Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 301 -


__ADS_3

Seminggu berlalu, Abash pun sudah kembali bisa berjalan dengan bantuan menggunakan tongkat. Hari ini, pria itu mulai kembali aktif di kantor. Semua Karyawan yang melihat kedatangan Abash, ikut senang dengan kondisi pria itu yang sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya. Di tambah lagi ketampanan pria itu seakan semakin bertambah.


Sifa menatap sang kekasih dari kejauhan. Mereka memang belum meresmikan hubungan keduanya, karena beberapa alasan yang juga harus di pertimbangkan.


"Pak Abash makin ganteng aja, ya," bisik Bimo, yang mana membuat Sifa menoleh ke arah pria itu.


Sifa menatap Bimo dengan kening mengkerut, pria itu pun terkekeh, sehingga membuat Sifa semakin mengerutkan keningnya.


"Kamu itu lucu banget sih, Sifa. Padahal ketawan banget kalau kamu naksir Pak Abash," goda Bimo, yang mana membuat Sifa membelalakkan matanya.


"Masa sih sejelas itu?" batin Sifa.


"Kan, ekspresi kamu saat ini menunjukkan kalau apa yang aku katakan tadi memang benar," kekeh Bimo lagi. "Atau jangan-jangan di antara kalian berdua memang ada hubungan spesial?" tebak Bimo yang mana membuat Sifa semakin membulatkan matanya.


"Sifa? Jangan bilang kalau tebakan aku benar?" ujar Bimo yang juga ikut terkejut.

__ADS_1


"Hah? Ap-apaan sih? Ma-mana mungkin aku punya hubungan spesial dengan Pak Abash!" gugup Sifa.


"Aku hanya terkejut aja, karena Mas Bimo bilang kalau aku punya hubungan spesial dengan Pak Abash," ujar Sifa sambil tersenyum kecil.


Bimo pun ikut terkekeh, apa yang di katakan oleh Sifa ada benernya juga. Tapi, entah mengapa Bimo merasa ada sesuatu yang aneh. Soalnya, pria itu pernah melihat Sifa turun dari mobil Abash dan berpindah ke sebuah motor yang sudah menunggu gadis itu tak jauh dari kantor mereka.


"Sifa, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Bimo merasa curiga.


"Tanya apa?"


"Hah? A-aku? Turun dari mobil Pak Abash?" tanya Sifa balik dengan gugup.


"Gak mungkin lah, Mas, lagi pula rumah aku dan Pak Abash kan berbeda."


Di sudut lain, Abash sempat melihat ke arah Sifa yang sedang mengobrol dengan Bimo. Hal itu pun membuat Abash merasa kesal dan cemburu.

__ADS_1


"Apa kedatangan aku tidak penting? Sehingga dia lebih asik mengobrol dengan pria lain?" batin Abash yang merasa cemburu melihat pemandangan itu.


Abash pun terus berlalu, dengan wajah dinginnya tanpa senyum.


Sifa kembali menoleh ke arah Abash, akan tetapi pria itu sudah masuk ke dalam lift khusus petinggi.


*


Sifa merasa resah, seharian ini pesannya tidak di balas oleh Abash. Bahkan, untuk membaca pesannya saja juga tidak. Padahal pria itu sedang berstatus online di salah satu aplikasi mengirim pesan berwarna hijau.


"Sudah lewat jam makan siang, kenapa pesan aku juga gak di balas, ya?" gumam Sifa pelan sambil menatap ponselnya yang tidak memiliki satu notifikasi pun.


Di ruangan lain.


Abash sudah membaca semua pesan-pesan yang di kirimkan oleh Sifa. Pria itu sengaja memprivasi aplikasinya agar orang yang mengirimkan pesan tidak mengetahui, jika dirinya sudah membaca pesan yang di kirimkan oleh orang tersebut.

__ADS_1


"Siapa suruh bikin aku cemburu," geram Abash dan meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


__ADS_2