Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 426


__ADS_3

Sifa baru saja tiba di kediaman Mama Kesya, kedatangan wanita itu pun di sambut hangat oleh Quin dan yang lainnya.


"Putri ada di ruang keluarga, kamu langsung ke sana aja, ya," titah Mbak Quin yang menyambut kedatangan Abash dan Sifa.


"Iya, Mbak." Sifa pun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Di tangan wanita itu terdapat buah keranjang untuk diberikan kepada Putri.


Ya, ibu yang baru saja melahirkan harus banyak-banyak makan buah, kan?


"Assalamualaikum, Ma, Tante, Pa, Om," sapa Sifa dengan tersenyum manis.


"Walaikumsalam. Eh, udah pulang ya. Ayo sini," panggil Mama Kesya sambil menepuk tempat di sebelahnya.


Sifa pun menuruti perintah sang mertua, kemudian dia duduk di sebelah Mama Kesya yang juga kebetulan sekali berdekatan dengan Putri.


"Selamat kembali, Put," ujar Sifa sambil memberikan buah keranjang kepada Putri.


"Iya, Sifa. Terima kasih banyak, ya!" Putri pun mengambil buah keranjang yang diberikan oleh Sifa dan meletakkannya di samping.

__ADS_1


"Pulang sama siapa? Sama Abash?" tanya Putri yang diangguki oleh Sifa.


"Iya."


"Kamu pasti haus, minum dulu." Putri pun memberikan air mineral yang ada di dekatnya.


"Makasih, Put."


"Oh ya, jadi ini acara akikahnya mau di bikin hari apa?" tanya Mama Kesya kepada Mama Nayna.


"Emm, bagusnya hari apa ya, biar semuanya bisa kumpul," jawab Mama Nayna.


"Iya, tapi minggu depan ada dua nih hari liburnya. Ada hari selasa sama hari minggu. Gimana? Mau pilih hari yang mana?" tanya Mama Nayna balik.


"Emm, hari minggu aja deh. Kalau hari libur biasa anak-anak seringnya lembur buat ganti hari kerja."


Percakapan Mama Kesya dan Mama Nayna pun membuat Sifa hanya menjadi pendengar yang baik. Wanita itu menoleh ke arah Putri yang sedang berbincang dengan Bara. Sifa menghela napasnya pelan, entah mengapa dia merasa sepi, padahal di sekelilingnya sedang banyak orang.

__ADS_1


"Oh ya, kamu kapan nih rencananya mau nyusul Putri, Sifa?" tanya Mama Nayna secara tiba-tiba, yang mana membuat Sifa terkejut dan merasa kikuk. "Apa sudah ada tanda-tanda?" sambung Mama Nayna lagi.


"Sifa ini lagi fokus kerja. Dia juga baru ke trima di perusahaan tempatnya bekerja. Jadi, ada surat tanda tangan kontrak yang mengharuskan Sifa tidak boleh memiliki anak dulu," sahut Mama Kesya.


"Oh, begitu ya," ujar Mama Nayna dengan lirih.


"Iya, begitu."


Sifa hanya bisa tersenyum kecil. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Mama Kesya memang benar, tapi entah mengapa perasaannya terlalu sensitif dan seolah merasa jika apa yang dikatakan oleh Mama Kesya adalah sebuah sindiran untuknya.


Ingin rasanya Sifa mengatakan jika dirinya telah berhenti meminum pil KB kepada semua orang, akan tetapi untuk apa dia melakukan hal itu? Lagi pula, Sifa ingin memberikan kejutan untuk semua orang dengan kehamilannya. Tapi, kapan waktu itu tiba?


"Kalau yang namanya sudah tanda tangan kontrak, memang sulit sih. Kita harus patuh kepada peraturan. Kalau tidak, bisa kena pinalti, kan?" ujar Mama Nayna yang diangguki oleh Mama Kesya.


"Sekarang bukan masalah bisa atau tidak bisanya membayar pinalti. Tapi, karir yang sudah Sifa raih ini membutuhkan perjalanan yang begitu panjang. Di tambah lagi proses-proses yang tidak mudah untuk mencapai sampai ke titik ini. Untuk itu, saya setuju dan tidak masalah dengan keputusan Sifa untuk menunda kehamilannya dulu. Lagi pula, Sifa masih muda juga kan!" jawab Mama Kesya yang tidak ingin Mama Kesya berpikir, jika Sifa terlalu egois mempertahankan karirnya.


Ya, walaupun sebenarnya dalam lubuh hati Mama Kesya yang paling dalam, wanita itu berharap jika Sifa bisa berhenti berkerja dari perusahaan Farhan. Sifa bisa bekerja di perusahaan Abash, kan? Jika wanita itu tetap ingin menjadi wanita karir.

__ADS_1


"Iya, Mbak," jawab Mama Nayna dengan tersenyum kecil.


Mama Nayna memandang ke arah putrinya, entah mengapa ada rasa sedih di saat Putri memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai seorang pengacara. Tapi, semua itu sudah menjadi keputusan Putri, di mana dia tidak bisa membantah keinginan sang putri yang sudah memiliki sang suami.


__ADS_2