Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 265 - Calon Adik Ipar Menggemaskan


__ADS_3

Putri memikirkan pertanyaan apa saja yang akan dia tanyakan nanti kepada Arash, sehingga gadis itu pun sampai tidak menyadari ke mana arah yang di tuju oleh pria yang ada di sebelahnya. Merasa kantuk karena lelah berpikir dan mengumpulkan pertanyaan, gadis itu pun tanpa sadar tertidur dan menutup matanya rapat-rapat.


Arash menoleh di saat mendengar deruan napas yang teratur, sehingga membuat pria itu menepikan mobilnya.


"Lelah banget kayaknya mikirin pertanyaan!" lirih Arash pelan sambil tersenyum.


Pria itu pun membuka jas yang dia kenakan, kemudian menyelimuti tubuh bagian atas Putri yang terlihat menggoda imannya. Padahal, gadis itu memakai pakaian yang sopan dan tertutup.


"Sepertinya aku harus segera meyakinkan Putri, jika aku benar-benar mencintai dan menginginkan dirinya untuk menjadi pendamping hidup aku," gumam Arash dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di tepi danau, Arash pun menghentikan mobil dan membiarkan Putri masih tertidur dengan lelap. Pria itu turun dari mobil secara perlahan dan tersenyum kepada orang suruhannya.


Ya, Arash sudah menyuruh penjaga villa-nya untuk menyiapkan segala keperluan untuk membakar ikan. Bahkan, pria itu juga sudah menyuruh penjaga untuk menyiapkan jagung, serta makanan dan minuman pendamping. Tak lupa selimut yang akan membungkus tubuh Putri nanti, di saat gadis itu merasa kedinginan karena tertiup angin malam.


Pria itu pun melihat semua kesiapan yang di telah di sediakan oleh pelayan, setelah semuanya terlihat sempurna, Arash pun menyuruh pelayan itu untuk pergi.


Suara ponsel pun mengambil atensi Arash, sehingga membuat pria itu meraih benda pipih yang ada di dalam saku celananya. Terlihat nama Naya tertulis di layar datar itu, segera Arash menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


"Assalamualaikum, Nay?" sapa Arash saat sambungan telepon telah terrsambung.


"Walaikumsalam. Rash, kalian di mana?" tanya Naya dari seberang panggilan.

__ADS_1


"Kami di suatu tempat, ada apa?" tanya Arash yang sudah bisa menebak ke mana arah pertanyaan Naya.


"Bara mendatangi aku, di menanyakan keberadaan Putri," ujar Naya yang mana membuat Arash tersenyum.


Ya, Arash tahu jika Putri sedang di jaga oleh pengawall bayangan yang di utus oleh Bara, sehingga membuat pria itu menyuruh pengawalnya untuk menjegat pengawal bayangan Putri dan membuat mereka kehilangan jejak ke mana Arash membawa gadis itu.


"Apa dia sekarang berada di samping kamu?" tanya Arash kepada Naya.


"Huum, dia di sebelah aku saat ini."


"Berikan ponsel kamu kepadanya," titah Arash yang di turuti oleh Naya.


"Ouuw, adik ipar, jangan galak-galak dong," goda Arash yang mana membuat Bara memutar bola matanya malas.


"Jangan bikin kesabaran aku habis. Cepat, katakan di mana kalian sekarang?" titah Bara dengan nada suara yang terdengar dingin dan tak bersahabat.


"Kami di suatu tempat yang indah. Kamu tenang saja, aku tidak akan melukai Putri," ujar Arash yang sudah berbicara dengan serius.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bara lagi kepada calon kakak iparnya itu.


Eh? Calon kakak ipar? Apa itu artinya Bara sudah merestui hubungan Putri dan Arash?

__ADS_1


"Apa lagi, selain mencoba meyakinkan kakak kamu itu, jika aku sangat mencintainya," ujar Arash sehingga membuat sudut bibir Bara terangkat ke atas, membentuk sebuah senyuman.


"Baiklah, aku percaya jika kamu tidak akan melukai Putri." Bara pun memberikan kesempatan kepada Arash untuk meyakinkan kakaknya itu. "Tapi, jika sedikit saja kamu membuatnya menangis atau terluka, maka aku akan membuat perhitungan dengan kamu," tegas Bara yang mana terdengar seperti sebuah restu di telinga Arash.


"Baiklah, adik ipar, aku tidak akan melukai dan membuat calon istri aku menangis," jawab Arash, lagi-lagi sudut bibir Bara pun terangkat membentuk sebuah senyuman yang terlihat sangat indah sekali.


"Aku akan pegang kata-kata kamu. Ingat, seorang laki-laki sejati tidak akan mengingkari perkataannya," ujar Bara.


"Aku anggap ini restu yang kamu berikan untuk aku," jawab Arash yang mana membuat Bara berdecih pelan.


"Dasar kepedean," cibirnya.


"Yaah, gimana yaa? Memang beginilah calon kakak ipar kamu, calon adik ipar," jawab Arash dengan kekehan kecil.


Bara yang mulai malas mendengar gombalan Arash pun, segera memberikan ponsel tersebut kepada Naya.


"Sepupu Anda sungguh sangat menggelikan," ujar Bara membuat Naya mengernyitkan keningnya karena merasa bingung.


Di seberang panggilan, Arash menatap layar ponselnya yang sudah kembali ke layar utama, di mana menampilkan siluet Putri yang tengah menikmati kepiting.


"Adik ipar yang menggemaskan," gumam Arash sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2