Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 135 - Hewan Buas


__ADS_3

Putri berjalan keluar kamar, waniat itu pun tiba-tiba menghentikan langkahnya di saat melihat sesuatu yang besar dan berbulu.


"Ini lagi gak mimpi, kan?" lirih Putri sambil mengucek matanya.


Arash yang melihat jika Empus berada di ruang tamu, sehingga membuat Putri menghentikan langkahnya pun, langsungberjalan cepat dan berdiri di hadapan gadis itu.


"Anda jangan panik, ya," bisik Arash sambil menoleh ke arah Putri.


"Saya lagi gak mimpi kan?" lirih Putri. "Itu beneran singa putih?" tanya Putri kepada Arash.


"Iya, tapi dia jinak kok, kamu tenang aja," ujar Arash yang sudah melindungi Putri.


"Serius jinak?" tanya Putri.


"Iya, dia ji---,"


"Boleh aku memegangnya?" tanya Putri dengan pandangan mata yang memohon.


Arash menoleh kebelakang dan melihat ke arah gadis yang tengah tersenyum kepadanya itu.


"Kamu serius?" tanya Arash degnan ragu.


"Hmm, aku serius," jawab Putri dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Oke." Arash pun melihat ke arah empus, kemudian pria itu pun menggenggam tangan Putri dan menariknya mendekat ke arah singa putih itu.


"Empus," tegur Arash yang mana membuat kucing besar itu pun menoleh dan mendengkur manja.


"Huaaa ... Lucunya ..." seru Putri yang tak sabar ingin menyentuh hewan berbulu lebat itu.


Arash pun perlahan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Putri, sehingga membuat gadis itu dapat semakin mendekat ke arah empus dan menyentuh hewan buas yang sudah jinak itu.


"Duh, gemesin banget sih kamu, ganteng," ujar Putri sambil membelai bulu Empus.


Empus pun mengendus tangan Putri, kemudian hewan langsung berdiri dan mengelilingi tubuh gadis itu.


"Ha ... Ha .. Lucu banget sih," seru Putri sambil tertawa.


"Kamu gak takut?" tanya Arash.


"Woww, ternyata kamu pecinta hewan buas juga ya," ujar Arash.


"Hmm, bahkan aku memiliki dua ekor lumba-lomba," jawab Putri.


"Serius?" tanya Quin yang tiba-tiba datang entah dari mana.


Putri dan Arash pun menoleh ke arah sumber suara, sehingga membuat Putri sangat terkesima dengan kecantikan Quin.

__ADS_1


"Kamu serius punya lumba-lumba?" tanya Quin yang sudah berdiri di hadapan Putri.


"Iya, Mbak," jawab Putri dengan wajah penuh kagum akan kecantikan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Ah ya, kita belum kenalan," ujar Quin. "Nama Aku Quin, kalau kamu?" tanya Quin sambil mengulurkan tangannya kepada Putri.


Putri tersenyum dan langsung menyambut uluran tangan wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini. "Aku Putri, Mbak," jawbab Putri.


"Waah, ama kita hampir sama ya artinya," kekeh Quin yang di angguki leh Putri.


"Kamu pacarnya Arash? Atau masih pedekate?" tanya QUin dengan nada yang menggoda.


"Hah? Oh, tidak, saya bukan pacarnya Pak Arash," jawab Putri dengan cepat.


"Lalu?"


"Dia anaknya Om Satria. Kamu tidak mengenal om Satria, tapi Veer mengenalnya. Dan juga, Putri ini pengacara perusahaannya Abash," ujar Papa Arka yang baru saja tiba di dekat mereka.


"Tunggu, pengacara di perusahaan Abash, tetapi kenapa bisa kenal dengan Arash?" bingung Quin. "Eh, Putri. Kamu gak salah mengenali orang kan?" goda wanita itu lagi.


"Tidak, Mbak. Kebetulan Pak Arash dan Pak Abash lagi tidak bersama. Jadi, saya masih bisa membedakannya," kekeh Putri.


"Hmm, baguslah. Eh, tapi ini, kenapa kalian terlihat sangat akrab? Bagaimana kailan saling mengenal?" tanya Quin dengan penasaran.

__ADS_1


"Putri ini yang terjebak dengan Arash di lift," ujar Papa Arka.


"Apa? Jadi, kamu cewek sombong dang angkuh yang di bilang oleh Arash?" seru Quin yang mana membuat Putri mengerutkan keningnya, sedangkan Arash sudah berpura-pura tidak mendengar apa yang di katakan oleh kakaknya itu.


__ADS_2