
Su Mingji menatap bingung ke arah Xiao Ziya, mengapa gadis manusia itu mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari Alam Neraka?. Su Mingji bersama beberapa anggota sayap kanan lain menertawakan perkataan Xiao Ziya.
"Sudahlah Nona Ziya, kami semua tau bahwa Anda adalah keponakan dari Tuan Lee Brian namun tidak mungkin seorang manusia menjadi bagian dari Alam Neraka." sindir Luo Xunzo yang sedang tertawa dengan kencang.
"Terserah kalian ingin percaya ataukah tidak, mari kita melanjutkan pertarungan ini Nona Su Mingji. Jangan terlalu banyak mengatakan hal-hal yang tidak penting." tegur Xiao Ziya. Gadis itu tidak suka terlalu banyak basa-basi saat sedang bertarung.
Su Mingji menggeretakkan giginya, ia merasa sangat kesal dengan tingkat angkuh yang Xiao Ziya miliki. Su Mingji mengeluarkan cahaya berwarna putih keemasan, cahaya itu melesat ke arah Xiao Ziya namun tidak terjadi apapun.
"Apakah itu tadi sebuah serangan?." tanya Xiao Ziya sembari membersihkan bajunya yang terkena debu.
"Daripada Nona Su Mingji terus mempermalukan dirinya sendiri, saya akan menunjukkan pada Anda seberapa kuat serangan dari manusia biasa ini." ucap Xiao Ziya.
Tanpa basa-basi Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Su Mingji, gadis itu menggerakkan pedang hitamnya dengan sangat cepat hingga tak bisa ditangkis dengan sempurna oleh Su Mingji. Serangan Xiao Ziya meninggalkan luka pada beberapa bagian tubuh Su Mingji, setelah puas mengukir luka di tubuh wanita yang memaksakan bertunangan dengan pamannya, Xiao Ziya melayangkan sebuah pukulan.
Duar......
Suara ledakan yang sangat kencang, saat memukul perut lawannya terjadi sebuah ledakan energi pada tubuh Xiao Ziya.
Semua orang menyadari ada sesuatu yang berubah dari penampilan gadis itu. Mata Xiao Ziya berubah menjadi merah dengan rambut panjang dilapisi kobaran api yang sangat panas, yang menjadi pusat perhatian adalah sepasang tanduk kecil yang muncul di kepala gadis itu.
"Sepasang tanduk? mengapa gadis manusia itu milik tanduk dari bangsa iblis?." ucap Ling Munzo dengan penuh tanda tanya.
"Ziya sudah mengatakan pada kalian semua bahwa dia bagian dari Alam Neraka, kalian saja yang tidak ingin mempercayai perkataannya tadi." gerutu Lee Brian sembari menatap datar ke arah anggota sayap kanan.
"Saya tidak akan kalah dari manusia lemah seperti Anda!." bentak Su Mingji. Wanita itu kembali berdiri tegak dan bersiap untuk menyerang Xiao Ziya lagi.
Su Mingji Mingji mengangkat pedangnya dengan tinggi, awan hitam yang menyelimuti dunia tempat tinggal para malaikat kematian berputar dengan cepat dan menciptakan sebuah pusaran angin yang sangat besar dan kuat.
Pusaran angin itu turun ke arena pertarungan dan menelan Xiao Ziya. Beberapa malaikat kematian yang menyaksikan kejadian itu sangat khawatir dan hendak naik ke atas arena untuk menyelamatkan keponakan dari sang pemimpi. Belum sempat mereka naik ke atas arena tiba-tiba terjadi sesuatu pada pusaran awan yang menelan Xiao Ziya.
"Jika Nona Su Mingji bertarung menggunakan cahaya maka saya akan melawan dengan kegelapan begitupun dengan sebaliknya." ucap Xiao Ziya dari dalam pusaran awan.
Secara perlahan warna awan yang semula hitam pekat tiba-tiba berubah menjadi biru cerah. Melihat fenomena aneh itu membuat semua orang semakin penasaran dengan kemampuan yang dimiliki Xiao Ziya.
Setelah warna pusaran awan berubah, Xiao Ziya secara tiba-tiba muncul di belakang Nona Su Mingji. Ziya mendorong tubuh wanita itu hingga jarak Su Mingji sangat dekat dengan pusaran awan.
Sebelum Su Mingji tertelan oleh pusaran awan yang tampak berbahaya itu, Ling Munzo sebagai ketua kelompok dari sayap kanan naik ke atas arena pertandingan dan menarik tubuh Su Mingji untuk menjauh. Namun perlu diketahui tidak mudah kabur dari serangan Xiao Ziya.
__ADS_1
"Uh..... lepaskan kami!!." triak Su Mingji saat seluruh tubuhnya terlilit oleh sulur hitam yang keluar dari telapak tangan Xiao Ziya.
"Lepaskan kami Nona Ziya, anggap saja pertarungan ini telah selesai dan Andalah yang menjadi pemenangnya." mohon Ling Munzo pada Xiao Ziya. Sang ketua anggota sayap kanan merasakan pusaran awan itu semakin dekat dengan mereka berdua dan sulur hitam itu masih melilit mereka dengan erat.
"Saya bukanlah gadis pemaaf Tuan Ling Munzo, pertarungan akan terus berlangsung hingga saya merasa puas." jawab Xiao Ziya yang tersenyum miring kearah kedua anggota sayap kanan itu.
Tubuh Su Mingji dan Ling Munzo terhisap oleh pusaran awan hingga tak terlihat lagi. Kaisar Langit bersama beberapa anggota sayap kanan menunjukkan wajah pucat. Mereka semua khawatir jika keduanya mati ataupun terluka parah di dalam pusaran awan itu.
"Saya mohon lepaskan ketua dan juga Nona Su Mingji." ucap ketujuh anggota sayap kanan sembari membungkukkan badan mereka ke arah Xiao Ziya.
"Mengapa saya harus mengampuni nyawa mereka berdua?" tanya Xiao Ziya. Mata merah gadis itu mengeluarkan cahaya berwarna hitam dan saat itu juga Lee Brian menyadari tubuh keponakannya kembali dikuasai oleh energi iblis.
Lee Brian memberikan isyarat pada ketujuh anggota sayap kanan untuk menjauh dari arena pertandingan, setelah semuanya berada di jarak yang aman Lee Brian langsung naik ke atas arena untuk meredakan ledakan energi iblis dari tubuh keponakannya.
"Tenangkan dirimu keponakan ku, jangan sampai energi iblis kembali menguasai akal sehat mu. Jika kau terus seperti ini maka tidak ada kesempatan untuk kembali pada keluarga mu yang berada di dunia bawah." bisik Lee Brian dengan suara pelan tepat di telinga kanan Xiao Ziya.
"Argh menjauhlah dari saya, kedua anggota sayap kanan ini telah mengusik ketenangan saya!!." jerit Xiao Ziya. Gelombang suara yang gadis itu keluarkan membuat beberapa anggota malaikat kematian dan anggota sayap kanan terpental beberapa meter kebelakang.
"Jangan menyakiti orang lain Ziya, mereka semua tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Jika kau ingin membunuh musuh mu maka lakukanlah. Namun sebelum itu lepaskan Tuan Ling Munzo terlebih dahulu." perintah Lee Brian pada keponakan kesayangannya.
"Saya tidak akan membunuh mereka yang tidak bersalah." ucap Xiao Ziya.
"Lakukanlah apapun yang kau inginkan pada wanita itu, paman yang akan melindungi mu." jawab Lee Brian sembari tersenyum lebar.
Dalam sekejap pusaran angin yang menelan tubuh Su Mingji menghilang begitu saja, Su Mingji pun jatuh ke arena pertandingan dengan benturan yang kencang.
"Uhuk uhuk uhuk. Ampuni saya Nona Xiao Ziya, saya akan menyetujui pembatalan pertunangan yang paman Anda inginkan." rintih Su Mingji. Suara wanita itu terdengar sangat lirih dan tak bertenaga.
"Tidak." jawab Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas.
Xiao Ziya kembali mengangkat telapak tangannya, bersamaan dengan itu tubuh Su Mingji kembali terangkat oleh sulur hitam milik Ziya. Setelah tubuh Su Mingji melayang tinggi, Ziya menghempaskannya dengan kencang ke lantai arena pertandingan.
"Cukup Nona Ziya, kami sudah tidak sanggup lagi melihat penyiksaan yang Anda lakukan pada Nona Su Mingji." ucap Zu Junhi dengan tubuh gemetaran.
"Baiklah saya akan mengakhiri penyiksaan ini." jawab Xiao Ziya yang menunjukkan seringainya.
Pedang hitam yang ada di genggaman tangan kanan Xiao Ziya melesat dengan sendirinya ke arah Su Mingji yang masih dalam posisi terangkat cukup tinggi. Dalam satu tebasan kepala Su Mingji terlepas dari badannya.
__ADS_1
"Sudah selesai." ucap Xiao Ziya dengan tatapan puas.
Akhiri dari pertarungan antara Xiao Ziya dan Su Mingji adalah kematian mengenaskan dari pihak si wanita licik. Saat ini darah masih mengalir dengan deras dari bekas tebasan pedang di leher jasad wanita itu.
Xiao Ziya melepaskan lilitan sulur hitamnya dari jasad tubuh Su Mingji, gadis itu memasukkan kembali pedang hitamnya ke dalam cincin semesta.
"Bawa jasad Nona Su Mingji dari ini, apa yang telah terjadi hari ini adalah pelajaran untuk kalian semua. Tidak semua manusia bisa kalian pandang lemah, terkadang Sang Pencipta menitipkan kekuatan luar biasa pada para manusia." tegur Lee Brian pada anggota sayap kanan.
Ling Munzo berusaha untuk menenangkan hatinya yang sedang bergemuruh saat ini, pria itu merasa gagal menjadi ketua dari anggota sayap kanan. Su Mingji salah satu wanita yang berhasil menjadi anggota sayap kanan dengan kemampuan yang dia miliki, akan tetapi nasibnya sangat malang dan mati di tangan seorang manusia biasa.
"Saya sebagai ketua dari kelompok sayap kanan meminta maaf atas kejadian kejadian tak terduga yang terjadi dalam pertemuan kali ini. Kami pamit untuk kembali ke nirwana, sampai jumpa di lain waktu Tuan Lee Brian." pamit Tuan Ling Munzo. Pria itu pergi dengan membawa jasad Su Mingji.
Semua anggota sayap kanan yang hadir dalam pertemuan kali ini bersiap pergi meninggalkan wilayah tempat tinggal para malaikat kematian. Kesembilan anggota sayap kanan mengepakkan sayap putih mereka dan mulai terbang menembus langit.
"Keponakan Anda memiliki sifat yang hampir sama dengan Raja Artur, saya cukup terkejut saat melihat cara Nona Ziya menghabisi musuhnya." kritik Kaisar Langit mengenai cara bertarung keponakan sang Pemimpi Malaikat Kematian.
"Jika saya gagal menghentikannya tadi kemungkinan besar mereka semua akan mati di tangan Ziya." jawab Lee Brian.
"Keponakan Anda sama seperti bom waktu yang bisa meledak kapanpun, saya harap Tuan Lee Brian bisa melatih Nona Ziya untuk mengendalikan amarahnya." pesan Kaisar Langit tanpa menatap langsung ke arah Ziya.
"Anda tidak perlu mencemaskan masalah ini, silahkan kembali ke Kekaisaran Langit. Terimakasih telah bersedia hadir dalam pertemuan kali ini, saya harap Kaisar Langit tidak pernah menjodohkan saya dengan siapapun lagi." pesan Lee Brian.
"Ahahaha saya mengerti maksud Anda, sampai jumpa di lain waktu. Saya pamit terlebih dahulu." setelah mengatakan hal itu sang Kaisar Langit menghilang dari hadapan Lee Brian dan anggota malaikat kematian yang lain.
Xiao Ziya menatap ke awan gelap yang melapisi langit yang berada di dunia tempat tinggal para malaikat kematian. Ziya ingin melihat sinar matahari masuk menembus awan hitam itu, namun dengan segera Ziya menepis keinginannya.
"Ada apa adik Ziya?" tanya Min Yuzang yang saat ini sudah berada di samping Ziya yang masih berada di atas arena pertandingan.
"Saya ingin melihat cahaya matahari namun sepertinya tempat ini tidak pernah terkena hangatnya sinar matahari." jawab Xiao Ziya yang masih menatap ke arah langit.
"Belajarlah untuk mengendalikan aura iblis mu dengan lebih baik, setelah kau berhasil menguasainya paman akan mengantar mu pulang." ucap Lee Brian. pria itu mengerti maksud perkataan dari Xiao Ziya, gadis itu merindukan hangatnya suasana saat berkumpul dengan sang ayah dan anggota keluarganya yang lain.
"Saya akan berlatih dengan giat, paman tenang saja." jawab Xiao Ziya dengan senyuman hangat.
Setelah pertemuan itu berakhir dengan kematian Su Mingji, semua anggota malaikat kematian pergi kembali ke rumah masing masing sedangkan Lee Brian, Xiao Ziya, dan Min Yuzang berjalan menuju ke dalam kastil untuk sarapan.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1