Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 134 - Ternyata kuat juga


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi oleh Papa Arka, Mama Kesya, Arash dan Putri pun akhirnya tiba di rumah. Mama Kesya dan Papa Arka pun turun dari mobil.


"Biar Papa gendong aja, kasihan juga kalau di bangunin," ujar Papa Arka.


"Iya, Pa." Mama Kesya pun mengambil tas yang berisi berkas dan dokumen penting, sedangkan Papa Arka menunggu sang putra turun dari mobil.


Saat Arash sudah turun dari mobil, tiba-tiba saja ponsel Papa Arka berdering, sehingga membuat pria paruh baya itu pun meraih ponselnya.


"Sebentar ya, Ma," ujar Papa Arka dan menerima panggilan penting tersebut.


"Yuk, masuk. Biar Putri sama Papa aja." Mama Kesya pun jalan duluan untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan Arash kembali menoleh ke arah Papa Arka yang terlihat sedang berbicara serius dengan orang yang ada di seberang panggilan.


Merasa kasihan dengan Putri yang masih tertinggal di dalam mobil, membuat hati Arash tergerak untuk menggendongnya. Pria itu pun menghela napas pelan dan membopong tubuh Outri secara perlahan.


"Loh Arash, kenapa kamu yang gendong Putri? Emangnya kamu sanggup?" tanya Papa Arka yang sudah selesai menerima panggilan, kemudian pria paruh baya itu pun kembali ke mobil dan melihat jika sang putra sudah menggendong Putri keluar dari mobil.


"Gak papa, Pa. Arash sanggup kok," ujar Arash dengan tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


Papa Arka hanya menggelengkan kepalanya dan mengikuti sang anak dari belakang, hanya untuk berjaga-jaga saja.

__ADS_1


Sesampainya Arash di dalam rumah, Mama Kesya pun terkejut melihat Arash yang menggendong Putri.


"Loh, kok kamu yang gendong? Kalau jatuh anak orang gimana? Mau tanggung jawab?" ujar Mama Kesya merasa khawatir.


"Arash gak selemah itu, Ma," jawabnya santai dan melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.


Arash sudah bisa menebak, jika Mama Kesya pasti sudah menyiapkan kamar tamu untuk Putri. Mama Kesya pun mengikuti sang putra dan membukakan pintu kamar agar Arash bisa masuk dengan mudah ke dalam kamar.


Arash pun merebahkan tubuh Putri ke atas kasur secara perlahan, akan tetapi gadis itu malah menarik lehernya sehingga membuat tubuh Arash pun terjatuh menimpa tubuh Putri.


"Arash," pekik Mama Kesya pelan, di saat melihat sang anak terjatuh dan menimpa tubuh Putri.


"Anda?" pekik Putri dan dengan gerakan cepat langsung membalikkan posisi mereka.


Brukk..


"Awww ..."


Tubuh Arash pun terbanting ke lantai dengan Putri yang berada di atas tubuh pria itu sambil mengunci pergerakan tangan Arash.

__ADS_1


"Putri," lirih Mama Kesya dan langsung merelai keduanya.


"Tan-Tante?" lirih Putri pelan dengan kening mengkerut.


"Sayang, ini salah paham," ujar Mama Kesya dengan merasa bersalah.


"Maksudnya?" tanya Putri.


"Jadi begini, tadi Tante menyuruh Om Arka untuk menggendong kamu masuk ke dalam mobil, karena kamu tertidur di mobil. Eh, ternyata Om Arka malah mendapatkan telepon, makanya Arash yang menggendong kamu masuk ke dalam kamar. Nah, saat Arash meletakkan kamu di kasur, kamu malah memeluk leher Arash dengan kuat, sehingga membuat dia menimpa kamu," jelas Mama Kesya secara perlahan agar Putri tidak salah paham dengan apa yang terjadi barusan.


"Oh, begitu ya Tante?" lirih Putri, gadis itu pun langsung bangkit dari tubuh Arash.


"Maaf, ya," ujar Putri sambil mengulurkan tangannya kepada Arash.


Arash menatap tangan Putri, pria itu pun menerima uluran tangan gadis itu sambil bergumam.


"Hmm, ya." lirihnya pelan.


"Buset, tenaganya ternyata kuat juga," batin Arash saat merasakan kekuatan Putri yang berhasil membanting tubuhnya ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2