RATU IBLIS

RATU IBLIS
10 Murid Terbaik


__ADS_3

Tentu untuk melakukan perbuatan keji seperti itu mereka perlu mendapat persetujuan dari Xiao Ziya karna gadis itu pemilik dari wilayah Kekaisaran Qiyu. Semua penduduk menghentikan aktivitas mereka untuk melihat pelajaran apa yang akan Xiao Ziya berikan pada para bandit tak tau diri itu.


"Terlalu banyak bicara." ucap Xiao Ziya yang melesat ke arah para bandit itu dan menampar pipi mereka menggunakan kekuatan spiritual miliknya hingga beberapa bandit mengalami luka yang cukup fatal.


Tulang rahang mereka patah, ada puluhan gigi yang lepas dari tempatnya. Pemimpin kelompok bandit itu terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh seorang gadis muda, pemimpin bandit bersujud dihadapan Xiao Ziya dan meminta ampun atas kelancangan mereka.


"Jangan membuat onar di wilayahku, kalian mengerti?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, ia tak ingin hal semacam ini terulang lagi.


"Baik kami mengerti nona, maaf karna membuat anda tak nyaman. Kami melakukan semua ini untuk mendapatkan uang." ucap ketua bandit yang sedikit bercerita tentang pengalaman kelompoknya itu, awalnya mereka hanya penduduk biasa yang sedang mencari pekerjaan di berbagai tempat namun tak ada yang mau menerima mereka.


Kondisi keuangan keluarga merekapun terpuruk, karna itulah dengan sangat terpaksa mereka membentuk sebuah kelompok bandit yang menjarah dan merampok di berbagai desa kecil di sebuah wilayah Kekaisaran ataupun kerajaan.


"Mendaftarkan sebagai prajurit penjaga perbatasan, saya yakin kalian mengenal wajah wajah kelompok bandit lain dari berbagai wilayah. Kalian akan mendapat gaji pokok sebanyak dua puluh koin emas perbulan dan bantuan berupa beras serta makanan yang lain." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sebuah tawaran yang lebih baik pada kelompok bandit tersebut.


"Terimakasih atas kebaikan nona muda, namun sangat sulit untuk masuk kedalam kelompok prajurit." ucap ketua bandit dengan wajah lesuhnya, alangkah lebih baik jika mereka memiliki pekerjaan dan menghasilkan uang bersih.


"Bawa token ini, pulanglah ke rumah kalian masing masing ajak anggota keluarga kalian kesini. Temui saya di tempat ini sore nanti." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi meninggalkan sekumpulan kelompok bandit tersebut. Para penduduk yang menyaksikan kejadian itu tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Apakah nona muda mereka memang memiliki sisi baik seperti itu? atau semua ini hanyalah tipu muslihat semata untuk menangkap kelompok bandit tersebut.


Wanita paruh baya yang diselamatkan oleh Xiao Ziya masih terdiam terpaku di tempatnya, ia sedang mengingat ingat wajah gadis yang menyelamatkannya itu.


"Bukankah dia nona muda yang memberi pekerjaan pada putraku?." ucap wanita paruh baya itu yang ingat jelas wajah Xiao Ziya. Wanita paruh baya itu ibu dari Aron.


Xiao Ziya memasuki gerbang Akademi Kekaisaran Qiyu tanpa ada yang menghalanginya, gadis itu berjalan menuju ruang kerja kepala akademi.


Tok tok tok, suara pintu ruang kerja kepala akademi yang diketuk oleh Xiao Ziya.


"Silahkan masuk." ucap Xiao Xun dari dalam ruang kerjanya, ia tak tau siapa yang mengunjunginya sepagi ini. Setelah pintu di buka nampaklah wajah adik kesayangannya dari Xiao Xun.


"Salam saya pada kepala akademi." sapa Xiao Ziya dengan formal karna ia ingin membahas hal yang serius dengan kakak keduanya itu.


"Salam hormat saya pada master Ziya." ucap Xiao Xun yang membalas salam dari adik perempuannya, di dalam Akademi Kekaisaran Qiyu Ziya memiliki jabatan paling tinggi di antara yang lain.


"Ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap Xiao Ziya yang duduk di sebuah kursi, ia menatap ke arah Xiao Xun dengan tatapan serius seolah olah ada hal penting yang ingin Ziya sampaikan.


"Silahkan jika ada hal yang ingin anda diskusikan dengan saya." ucap Xiao Xun yang cukup penasaran dengan hal yang ingin Xiao Ziya diskusikan dengannya.


"Saya ingin membawa sepuluh murid terbaik di Akademi Kekaisaran Qiyu untuk mengajar orang orang dari dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan keinginannya, selain murid Akademi Kekaisaran Qiyu ada beberapa orang yang akan ia ajak juga ke dunia semesta tingkat rendah.


"Mereka ada di sini?." tanya Xiao Xun, ia tak pernah mendengar ada orang dari dunia semesta tingkat rendah yang datang ke dunia bawah untuk berguru. Sudah sejak lama hubungan antara dunia semesta tingkat rendah dengan lapisan dunia lain memburuk.

__ADS_1


"Tidak mereka tak ada di sini, saya akan membawa sepuluh murid terbaik Akademi Kekaisaran Qiyu untuk pergi ke dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Ziya, mendengar perkataan dari sang adik membuat Xiao Xun terkejut. Mengapa adiknya itu harus repot repot mengajarkan seni bela diri pada orang orang yang tak memiliki akar sihir maupun bisa menyerap energi qi?.


"Mengapa kita harus membantu mereka? bukankah mereka musuh bebuyutan dari dunia bawah?." tanya Xiao Xun, ia perlu penjelasan dari adiknya itu.


"Karna dunia semesta tingkat rendah sudah ada di bawah kekuasaan saya." jawab Xiao Ziya dengan singkat, apapun yang berada di bawah kekuasaan Xiao Ziya akan mendapat keuntungan berlimpah.


Xiao Xun terdiam sejenak ia sedang berfikir bagaimana cara adik kecilnya itu menaklukkan dunia semesta tingkat rendah yang memiliki banyak barang barang aneh, beberapa kultivator yang datang kesana tak pernah pulang ke dunia asal mereka. Jika benar dunia semesta tingkat rendah ada di bawah kekuasaan Xiao Ziya maka permusuhan antara beberapa lapisan dunia akan terselesaikan, dan kemungkinan besar mereka bisa saling bertukar ilmu.


"Baiklah saya akan membawa anda ke salah satu kelas murid terbaik saat ini." ucap Xiao Xun, ia bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang kerja. Xiao Ziya mengikuti kakak keduanya dari belakang agar tak menimbulkan keributan.


Saat berjalan menuju kelas khusus untuk para murid terbaik suasana lorong lorong kelas masih sama seperti pertama kali Xiao Ziya datang ke Akademi Kekaisaran Qiyu, ada beberapa bangunan yang sedang direnovasi. Xiao Ziya tersenyum tipis mengingat kenangan saat ia menjadi murid akademi biasa sama seperti yang lain. Tak lama kemudian mereka berdua sampai di depan sebuah kelas, Xiao Xun mengetuk pintu kelas tersebut beberapa kali.


Pintu kelas pun dibuka, guru yang saat itu sedang mengajar langsung berlari ke arah Xiao Xun dan Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada kepala akademi dan master Ziya." ucap guru tersebut dengan sangat sopan.


"Saya datang untuk mengantar master Ziya." ucap Xiao Xun yang melihat ke arah adik perempuannya.


Sang guru langsung mengerti jika ada hal penting yang ingin Xiao Ziya sampaikan pada murid muridnya, guru itupun masuk kembali ke dalam kelas dan berpamitan pada muridnya yang lain.


"Terimakasih karna mengizinkan saya untuk menggunakan waktu mengajar anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang terlihat manis.


"Sebuah kehormatan bagi saya bisa membantu Master Ziya, saya permisi terlebih dahulu." ucap guru tersebut yang langsung pergi menuju ruang kerjanya.


"Jika urusan mu sudah selesai datanglah ke ruang kerja ku lagi, kita akan makan bersama." ucap Xiao Xun sebelum pergi, sudah lama ia tak menghabiskan waktu berdua dengan adik perempuannya. Mungkin setelah ini mereka akan terpisah cukup lama karna Xiao Ziya harus pergi ke lapisan dunia manusia abadi.


"Baiklah saya akan datang." ucap Xiao Ziya dengan lirih.


Gadis itu melangkah masuk kedalam kelas, semua murid langsung terdiam dan menatap ke arah Xiao Ziya. Kecantikan dan keanggunan Xiao Ziya sering membuat seseorang lupa untuk berkedip begitupun dengan para murid laki laki yang sedang kagum dengan paras cantik Xiao Ziya.


"Selamat pagi semuanya, maaf saya akan mengganggu waktu kalian untuk beberapa saat." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara santai, ia melihat beberapa siswa yang dikenalnya.


"Kami sangat senang karna mendapat kunjungan dari Master Ziya." ucap semua murid secara serentak, kedatangan seorang master ke kelas mereka tentu untuk membahas sesuatu yang penting.


"Saya akan memilih 10 murid untuk di ajak ke dunia semesta tingkat rendah, sepuluh murid yang terpilih akan menjadi guru khusu untuk membimbing orang orang dari dunia semesta tingkat rendah menjadi seorang seniman bela diri. Di sana kesepuluh murid terpilih akan mendapatkan gaji serta fasilitas yang luar biasa." ucap Xiao Ziya, ia menjelaskan sedikit maksud kedatangannya.


"Bukankah dunia bawah dan dunia semesta tingkat rendah bermusuhan?." tanya salah seorang murid dengan wajah kebingungan.


"Itu dulu, sekarang dunia semesta tingkat rendah ada di bawah kepemimpinan saya. Ini saatnya para kultivator dan orang orang moderen bersatu, jika kita tidak cepat kemungkinan akan terjadi hal buruk di sana." ucap Xiao Ziya yang khawatir jika para pemimpin generasi sebelumnya menekan ketiga mafia bersaudara untuk turun dari kursi kepemimpinan sebelum ia datang ke sana.

__ADS_1


Pada murid saling bertatapan satu sama lain, ini keputusan yang cukup sulit untuk mereka. Pergi ke sebuah lapisan dunia yang sangat asing bukanlah hal yang menyenangkan, bagaimana cara mereka bertahan hidup di sana? makanan apa yang orang orang dunia semesta tingkat rendah makan, apakah koin emas bisa di jual ataukah tidak?. Banyak hal yang sedang dipertimbangkan oleh para murid yang ada di kelas tersebut.


"Saya akan memilih kesepuluh murid tersebut, suka atau tidak kalian harus ikut dengan saya." ucap Xiao Ziya yang tak akan memberi kesempatan pada kesepuluh murid terpilih untuk menolak.


Semua murid menjadi diam, mereka lupa jika gadis muda yang ada di hadapan mereka memiliki otoritas tertinggi di dunia bawah. Mau tidak mau kesepuluh murid terpilih itu harus ikut dengan Xiao Ziya, jika tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


"Kalian tenang saja, banyak hal yang bisa kalian pelajari di sana. Misalnya kalian bisa belajar cara membidik musuh dengan sebuah senjata api." ucap Xiao Ziya, beberapa murid tak mengerti dengan perkataan gadis itu karna mereka belum pernah melihat wujud dari senjata api.


"Apa itu hal yang luar biasa?." tanya seorang murid perempuan, sepertinya ia sangat penasaran dengan wujud senjata api.


Xiao Ziya mengajak semua murid yang ada di kelas itu untuk pergi ke lapangan tempat para murid berlatih, Xiao Ziya akan menunjukkan bagaimana cara kerja dari senjata api yang bernama pistol. Setelah sampai di lapangan latihan, para murid mengambil posisi beberapa meter di belakang Xiao Ziya mereka ingin melihat hal yang ingin diperlihatkan oleh Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengeluarkan pistol kembar yang ia dapatkan dari tiga mafia bersaudara. Melihat senjata berukuran kecil yang sedang dipegang oleh gadis itu membuat para murid menjadi ragu, sebuah senjata kecil tak akan menimbulkan kerusakan yang fatal.


"Perhatikan baik baik." ucap Xiao Ziya yang mulai serius.


Xiao Ziya akan menembak sebuah apel yang sudah diletakkan di sebuah pohon, jarak antara Xiao Ziya berdiri dengan pohon itu cukup jauh. Seorang kultivator yang menggunakan panah ataupun tombak tak akan bisa menyerang musuh mereka dengan jarak yang diambil oleh Xiao Ziya. Ziya menajamkan penglihatannya, ia fokus pada buah apel yang jauh di depan sana.


Suara tembakan pistol kembar milik Xiao Ziya menggema di seluruh wilayah Akademi Kekaisaran Qiyu, daya ledak pistol milik Ziya memang sangat kuat. Dua buah peluru meluncur secara bersamaan dengan kecepatan tinggi, kedua peluru itu mengenai buah apel yang diletakkan di atas pohon hingga buah tersebut jatuh.


Seorang murid berlari ke arah pohon tersebut, ia mengambil apel yang telah dibidik oleh Xiao Ziya menggunakan senjata yang sangat asing bagi para murid. Setelah mengambil apel itu sang murid berlari ke arah Xiao Ziya dan menunjukkan ekspresi terkejut.


"Bagaimana bisa sebuah senjata kecil seperti itu membuat lubang pada buah apel?." ucap sang murid yang tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Beberapa murid lain merasa penasaran, merekapun mendekat untuk melihat bagaimana kondisi dari buah apel tersebut. Dua lubang yang saling berdekatan dengan bekas sedikit kecoklatan akibat percikan api saat peluru itu meluncur dengan kecepatan tinggi.


"Kami bisa mempelajari hal sehebat ini jika terpilih untuk pergi ke dunia semesta tingkat rendah?." tanya seorang murid yang menjadi antusias.


"Banyak hal hebat yang akan kalian pelajari di sana." ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya, eskpresi para murid sangatlah lucu.


"Baiklah kami akan melakukan tes agar bisa ikut dengan master." ucap para murid dengan serempak.


Untuk memilih sepuluh murid terbaik bukankah hal yang sulit bagi Xiao Ziya karna dalam sekejam mata ia bisa melihat siapa murid yang memiliki energi qi dan energi spiritual terbanyak dan terkuat. Namun ada beberapa hal yang perlu di uji agar murid murid yang ia kirim ke dunia semesta tingkat rendah nanti tak menjadi bahan ejekan orang orang di sana.


"Satu hal yang perlu saya uji, kalian bisa berlari mengelilingi lapangan ini. Siapapun yang paling banyak berlari memutari lapangan ini akan lolos dan ikut saya ke dunia semesta tingkat rendah. Kalian mengerti!!." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


Para murid mulai mengambil posisi mereka masing masing, Xiao Ziya memberi aba aba hitungan satu hingga tiga dan para murid mulai berlari mengitari lapangan yang ada di belakang kelas. Sembari menunggu dan mengamati, Xiao Ziya duduk di sebuah pohon yang sangat rindang gadis itu akan melihat kecepatan dan ketangguhan dari pada murid tersebut.


"Kalian hanya memiliki waktu hingga matahari ada di atas kepala. Saya yang akan menghitung seberapa banyak kalian berlari." teriak Xiao Ziya dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Baik kami mengerti Master Ziya." ucap para murid secara serempak. Kesempatan emas ini tak akan mereka sia siakan, mungkin saja di dunia semesta tingkat rendah nanti mereka akan mendapat pengalaman berharga yang belum pernah dirasakan saat berada di dunia bawah.


Hai semuanya, author kembali nih. Aku ga lagi pengen jelasin kenapa Hiatus lama. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2