
"Oke, mari kita mulai permainan dansanya," ujar MC dan meminta DJ untuk memutar musik yang berbeda.
"Permainan dansa? Permainan apa, Mas?" tanya Sifa kepada sang suami.
"Oh, permainan dansa yang nantinya setiap pasangan akan bertukar pasangan saat berdansa. Nantinya, pada saat akhir permainan, setiap pasangan akan kembali ke pada pasangannya masing-masing," ujar Abash menjelaskan.
"Oh begitu?" lirih Sifa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Dan jika setiap pasangan kembali ke pasangannya semula, maka mereka akan berjodoh untuk selamanya," bisik Abash.
"Lalu, bagaimana jika ternyata tidak kembali ke pasangan yang semula, Mas?" tanya Sifa yang takut jika dia tidak bisa kembali berdansa dengan Abash.
"Tentu saja akan kembali, karena musiknya akan berhenti di saat semua pasangan telah kembali ke pasangan masing-masing," jelas Abash.
Sifa menghela napasnya lega, gadis itu sudah merasa sangat takut sekali jika dia tidak bisa kembali berdansa dengan Abash.
"Ini hanya sebuah permainan, sayang. Dan apa yang aku katakan tadi adalah sebuah kebohongan," kekeh Abash yang paham dengan perubahan wajah Sifa.
"Ck, kamu ini, Mas, bikin aku takut aja," cibir Sifa kesal.
"Kalau kamu tidak mau ikut juga gak papa kok, ini hanya sebuah permainan untuk seru-seruan aja," ujar Abash memberikan saran kepada sang istri.
"Tidak, Mas. aku ingin ikut. Kelihatannya permainannya seru."
"Huum, memang seru sih sebenarnya."
MC pun kembali mengintruksi kepada para pasangan dansa untuk mengambil tempat masing-masing, sebelum permainan benar-benar di mulai.
__ADS_1
"Boleh aku minta sesuatu?" ujar Ibra kepada Zia.
"Ya? Apa itu?"
"Jika pada akhir permainan kita kembali menjadi pasangan dansa, apakah kamu mau makan malam bersamaku?" pinta Ibra.
Ya, semenjak mengenal Zia. Ibra sudah menaruh hati kepada gadis itu. Tapi, berhubung Zia masih memiliki rasa kepada David, gadis itu tidak lagi melihat pria lain. Dia hanya berharap, jika David membalas perasaannya.
Tapi apa yang terjadi?
David telah menikah dengan gadis yang dijodohkan oleh orang tua pria itu. Zia pun harus menghilangkan perasaannya untuk David.
Hadirnya Ibra ke dalam hidup Zia, mungkin akan membantu gadis itu untuk melupakan David. Tidak ada salahnya kan? Jika Zia memberikan kesempatan kepada Ibra? Walaupun gadis itu tidak memiliki perasaan kepada anak dari Bunda Sasa dan Daddy Bara.
"Dasar. Kalau kamu memang sangat ingin makan malam bersamaku, kenapa sampai mempertaruhkan kesempatan itu dengan sebuah permaian?" cibir Zia sambil terkekeh pelan.
"Jadi, jika aku meminta kepada kamu untuk makan malam bersamaku, apakah kamu mau?"
"Bagaimana jika lebih?" tanya Ibra yang menatap dalam ke mata Zia.
Zia menghela napasnya dengan pelan. "Entahlah. Mungkin, jika kamu bersungguh-sungguh, bisa jadi perlahan perasaan aku akan luluh."
"Yes." Ibra bersorak pelan dengan bahagia, di saat merasa jika Zia memberikan lampu hijau kepadanya.
"Aku akan tunjukkan, jika aku sangat bersungguh-sungguh dengan kamu, Zia," ujar Ibra dan mengulurkan tangannya kepada Zia.
Zia tersenyum. "Aku harap kesungguhan kamu tidak hanya manis di bibir saja," sahut Zia dan menerima uluran tangan Ibra untuk berdansa.
__ADS_1
Permainan pun di mulai. Setiap pasangan dansa mulai menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, kemudian maju dan mundur, lalu berputar hingga sang gadis berpindah ke pasangan dansa yang lainnya.
Entah sudah berapa kali pasangan berganti, hingga Putri akhirnya berpasangan dengan Bara.
"Uww ..." Putri menghentikan pergerakan kakinya, wanita itu serasa pusing dan ingin muntah.
"Kenapa, Mbak?" tanya Bara merasa khawatir.
"Mbak pusing karena terlalu banyak berputar," lirih Putri.
"Kita istirahat, ya?" Bara pun membawa Putri keluar dari lantai dansa, sehingga otomatis Arash akan berakhir dengan pasangan dansa yang lainnya.
Arash yang melihat sang istri telah keluar dari lantai dansa pun, bersiap untuk juga keluar dari sana.
"Mau apa kamu, Rash?" tegur Quin yang saat ini menjadi pasangan dansa Arash.
"Putri sudah keluar, Mbak, aku ingin menyusulnya."
"Tidak bisa, Mbak tidak mau jika Mas Abi berakhir dengan pasangan dansa yang lain," tolak Quin yang mana membuat Arash terpaksa melanjutkan kembali dansanya.
Setelah Quin berpindah pasangan dansa dengan yang lain, Arash pun saat ini berpasangan dengan Anggel.
"Mbak, aku berhenti, ya. Putri sudah----"
"Gak boleh, Mbak gak mau jika Kak Lana berakhir dengan pasangan yang lain. Lagi pula tinggal dua kali putaran lagi, Rash, bertahanlah. Setelah ini kamu akan berpasangan dengan Raysa, pastinya kamu tidak akan bisa lepas juga dari dia," ujar Anggel.
Arash menghela napasnya pelan, pria itu pun menoleh ke arah Raysa, kemudian melihat siapa gadis yang setelah Raysa. Saat melihat Elsa--adiknya Naya, Arash pun memutuskan untuk mengakhiri permainan dansa ini.
__ADS_1
Di tempat lain, Putri dan Bara menonton permainan dansa yang sedang berlangsung.
"Kira-kira Arash berakhir dansa dengan siapa, ya?" tanya Putri kepada Bara.