba berubah menjadi mencekam, Xiao Ziya terlihat sangat marah ia menggenggam pedang hitamnya dengan erat.


"Kau ingin kehilangan kepalamu itu?." ucap Xiao Ziya kemudian melesat dengan kecepatan maksimal yang ia miliki, kurang dari satu detik gadis itu berada di hadapan Yie Junghwa.


"Bagaimana bisa?." ucap Yie Laingfu, ia tak percaya jika keponakan yang baru saja ia temui memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


"Saya memberi muka karna kau adalah cucu dari kakek." ucap Xiao Ziya yang masih mengarahkan pedangnya pada leher Yie Junghwa.


"Kau iblis!!!." teriak Yie Junghwa dengan gemetaran, pedangnya jatuh karna tak bisa menahan tekanan yang diberikan oleh Xiao Ziya. Tanpa pemuda itu sadari ia kencing di celana saking takutnya dengan ancaman yang diberikan oleh Xiao Ziya.


"Ya saya memang seorang iblis, namun saya jauh lebih baik dari mu dalam hal menghargai orang lain." ucap Xiao Ziya yang semakin mendekatkan pedang hitamnya dengan leher Yie Junghwa.


Yie Laingfu bingung apa yang harus ia lakukan untuk meredam amarah dari gadis itu, tatapan dari Xiao Ziya mengisyaratkan bahwa ia tak sedang bermain main dengan ucapannya. Yie Junghwa naik ke atas arena kemudian bersujud di hadapan Xiao Ziya untuk meminta belas kasih pada gadis itu.


"Tolong ampuni nyawa putra saya." ucap Yie Laingfu. Mendengar permohonan dari pria itu tak membuat amarah Xiao Ziya mereda.


"Putramu membuat amarah saya meledak, hak ini tak ada hubungannya dengan anda." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Kakek tolong saya." ucap Yie Junghwa yang meminta bantuan pada kakeknya. Ia tak ingin mati saat usia muda seperti ini.


"Kau harus bertanggung jawab atas tindakan mu cucuku." ucap Yie Gu, ia tak akan membantu cucunya kali ini. Biarkan Yie Junghwa belajar bahwa tak semua orang bisa ia pandang rendah hanya karna ia seorang jenius dari Klan Yuang Yie.


"Lepaskan kakakku!!!." teriak Yie Munha dengan sangat lantang, ia tak akan membiarkan kakak laki lakinya yang berharga itu mati di tangan gadis antah berantah.


"Kau tau Dewa Agung perah meminta pengampunan pada saya, lalu saya tetap memenggal kepalanya karna dia sangat menyebalkan." ucap Xiao Ziya dengan senyum mengerikan. Meski Dewa Agung tak sekuat para pemimpin dari Dunia Manusia Abadi, namun dengan perkataan gadis itu semua orang tau bahwa Xiao Ziya bukanlah orang yang bisa diremehkan.


"Aku mengaku salah karna merendahkan mu. Tolong lepaskan aku, hal seperti ini tak akan pernah ku ulangi lagi." ucap Yie Junghwa dengan tubuh lemas, ia salah karna meremehkan seseorang yang baru saja ia temui.


Xiao Ziya menurunkan pedangnya ia memberi satu pukulan telak pada perut Yie Junghwa hingga pemuda itu terpental beberapa meter ke belakang dan pingsan. Yie Laingfu dan kedua anaknya yang lain langsung berlari ke arah Yie Junghwa untuk memastikan kondisi pemuda itu, mereka sangat lega saat melihat Yie Junghwa masih bernafas.


"Kali ini saya mengampuni nyawamu, ingatlah untuk mendidik anak anakmu dengan baik paman." ucap Xiao Ziya yang langsung turun dari arena pertarungan, gadis itu berjalan ke arah sang kakek dan meminta maaf atas kekacauan yang ia buat.


"Ini bukan salahmu cucuku, setiap orang harus menunjukkan kekuatan mereka agar dihargai oleh yang lain. Kau memang pantas menjadi cucu seorang pemimpin Klan Yuang Yie." ucap Yie Gu, ia sanggar bangga pada Xiao Ziya. Meskipun Ziya terlahir sebagai seorang perempuan, ia tak menunjukkan sisi lemahnya pada siapapun.


Hai semuanya Miss you guys, author kangen banget sama kalian. Akhirnya bisa up juga hehe, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian.

__ADS_1


__ADS_2