RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kembali Ke Istana Kerajaan Bintang Timur


__ADS_3

Para pangeran merasa sangat terhina dengan ucapan Xiao Ziya, mengapa jika gadis itu memiliki status ataupun identitas yang lebih tinggi daripada mereka? Lagipula untuk apa seorang anak perempuan sangat terobsesi dengan hal hal berbau kepemimpinan. Gadis itu nantinya akan menjadi seorang ibu dan sibuk mengurus anak serta suaminya, jadi lebih baik Xiao Ziya mulai meninggalkan kegilaannya terhadap kekuasaan.


"Kami juga tak tertarik pada gadis seperti Anda, lebih baik kami menikah dengan seorang gadis desa yang bisa merawat diri dan menjaga suami dengan baik daripada gadis gila kekuasaan seperti anda." ucap Pangeran Yuan Anzu dengan senyuman meremehkan yang ia tunjukkan pada Xiao Ziya.


Bukannya merasa tersindir Xiao Ziya malah tertawa dengan cukup kencang hingga membuat mereka semua keheranan termasuk Raja Artur. Bagaimana jika nanti tak ada yang sanggup mengimbangi kekuatan maupun kekuasaan yang dimiliki oleh Xiao Ziya? akankah gadis itu hidup sendirian hingga ia menua?.


"Saya tau jika selera para pangeran adalah gadis desa yang penurut, baguslah jika tak ada yang tertarik dengan saya." jawab Xiao Ziya masih dengan suara tawanya.


Putra Mahkota Yuan Konju menggenggam sarung pedang yang ada di tangannya dengan erat, ia sudah sangat sabar mendengar ocehan menyebalkan dari gadis bernama Xiao Ziya itu. Mungkin Xiao Ziya memiliki kekuasaan yang sangat luar biasa hingga mengalahkan para dewa karna keberuntungan yang ia miliki, Putra Mahkota Yuan Konju sangat yakin jika kekuatan gadis itu lebih lemah darinya. Sang putra mahkota tiba tiba mengeluarkan pedang miliknya dan berlari ke arah Xiao Ziya, menyadari ada seseorang yang ingin menyerang Xiao Ziya langsung berbalik arah dan menatap tajam ke arah Putra Mahkota Yuan Konju.


Mata Xiao Ziya berubah menjadi merah dengan siluet kobaran api yang terlihat samar samar, Raja Artur menatap ke arah penerusnya itu ia merasakan kekuatan yang familiar pada tubuh Xiao Ziya. Saat pedang Putra Mahkota Yuan Konju sangat dekat dengan kepala gadis itu ada hal aneh yang terjadi, sebelum mengenai leher Xiao Ziya pedangnya sudah hancur menjadi abu.


"Bagaimana bisa Anda ingin menikahkan saya dengan pengecut seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, gadis itu berbalik arah dan menatap Raja Yuan Monzi dengan senyuman tipis yang terlihat menyeramkan.


"Putra saya merasa tersinggung dengan perkataan Anda sebelumnya. Saya harap Anda bisa lebih menjaga tutur kata." jawab Raja Yuan Monzi yang tak ingin disalahkan mengenai serangan dari sang putra mahkota.


"Jika pedang tadi sampai melukai gadis itu, maka kami para iblis yang tinggal di alam neraka siap menyerang kerajaan Anda." ucap Raja Artur, pria itu sangat marah dengan sikap anggota Kerajaan Yuan Liong yang tak bisa menghormati Xiao Ziya.


Raja Yuan Monzi merasa sangat pusing, semua hal yang telah ia rencanakan dan disusun dengan baik menjadi hancur begitu saja. Saat ini kemungkinan bersatunya Kerajaan Yuan Liong dengan Alam Neraka adalah nol persen, sudah banyak hal buruk yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Yuan Liong hingga merusak hubungan kerja sama mereka. Raja Artur juga sangat muak dengan Raja Yuan Monzi, pria itu sering mempermainkan wanita hanya karna tampangnya yang sedikit tampan.


"Saya akan memberi hukuman pada putra saya nanti, saya harap Yang Mulia Raja Artur tak menaruh dendam pada kami." ucap Raja Yuan Monzi dengan keringat dingin yang mulai bercucuran dari keningnya. Ia harus lebih mengalah dan menekan egonya yang sangat tinggi untuk memenangkan perselisihkan kali ini, jika Raja Yuan Monzi bisa meyakinkan Raja Artur maka ia akan mendapat keuntungan besar.


"Saya tak menaruh dendam pada kalian." jawab Raja Artur dengan singkat.


"Saya akan menyimpan masalah hari ini di hati saya, di lain hari jika hal seperti ini terulang kembali, saya pastikan Istana Kerajaan Yuan Liong akan rata dengan tanah." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi dari aula utama Kerajaan Yuan Liong. Sepertinya gadis itu sudah sangat malas mendengar ocehan ocehan tak berguna dari sang raja dan anggota kerajaan yang lain.


Saat Xiao Ziya ingin membuka pintu aula utama Kerajaan Yuan Liong gadis itu merasakan bahwa ada beberapa prajurit yang menahan pintu tersebut dari sisi yang lain. Xiao Ziya menoleh ke arah Raja Yuan Monzi seperti sedang meminta penjelasan mengenai hal itu, sang raja hanya diam dan tersenyum lebar pada Xiao Ziya. Saat Xiao Ziya berhasil memanggil Raja Artur dan membuatnya datang ke Istana Kerajaan Yuan Liong, dengan segera sang raja memberikan isyarat pada beberapa prajurit untuk menutup semua akses keluar masuk dari istananya dan meminta para penyihir Kerajaan Yuan Liong membuat sebuah pembatas tingkat tinggi agar Raja Artur dan Xiao Ziya tak bisa keluar dengan mudah.


Karna tak mendapat jawaban apapun dari sang raja, Xiao Ziya mengambil empat belas belati yang ada di dalam cincin semesta miliknya. Gadis itu tak lupa mengolesi ujung mata belati dengan racun mematikan yang ia racik sendiri, setelahnya Xiao Ziya langsung melihat ke berbagai arah yang ada di ruang aula tersebut.


"Ketemu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman senang. Gadis itu melempar empat belas belati miliknya ke berbagai arah. Dalam beberapa detik ada belasan orang yang keluar dari tempat persembunyian mereka karna kesulitan bernafas setelah ada sebuah belati yang menancap tepat di jantung.


Empat belas orang yang tengah bersembunyi itu adalah mata mata khusus Kerajaan Yuan Liong yang memiliki tugas untuk mengawasi tindakan maupun pergerakan Xiao Ziya saat berada di dalam aula Kerajaan Yuan Liong. Jika ada suatu hal yang terjadi di luar rencana sang raja maka para mata mata itu akan memberitahukan pada prajurit dan pelayan agar bisa membantu sang raja membuat rencana baru.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pada orang orang ku!!!" bentak Raja Yuan Monzi dengan amarah menggebu gebu, ia akan mengalami kerugian yang sangat besar jika keempat belas mata mata setianya itu sampai mati dengan cara yang tragis seperti ini.


"Saya membenci hal hal kotor seperti ini." jawab Xiao Ziya, lagipula banyak kejanggalan yang terdapat dalam aturan tertulis maupun tak tertulis yang ada di Kerajaan Yuan Liong ini. Menurut Xiao Ziya para penduduk Kerajaan tak mendapatkan hak yang semestinya mereka dapatkan karna kepemimpinan mutlak berada di tangan sang raja, Raja Yuan Monzi juga berhak membunuh siapapun yang berada di dalam wilayah kekuasaannya tanpa perlu mencari alasan khusus. Xiao Ziya sudah sangat muak saat pertama kali membaca semua aturan itu yang tertulis dengan jelas di sebuah papan besi yang ada di dinding gerbang masuk Istana Kerajaan Yuan Liong.


"Bam!." ucap Xiao Ziya sembari membuat tangannya seperti sedang memegang sebuah pistol. Setelah ucapan gadis itu tiba tiba keempat belas mata mata Kerajaan Yuan Liong jatuh ke lantai dengan tubuh bersimbah darah. Mereka mati karna belati yang menancap di jantung mereka meledak dan mengakibatkan hancurnya semua organ dalam maupun beberapa anggota tubuh.


Putri Yuan Almi, Putri Yuan Jianli, dan Putri Yuan Zizi memejamkan mata mereka dengan sangat rapat karna tak ingin melihat hal mengerikan seperti itu. Di sisi lain saat ini Raja Yuan Monzi terlihat begitu frustasi setelah kematian semua mata mata setia yang ia miliki.


"Anda salah jika berurusan dengan gadis itu, saya bahkan tak sanggup mengatasinya ketika ia sedang serius ataupun marah." ucap Raja Artur yang memberikan sedikit teguran pada mantan rekan kerjanya itu.


"Apakah Anda sedang sibuk sekarang kakek tua?." tanya Xiao Ziya pada Raja Artur, karna panggilan yang ia buat sangat mendadak kemungkinan besar Raja Artur meninggalkan beberapa tugas penting di ruang kerjanya.


"Ada banyak dokumen yang harus saya periksa, jika boleh saya ingin kembali ke Istana Neraka sekarang juga." ucap Raja Artur yang sedang mengungkapkan keinginannya pada Xiao Ziya dengan tatapan memohon.


"Kembalilah jika Anda ingin kembali. Saya minta maaf karna telah menguras waktu Anda hanya untuk meladeni para sampah masyarakat ini, saya bisa mengatasinya sendiri." ucap Xiao Ziya, gadis itu membungkukkan sedikit badannya sebagai simbol bahwa ia benar benar merasa bersalah pada Raja Artur.


"Tak perlu sungkan padaku gadis nakal, sampai jumpa." ucap Raja Artur yang langsung membaca mantra teleportasi. Dalam sekejap kata Raja Artur sudah menghilang dari pandangan Xiao Ziya maupun anggota Kerajaan Yuan Liong.


"Formasi sihir tuju bintang." ucap ketujuh pangeran itu secara bersamaan.


Xiao Ziya melihat tuju warna yang berbeda pada kilauan mata masing masing pangeran, gadis itu juga dapat merasakan kekuatan sihir yang cukup kuat sedang menahan tubuhnya. Saat menundukkan kepalanya ke bawah Xiao Ziya tersenyum karna ada tuju lambang sihir kuno yang sangat ia kenali. Formasi tuju bintang milik ketujuh Pangeran Kerajaan Yuan Liong masih belum sempura, karna hal itu Xiao Ziya dapat membebaskan dirinya dengan mudah.


"Kalian ingin menahan saya di sini?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang sangat mencurigakan.


"Kami akan memberikan pelajaran pada gadis sombong seperti dirimu." jawab Pangeran Yuan Wengi dengan amarah yang sudah memuncak di ubun ubun.


"Lakukanlah jika kalian mampu." ucap Xiao Ziya yang langsung mengambil pedang hitamnya dari dalam cincin semesta, setelah itu Xiao Ziya menancapkan pedang tersebut pada salah satu tulisan kuno yang berada di bawah kakinya.


Formasi tuju bintang mulai goyah karna kekuatan antara formasi tersebut dengan pedang hitam saling bertabrakan satu sama lain, Xiao Ziya mengalirkan sebagian energi qi miliknya hingga menyebabkan suara ledakan yang cukup kuat. Ketujuh Pangeran Kerajaan Yuan Liong terpental cukup jauh dari tempat mereka berdiri sedangkan Xiao Ziya masih berdiri dengan tegak di tempatnya tanpa tergeser sedikitpun. Ratu Yuan Mingi, Permaisuri Yuan Bianze, Selor Yuan Celing, dan Selir Yuan Zeina berlari menghampiri putra mereka masing masing dengan raut wajah khawatir.


"Bawa putra kalian pergi sebelum saya bertambah marah pada mereka." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu ingin segera kembali ke Istana Kerajaan Bintang Timur sebelum pagi datang. Siapapun yang menghalanginya akan ia singkirkan tanpa pandang bulu.


"Beraninya gadis sepertimu melukai anak saya!." bentak sang ratu yang tak terima dengan perlakuan Xiao Ziya.

__ADS_1


"Bagaimanapun saat ini Anda berada di wilayah kekuasaan orang lain, mengapa Anda tak menunjukkan sikap baik." sambung Permaisuri Yuan Bianze.


"Hust, kalian terlalu berisik." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar.


"Lihatlah Raja Yuan Monzi hanya diam saja tanpa ingin membantu putra putranya." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah pria memuakkan itu.


Setelah suasana menjadi lebih tenang Xiao Ziya kembali berjalan ke arah pintu keluar aula utama Kerajaan Yuan Liong, ternyata para prajurit itu masih sangat keras kepala dan terus menghalangi jalannya. Dengan sangat terpaksa Xiao Ziya menebaskan pedang hitamnya hingga pintu tersebut hancur menjadi ribuan kepingan kecil, para prajurit yang sedari tadi menahan di bagian lain pintu keluar masuk aula juga mati dengan beberapa bagian tubuh yang terpotong. Raja Yuan Monzi hanya diam menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan kosong, tiba tiba sang raja tersenyum dengan senyuman menggelikan.


" Nona Ziya!!!." triak Raja Yuan Monzi yang memanggil Xiao Ziya.


"Apa lagi?." tanya Xiao Ziya dengan nada ketus, mengapa pria sialan itu memanggil namanya lagi.


"Bagaimana jika Anda menikah dengan saya dan menjadi istri saya yang kelima." ucap Raja Yuan Monzi. Perkataanya membuat Xiao Ziya dan anggota keluarga kerajaan yang lain merasa terkejut. Xiao Ziya menajamkan pandangannya, mengapa pria itu malah ingin menikahinya??.


"Saya tak bersedia menikah dengan pria tua bangka seperti Anda." jawab Xiao Ziya dengan ketus.


"Bukankah saya masih sangat tampan? saya ini masih memiliki jiwa muda." ucap Raja Yuan Monzi, pria itu sedang membangga banggakan ketampanannya yang tak seberapa itu pada Xiao Ziya.


"Lain kali Anda perlu mengaca di cermin bukan di kubangan lumpur." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi dari Istana Kerajaan Yuan Liong, gadis itu menembus lapisan sihir yang telah di pasang hingga lapisan sihir tersebut pecah.


Raja Yuan Liong menatap kepergian Xiao Ziya dengan tatapan penuh cinta, otak pria itu seperti sudah tak waras lagi. Mungkin Xiao Ziya adalah gadis tercantik yang pernah ia temui, namun sangat tak wajar jika pria yang sudah memiliki empar istri ingin meminang gadis muda berusia lima belas tahun.


Setelah berhasil keluar dari Istana Kerajaan Yuan Liong, Xiao Ziya dengan cepat melesat menuju wilayah perbatasan dan melewati semua prajurit yang sedang berjaga. Kali ini para pemanah khusus yang sudah kembali ke persembunyian mereka tak bisa melihat kepergian Xiao Ziya karna kecepatannya sangat luar biasa.


"Sialan mengapa saya bertemu dengan pria gila seperti Raja Yuan Monzi." ucap Xiao Ziya yang merasa lega karna bisa menjauh sejauh mungkin dengan pria yang sangat tergila-gila dengan kecantikan seseorang.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di depan gerbang masuk wilayah Kerajaan Bintang Timur, para prajurit penjaga gerbang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk ke dalam, mereka juga membungkukkan badan sebagai tanpa penghormatan terhadap gadis itu.


"Selama saya pergi apakah ada sesuatu yang terjadi?." tanya Xiao Ziya pada salah seorang prajurit yang berdiri di paling ujung.


"Semua aman terkendali, hujan merah darah sudah berhenti beberapa saat yang lalu. Para penduduk mulai kembali ke rumah mereka masing masing, mereka juga sangat berterimakasih atas bantuan yang Anda berikan." ucap prajurit itu dengan senyuman senang, gadis yang memiliki status sebagai anak tiri Raja Yongling Zu itu memiliki pengaruh yang baik bagi penduduk Kerajaan Bintang Timur daripada anak anak dari Selir Mue Zu.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2