Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab 87 - Nikah Muda


__ADS_3

Terlalu lama menunggu Abash memanggilnya, Sifa pun kembali tertidur dengan posisi memeluk perutnya yang terasa lapar.


Di luar kamar, Mama Kesya sedang membersihkan piring kotor bekas mereka makan tadi, sedangkan Abash, berkali-kali menoleh ke arah kamar dengan perasaan khawatir.


"Bash, kamu punya nomor telponnya Sifa?" tanya Mama Kesya yang sudah duduk di samping sang putra.


"Hah? Nomor telpon?" tanya Abash.


"Iya."


Abash mengerjapkan matanya, pria itu baru menyadari jika dirinya tak memiliki nomor ponsel Sifa. Selama ini, mereka selalu bertemu dengan cara tak sengaja.


"Mama perlu apa sama Sifa?" tanya Abash dengan pensaraan.


"Itu, Papa tadi bilang ke Mama, kalau mau undang Sifa makan malam bersama "


"Kapan?" tanya Abash.


"Emm, Sabtu malam. Berapa nomornya?" tanya Mama Kesya yang sudah mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk mencatat nomor Sifa.


"Eng, itu ... Abash gak ada simpan nomor Sifa," lirih Abash sambil menyengir kuda.


"Ya ampun, kamu ini. Mama pikir kamu nyimpan nomor ya Sifa," kesal Mama Kesya.

__ADS_1


"Kalau Mama mau nomor ponsel Sifa, ntar Abash tanya ke Didi buat cari tau nomor ponsel Sifa."


"Hmm, ya sudah kalau gitu. Secepatnya kamu kabari Mama ya," ujar Mama Kesya. "Oh ya, tadi saat ke kantor kamu, Mama juga tanyain Sifa. Katanya Sifa gak masuk kerja karena sakit! Kamu tau di mana alamat rumah Sifa?" tanya Mama Kesya.


"Hah? A-alamat rumah Sifa?" tanya Abash gugup.


"Iya. Sekalian kamu kirimin alamat rumah Sifa ya, Mama pingin tau aja gitu di mana dia tinggal."


"Oh, iya, Ma." Abash pun menelan ludahnya dengan kasar. Pria itu bingung harus memberi tahu alamat rumah Sifa Yang sesuai tanda pengenal atau tidak.


Mengingat bagaimana kondisi rumah Saat saat ini yang sudah roboh dan tak layak huni lagi. Pasti Mama Kesya akan sangat khawatir dan mencari keberadaan Sifa saat itu juga.


"Iya, Ma. Nanti Abash kirimin," lirih Abash akhirnya.


Dua puluh menit pun berlalu, Abash masih mendengarkan curahan Mama Kesya kepadanya. Tak lupa memberikan nasehat untuk dirinya yang lebih sering tidur di apartemen dari pada di rumah. Juga, seringnya bergadang dan tak menjaga pola makan dengan benar, hal itu membuat Mama Kesya lebih mengkhawatirkan Abash dari pada Arash.


"Hmm, Mama gak nyangka akhirnya Quin menikah secepat itu. Sebentar lagi kamu atau Arash nih yang nikah?" goda Mama Kesya.


"Mama ikhlas? Kalau Abash nikah muda?" tanya Abash tiba-tiba yang mana membuat Mama Kesya menatap putranya itu.


"Kamu mau nikah muda? Udah ada calonnya?" cecar Mama Kesya.


"Hah? Gak sih. Belum ada. Abash kan cuma tanya aja," lirih Abash sambil melirik ke arah pintu kamarnya.

__ADS_1


"Kamu ini, Mama pikir beneran udah ada calonnya," kekeh Mama Kesya pelan.


"Hmm, Mama sih gak masalah kalau kamu mau nikah muda. Asal kamu nikahnya jangan sama dengan anak kuliahan, apa lagi semester akhir."


"Kenapa, Ma?" tanya Abash penasaran.


"Kasihan aja gitu, kalau kuliahnya terganggu. Alangkah baiknya kamu menikah setelah calon kamu itu lulus kuliah. Itu pun kalau pacar kamu emang masih kuliah," goda Mama Kesya.


"Abash belum punya pacar, Ma" lirih Abash lagi.


"Hmm, gimana mau punya pacar? Kamu itu jutek banget sama cewek, jadi pada takut deh cewek-cewek deketin kamu," kekeh Mama Kesya.


"Namanya juga sifat turun temurun," lirih Abash lagi.


"Iya sih. Tapi mending kamu dari pada Shaka. Duh, tuh anak sifatnya kulkas lima pintu kalo ya? Dinginnya minta ampun," cibir Mama Kesya.


Abash hanya menggelengkan kepalanya mendengar Omelan sang Mama.


"Ah ya, Mama kapan pulang?" tanya Abash yang kembali mengingat kondisi Sifa yang tengah kelaparan saat ini.


"Kamu usir Mama?" tanya Mama Kesya.


"Enggak, Ma, hanya saja Abash harus pergi ke kantor polisi, untuk membuat laporan," jelas Abash yng untungnya memiliki alasan yang bagus.

__ADS_1


"Oh, iya .. iya. .. hmm, ya udah kalau gitu, kita bareng aja yuk ke kantor polisinya," ajak Mama Kesya yang mana membuat Abash membulatkan matanya.


"Mampus aku, gimana dengan Sifa?" batin Abash dan melirik ke arah pintu kamar.


__ADS_2