Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 289 -


__ADS_3

Seluruh keluarga dan para tamu undangan pun sudah hadir dalam ruangan yang telah di dekor dengan sedemikian indahnya. Mama Nayna sampai terkejut, di saat perayaan ulang tahunnya bisa di katakan terbilang sangat mewah sekali. Di tambah lagi, tepat pada hari ulang tahunnya, sang putri kesayangan pun menemukan pasangan yang akan menemaninya hingga akhir hayat.


"Makasih loh, Mbak Kesya, udah mau hadir bersama seluruh keluarga," ujar Mama Nayna menyambut tamu agungnya itu.


"Sama-sama, Mbak Nayna."


Arash sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari sang mama. Entah mengapa, melihat jika keluarga intinya ikut hadir ke acara ulang tahun Mama Nayna pun, membuat pria itu merasa curiga.


"Ya sudah kalau gitu, Mbak, silahkan di nikmati," titah Mama Nayna yang tidak ingin terlibat obrolan lama terhadap calon besannya itu.


"Baiklah, kalau begitu saya cicipi dulu hidangannya, ya," pamit Mama Kesya.


Arash yang melihat jika sang mama sudah menjauh dari Mama Nayna pun, menghampiri wanita yang telah melahirkannya ke dunia.


"Ma," tegur Arash.


"Hmm, ya?" Mama Kesya pun mengambil sate yang telah tersedia di prasmanan.

__ADS_1


"Mama gak bilang ke Tante Nayna? Kalau Arash mau lamar Putri?" tanya pria itu penuh curiga.


Terlihat Mama Kesya menghela napasnya pelan, kemudian menatap wajah sang putra dengan tatapan mata yang sendu.


"Maafin Mama, ya. Mama gak sempat bilang ke Tante Nayna, kalau kamu mau melamar Putri," ujar Mama Kesya merasa bersalah.


"Kenapa? Kenapa Mama gak bilang?" Terdengar sedikit nada kesal saat Arash berbicara.


"Maafin Mama, sayang. Mama gak sempat bilang, karena Tante Nayna duluan mengatakan jika malam ini Putri akan bertunangan dengan Soni." Mama Kesya pun menghela napasnya pelan, agar terlihat jika dirinya juga merasa kecewa dengan keputusan yang sudah di buat oleh Mama Nayna.


Ya, bisa di bilang sekalian memperdalam akting, agar sang putra tidak mencurigainya.


Arash menghela napasnya pelan dan berat, pria itu menggelengkan kepalanya dengan lemas.


"Bukan salah Mama, mungkin memang Arash aja yang tidak di takdirkan untuk bersama dengan Putri," lirihnya yang terdengar sangat terpukul dan menyedihkan.


Mama Kesya merasa iba, apalagi saat melihat tatapan mata sang putra yang terlihat mulai merah dan basah. Ah, rasanya saat ini Mama Kesya ingin menyudahi sandiwara ini. Tapi, mengingat betapa konyolnya tingkah sang putra, membuat Mama Kesya mengurungkan niatnya untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.

__ADS_1


Acara pesta ulang tahun Mama Nayna pun di mulai dengan nyanyian yang di persembahkan oleh Zia. Suara merdu gadis itu pun seolah menghipnotis semua orang yang ada di sana.


"Selamat ulang tahun, Mama," ucap Zia di akhir lagunya.


Tepukan tangan yang meriah pun terdengar di seluruh penjuru ruangan, hingga akhirnya pengumuman yang sangat penting itu pun di ucapkan oleh Papa Satria.


"Baiklah, di hari yang spesial untuk istri saya malam ini, ada satu kabar bahagia lagi yang membuat kami, dan putri kami, Putri, merasa sangat bahagia," Papa Satria sengaja menjeda ucapannya.


"Bagaimana tidak, karena malam ini, Putri sulung kami akan bertunangan dengan pria yang dia cintai."


Abash yang berdiri di dekat Arash pun, menepuk bahu sang kembaran untuk memberikan semangat.


"Seharusnya aku gak di sini, Bash," lirih Arash dengan mata yang berkaca-kaca.


Bagaimana tidak, karena di saat dia menemukan orang yang tepat sebagai pendamping hidup, takdir seolah mempermainkan dirinya saat ini.


"Pria itu adalah Soni, anak dari sahabat baik saya," ujar Papa Satria.

__ADS_1


"Aku gak bisa di sini, sebaiknya aku pergi," ujar Arash yang sudah bangkit dari duduknya.


__ADS_2