Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 283 - Rencana Mama Kesya


__ADS_3

"Put, Tante sudah tau tentang kamu dan Arash. Bahkan, Arash juga sudah meminta Tante untuk melamar kamu," ujar Mama Kesya sambil menggenggam tangan Putri.


Putri yang sedang mengunjungi Kakek Farel bersama Bara, dan tertangkap basah sedang mencari-cari keberadaan Arash pun, langsung di tegur oleh Mama Kesya. Wanita paruh baya itu mengajak Putri untuk berbincang empat mata.


"Tante---"


"Si Arash itu emang agak sedikit lemot orangnya. Masa sama perasaan sendiri gak bisa tahu," kesal Mama Kesya.


"Padahal kan sudah jelas-jelas dia selalu mencari-cari keberadaan kamu, bahkan mengorbankan waktunya untuk beristirahat hanya menjaga kamu saja."


Mama Kesya juga sudah tahu tentang Putri yang tinggal bersama Arash di apartemen pria itu. Ya, Arash sudah menceritakan semuanya.


"Apa kamu mencintai Arash?" tanya Mama Kesya.


Perlahan, Putri menganggukkan kepalanya memberikan jawaban yang membuat Mama Kesya sangat bahagia.


Tapi ...


"Sebaiknya kamu jangan terima dia dulu," saran Mama Kesya.


"Mak-maksud Tante?"


"Tante mau kasih pelajaran buat Arash, siapa suruh sudah merahasiakan rahasia sebesar ini dari Tante," kesal Mama Kesya.

__ADS_1


"Andai saja Arash mengatakan dari awal jika kamu tinggal di apartemennya karena mendapatkan sebuah teror, pasti Tante akan suruh kamu tinggal di sini," ujar Mama Kesya.


"Jadi, kamu bantu Tante ya, buat kasih pelajaran ke Arash," pinta Mama Kesya.


"Pe-pelajaran bagaimana Tante?" tanya Putri bingung.


"Jika Arash mengutarakan cintanya lagi, kamu tolak aja lagi," saran Mama Kesya.


"Kok di tolak? Kalau Arash gak nyatain lagi gimana?" tanya Putri yang takut jika dia kembali menolak Arash, maka pria itu akan berhenti memperjuangkannya.


"Tenang aja. Anak-anak Tante itu pejuang tangguh. Jika sudah menentukan pilihannya, maka selagi bisa berjuang, dia akan tetap berjuang," ujar Mama Kesya memberitahu.


"Tapi---"


"Udah, kamu tenang aja. Ikuti aja rencana Tante, ya?"


"Rash, kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Putri yang tak bisa menolak keinginan Arash.


Lagi-lagi, bahasa tubuh dan pemikirannya tidak sejalan.


"Aku mau bawa kamu ke suatu tempat," ujar Arash dengan tersenyum.


Mereka pun keluar dari lift dan berjalan menuju di mana mobil Arash terparkir.

__ADS_1


"Rash, kamu gak berniat bawa aku ke KUA kan?" tanya Putri di saat pria itu sudah membuka pintu mobil dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam.


Arash semakin tersenyum lebar mendengar kalimat yang di tanyakan oleh Putri.


"Ahh ... jadi kamu mau aku bawa ke KUA?" tanya Arash dengan tersenyum miring.


"Iya," jawab Putri dalam hati.


"Tidak, aku tidak mau. Aku tidak ingin menik---hmmpppp"


Putri membulatkan matanya, di saat sebuah benda kenyal yang dingin dan basah tiba-tiba saja mendarat di bibirnya.


"Araaasshh ....." pekik Mama Kesya yang melihat kejadian itu.


Mama Kesya bergegas berjalan mendekati sang Putra, kemudian menjewer telinga Arash, sehingga membuatnya memekik kesakitan.


"Maa, ampun Ma," lirih Arash sambil menahan rasa sakit dan perih di telinganya.


"Kamu ini, bukannya Mama sudah menyuruh kamu untuk bersabar?" kesal Mama Kesya.


Tubuh Putri sudah lemas, gadis itu benar-benar tak tahu harus berkata apa. Arash benar-benar gila dan nekad menciumnya di depan umum. Ya, walaupun hotel ini adalah milik keluarga pria itu, tapi tetap saja kan? Ini tempat terbuka. Di tambah lagi Mama Kesya melihat semua kejadian tersebut.


"Put, kamu gak papa?" tanya Desi yang sudah memegangi Tubun Putri yang terlihat lemas.

__ADS_1


"Ke-kepala aku rasanya pusing."


Putri pun kehilangan kesadarannya di dalam pelukan Desi, sehingga membuat Mama Kesya panik dan menyuruh Arash untuk menggendong Putri dan membawanya kembai ke dalam hotel.


__ADS_2