Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 197 - Cincin


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Putri, Abash pun menyuruh Didi untuk menyiapkan sebuah kejutan untuk sang kekasih. Malam ini dia akan melamar Sifa dan mengatakan kepada seluruh keluarga, jika Sifa adalah kekasihnya.


"Pak, semuanya sudah siap. Sesuai dengan apa yang Bapak pesan," ujar Didi memberi tahu.


"Bagus."


Abash tak sabar rasanya hingga menunggu malam tiba. Pria itu sudah terlalu senang untuk melamar sang kekasih.


"Tenanglah, semua pasti akan berjalan dengan sempurna," ujar Putri menenangkan.


"Ya, semoga saja."


Putri ikut bahagia, jika Sifa dan Abash menemukan kebahagiaannya. Tapi, bagaimana dengan Arash? Pria pasti akan sangat terluka sekali.


"Ada apa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Abash saat melihat wajah Putri terlihat murung.


"Hmm? Tidak, tidak ada apa-apa," jawab Putri dengan tersenyum kecil.


"Benarkah? Apa ada masalah?" tanya Abash lagi.


"Tidak ada. Hanya kepikiran pekerjaan saja." Putri pun mengembangkan senyumannya di depan Abash, agar pria itu tidak merasa khawatir dengan apa yang dia rasakan.


"Baiklah. Kalau begitu, mari kita bahas bisnis sekarang," ajak Abash yang di angguki oleh Putri.


Satu jam menghabiskan waktu dengan Putri, membuat Abash merasa yakin jika dirinya memang harus mengumumkan tentang hubungannya dengan Sifa. Untuk itulah, Abash ingin membuat kejutan untuk sang kekasih.


Setelah membahas soal hubungan dirinya dan kekasih, Abash pun kembali membahas pokok tujuan utama Putri berada di sini. Yaitu tentang kontrak kerja sama.


"Baiklah, semua sudah jelas. Berkas-berkasnya juga lengkap, kan?" tanya Putri.


"Iya, semuanya sudah lengkap. Tinggal tanda tangan saja."

__ADS_1


"Bagus lah," lirih Putri bernapas dengan lega. "Ah ya, apa Anda sudah menyiapkan cincin untuk Sifa?" tanya Putri yang mana membuat Abash mengernyitkan keningnya.


"Cincin?"


"Iya, kalau melamar seseorang kan harus pakai cincin?" ujar Putri.


"Astaghfirullah, saya lupa. Bagaimana ini?"


"Mau saya temani? Kebetulan saya ingin membenarkan cincin saya yang sudah kekecilan," tawar Putri yang di setujui oleh Abash.


"Baiklah, bagaimana kalau kita pergi sekarang?" ajak Abash dengan penuh semangat."


"Baiklah, tapi saya harus kembali ke kantor dulu. Karena harus ada berkas yang saya tanda tangani untuk sore ini," ujar Putri yang di setujui oleh Abash.


"Ayo."


Putri dan Abash pun keluar dari ruangannya, mereka berjalan sambil berbincang tentang cincin yang bagaimana kira-kira di sukai oleh Sifa.


"Hmm, aku kurang paham soal itu. Mohon kamu pilihkan ya? Yang menurut Anda bagus dan yang Anda sukai," pinta Abash.


"Baiklah."


Tanpa mereka sadari, jika ada yang mendengar pembicaraan mereka soal cincin.


"Kalian dengar kan? Jika Pak Abash dan Buk Putri mau beli cincin? Jangan-jangan benar lagi gosipnya, kalau mereka sebenarnya punya hubungan rahasia. Atau, mereka di jodohkan?"


Dan, kabar itu pun tersebar luas ke seluruh kantor. Hingga sampai ke telinga Sifa.


"Cincin? Untuk apa Mas Abash membeli cincin?" batin Sifa bertanya-tanya.


*

__ADS_1


Di toko perhiasan, Abash sedang melihat-lihat cincin mana yang menurutnya bagus untuk sang kekasih. Tapi, baginya semua terlihat sangat bagus. Rasanya ingin sekali dia membeli semuanya untuk Sifa. Tapi, apakah kekasihnya itu mau memakai semuanya? Sedangkan Sifa hanya memiliki sepuluh jari, tidak mungkin kan kesepuluh jarinya itu di hiasi dengan cincin?


"Terima kasih, Mbak," ujar Putri yang baru saja meminta cincin miliknya di besarkan. Serta, berlian yang ada di cincinnya itu di bersihkan hingga kembali mengkilap.


"Sudah dapat yang mana yang di suka?" tanya Putri yang sudah berada di samping Abash.


"Hah? Oh, semuanya terlihat sangat cantik sekali," ujar Abash dengan menatap cincin-cincin yang ada di etalase.


"Hmm, baiklah."


Putri pun meminta kepada pelayan untuk mengambilkan beberapa model cincin yang dia tunjuk, kemudian menyuruh Abash untuk memilihnya.


"Sekarang bagaimana?" tanya Putri yang mana memperkecil pilihan Abash.


"Eemm, yang dua ini terlihat cantik," ujar Abash.


"Oke."


Putri lun bertanya kepada pelayan toko, apa ada cincin yang limited edition dan terbaru. Pelayan tersebut pun kembali masuk ke dalam dan mengambil beberapa cincin yang hanya ada 5 di dunia. Kemudian di tunjukkan kepada Abash.


"Ah ya, Mbak, apa ada yang paling spesial?" tanya Putri.


"Yang paling spesial? Ada, Mbak. Tunggu sebentar."


Pelayan tersebut pun mengambil sebuah cincin yang sengaja di desain khusus untuk seseorang, tetapi karena satu dan lain hal, membuat si pemesan tidak jadi mengambilnya.


"Ini, Mbak. Hanya ada satu di dunia," ujar pelayan tersebut.


"Cantik," seru Abash saat melihat sebuah cincin yang terlihat sederhana, tetapi tetap terlihat mewah dan berkilau.


"Ambil yang ini?" ujar Putri yang di angguki oleh Abash.

__ADS_1


"Ya. "


__ADS_2