Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
S2 - Bab. 36


__ADS_3

Arash terus memandang ke arah Zia dan Zia yang sedang bermain dengan Rayyan dan Yumna. Entah mengapa, dia merasa melihat sebuah keluarga yang sempurna di matanya. Ada rasa tak rela dan tak terima yang tiba-tiba muncul di dalam hati Arash, melihat pemandangan yang begitu sempurna itu.


Seharusnya dia yang saat ini sedang tertawa bahagia bersama Rayyan dan Yumna, bukan Ibra.


"Rayyan mau puding?" tawar Arash, sehingga membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Papa ada puding, loh. Rayyan mau?" Arash menunjuk puding yang ada di tangannya.


"Rash? Puding itu terlalu kenyal untuk Rayyan. Takutnya langsung ketelan sama dia. Mama gak menyarankan loh jika Rayyan memakan puding itu. Takut keselek," ujar Mama Nayna mengingatkan.


"Iya, Ma." Arash pun kembali melanjutkan memakan pudingnya yang tinggal setengah.


Tatapan mata pria itu sedari tadi tidak lepas dari Zia dan Ibra.


"Apa yang kamu pikirkan, Rash?" batin Arash sambil memasukkan semua sisa puding ke dalam mulutnya, sehingga membuat pipi pria itu mengembang.


*


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, akan tetapi Ibra terlihat belum beranjak pergi dari apartemennya.


Rayyan dan Yumna pun sudah berada di dalam kamar bersama Zia, sedangkan Mama Nayna menemani Ibra mengobrol.


Arash merasa geram, karena sepupunya itu terlihat semakin asyik mengobrol dengan Mama Nayna, tanpa ingat waktu.


"Sudah malam, Bra, lo gak berniat nginap di sini 'kan?" tanya Arash dengan ketus, membuat Ibra dan Mama Nayna yang tengah asyik mengobrol menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Emangnya boleh gue tidur di sini?" jawab Ibra sambil tersenyum meliring.


Arash mengepalkan tangannya, entah mengapa dia tidak suka melihat senyuman Ibra saat ini yang terlihat mengejek dirinya.


"Sorry, gue gak terima tamu pria menginap di sini," jawab Arash dengan ketus.


"Hmm, baiklah. Kalau begitu artinya gue harus pulang!" Ibra tersenyum dan bangkit dari duduknya.


"Tante, Ibra pamit pulang dulu, ya? Sampai ketemu besok, ya!" ujar Ibra kepada Mama Nayna.


"Iya, Bra. Kamu hati-hati di jalan, ya. Terima kasih loh atas rujaknya tadi. Dan, terima kasih juga karena sudah menemani Zia hari ini."


kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Mama Nayna pun membuat Arash mengernyitkan keningnya.


"Gak papa, Tante. Ibra senang kok bisa menemani Zia," jawab Ibra sambil melirik sinis ke arah Arash.


Arash pura-pura tidak mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Mama Nayna dan Ibra barusan, pria itu hanya berharap jika sepupunya itu segera angkat kaki dari rumahnya.


"Iya, Ibra. Terima kasih atas waktu kamu," sahut Mama Nayna.


"Sama-sama, Tante. Pokoknya, kalau Tante butuh bantuan, katakan saja kepada Ibra. Ibra siap membantu."


"Sudah?" potong Arash masih dengan nada suara yang ketus.


Tidak, bahkan lebih ketus dari sebelumnya.

__ADS_1


"Cepat pulang, gue mau tidur. Mama Nayna juga pasti sudah lelah," usir Arash yang mana membuat Ibra dan Mama Nayna tersenyum.


"Iya, gue mau pulang nih." Ibra pun mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Mama Nayna sebelum pamit.


"Pamit dulu, Tante. kalau Tante ada perβ€”"


"Udah, pulang sana Lo." Arash menarik kerah baju Ibra dan menyeretnya menjauh dari Mama Nayna sambil merangkul bahu pria itu.


Mama Nayna hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkat Arash. Wanita paruh baya itu curiga, jika Arash pasti sedang merasa cemburu saat ini.


Mama Nayna pun memberikan meja dan membawa piring kotor ke dapur.


Arash berjalan menuju kamarnya, di saat bersamaan, Zia pun keluar kamar.


"Loh, Ibra mana, Mas?" tanya Zia dengan kening mengkerut, di saat melihat pria yang mengantarkan dirinya pulang sudah tidak ada lagi di sana.


"Sudah pulang. Gak baik lama-lama menerima tamu malam-malam," jawab Arash dengan ketus.


Zia hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia berbalik dan berniat kembali ke kamar.


"Zi," tegur Arash yang mana membuat Zia menghentikan langkahnya.


"Ya?" jawab Zia saat sudah berbalik menghadap Arash.


"Kamu tidur saja di kamarku,"titah Arash yang mana membuat Zia mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2