Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 285 - Duo Nyonya


__ADS_3

Putri sudah memilin ujung bajunya dengan kepala yang tertunduk. Gadis itu benar-benar gugup saat ini, di tambah lagi tatapan intimidasi dari Mama Kesya dan Arash yang tak lepas darinya.


"Duh, kenapa jadi aku yang di interogasi gini sih?" batin Putri.


Gadis itu pun memberanikan diri untuk melirik ke arah Mama Kesya, kemudian dengan cepat menundukkan kembali pandangannya. Terdengar helaan napas entah dari siapa, yang mana helaan napas itu membuat Putri semakin menggenggam ujung kain bajunya.


"Baiklah, sepertinya tidak ada cara lain," ujar Mama Kesya yang mana membuat Putri memberanikan dirinya untuk menatap ke arah Mama Kesya.


"Mama akan segera menikahkan kalian," sambung Mama Kesya.


"Beneran, Ma?" tanya Arash dengan penuh semangat.


Mama Kesya melirik ke arah sang putra sambil mencebikkan bibirnya.


"Dasar gak sabaran. Mama gak mau ya kamu bikin dosa," ketus Mama Kesya. Tangan wanita paruh baya itu pun terulur untuk menjewer kembali telinga Arash.


"Mama gak mau kamu mengulang kesalahan yang sama. Kalau ada paparazi yang lihat bagaimana? Yang ada rusak nama baik keluarga gara-gara perlakuan kamu di depan umum jika begini," ketus Mama Kesya.


"A-ampun, Ma ... ampun," cicit Arash sambil memegangi telinganya yang terasa panas. "Gak ulang lagi, ampuun ..."


Mama Kesya pun melepaskan tangannya dari telinga Arash, sehingga membuat pria itu mengusap-usapnya dengan cepat.

__ADS_1


"Dasar kamu ini." Mama Kesya mendengus kesal. "Cepat cari cincin untuk melamar Putri," titah Mama Keysa.


"Secepat itu Tante?" tanya Putri terkejut.


"Lalu? Kamu mau lebih lama lagi?" tanya Mama Kesya yang mana membuat Putri menggelengkan kepalanya.


Arash yang melihat hal itu pun dengan segera mengembangkan senyum.


"Jadi, apa itu artinya kamu menerima lamaran aku?" tanya Arash dengan menaik turunkan alisnya.


"I-itu ..." Putri melirik ke arah Mama Kesya.


Plaak ..


"Apa dia bisa menolak? Setelah apa yang kamu lakukan terhadap Putri tadi?" tanya Mama Kesya.


"Huff, Mama kasihan dengan nasib Soni. Padahal mereka saling mencintai," lirih Mama Kesya dengan membuat mimik wajah sendu.


"Ma? Kok Mana malah berpihak ke Soni? Yang anak Mama kan Arash, bukan Soni," ujar Arash tak terima.


Mama Kesya pun berdecak kesal. "Apa pun itu, yang jelas Putri sudah duluan di lamar oleh Soni, Kan? Hmm, seperti Kamu harus melakukan kompetisi dengannya," usul Mama Kesya.

__ADS_1


"Kom-kompetisi? Maksud Mama?"


Tidak hanya Arash, tetapi Putri juga penasaran dengan apa yang Mama Kesya maksud.


"Kita lihat saja kompetisi apa," ujar Mama Kesya sambil tersenyum penuh arti


*


"Apa? Yang bener Mbak Kesya?" tanya Mama Nayna terkejut.


Papa Satria yang ada di sebelahnya pun Sampai ikut mengernyitkan keningnya.


"Iya, saya serius loh, Mbak Nay. Jadi, berhubung Mbak Nay dan keluarga datang ke sini. Yaa, walaupun yang saya dengar untuk merayakan ulang tahun, Mbak. Jadi, sekalian aja ya, biar tidak memakan waktu lebih lama," ujar Mama Kesya dari seberang panggilan.


"Hu..hu..hu.. Mimpi apa saya semalam sampai bisa berbesan dengan Mbak Kesya," Mama Nayna pun terkekeh dengan apa yang dia impikan selama ini.


Ya, semenjak pertemuannya dengan Mama Kesya, kemudian jatuh hati terhadap ketampanan wajah Arash atau Abash, membuat Mama Nayna berharap jika Putri bisa berjodoh dengan salah satu si kembar anak Mama Kesya. Diam-diam dua nyonya besar itu pun sering bertelponan untuk saling memberikan kabar, hingga mengungkapkan keinginan mereka agar Putri berjodoh dengan salah satu si kembar.


Sempat Mama Kesya ingin melakukan perjodohan, tapi Mama Nayna menolaknya karena Papa Satria yang sangat menentang akan perjodohan. Untuk itu, Mama Kesya dan Mama Nayna pun sepakat untuk menjodohkan mereka lewat jalur doa. Adan sekarang? Sepertinya doa-doa duo Nyonya itu terkabulkan.


"Akhirnya, doa-doa kita terkabul ya, Mbak," sambung Mama Nayna.

__ADS_1


"Iya, tapi saya mau minta tolong sama Mbak nih," ujar Mama Kesya.


"Tolong apa?"


__ADS_2