Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 266 - Cek Iler dan Belekan


__ADS_3

Putri menggeliat pelan, gadis itu pun membuka matanya secara perlahan.


"Kenapa mobilnya berhenti? Apa sudah tiba di tempat tujuan?" lirihnya dengan suara yang khas baru bangun tidur.


Putri pun menoleh ke arah sebelah kemudi, tidak dia temukan keberadaan Arash di sana. Gadis itu pun menegakkan tubuhnya, di saat dia menyadari jika kursi yang dia duduki sandarannya sudah di rendahkan. Bahkan, ada sebuah jas yang menyelimuti tubuh bagian atasnya. Tak perlu lagi gadis itu menebak-nebak, siapa orang yang menyelimuti dirinya. Sudah bisa dia pastikan jika orang tersebut adalah Arash.


Ya, siapa lagi jika bukan Arash. Secara hanya ada mereka berdua kan di sana?


"Di mana dia?" lirih Putri mencari keberadaan Arash, sehingga dia melihat sebuah siluet tubuh seorang pria yang tengah berdiri di dekat pemanggangan.


"Apa itu Arash?" tanya Putri entah kepada siapa.


Gadis itu pun turun dari mobil, sehingga membuat pria yang sedang berada di dekat pemanggangan pun menoleh ke arahnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Arash dengan senyuman yang sangat menawan.


Putri terpukau oleh pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Pemandangan yang sangat jauh dari pemikirannya, tetapi terlihat sangat menakjubkan. Di dalam pikiran Putri tadi, Arash akan membawanya ke pantai.


Ke mana lagi jika buka ke pantai? Bukannya tempat itu selalu di jadikan tempat tujuan utama untuk memberikan kejutan kepada seseorang?


Tapi apa ini? Danau?

__ADS_1


Arash membawanya ke sebuah Danau? Danau yang terlihat sangat indah sekali di kala senja mulai terbenam. Untungnya saat di perjalanan tadi, mereka sempat menunaikan sholat ashar di mesjid yang berada di pinggir jalan, sehingga membuat Putri tidak merasa khawatir karena akan terlewatkan waktu sholat fardhunya.


"Kemari lah," titah Arash sambil mengulurkan tangannya.


Dengan perasaan yang ragu dan pelan, Putri pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Arash. Namun, setelah lima langkah, Putri teringat akan sesuatu.


"Tidak, jangan sampai ada ences atau belekan," batin Putri yang menyadari jika dirinya baru saja terbangun dari tidur.


Putri bergegas berbalik ke arah mobil, sehingga membuat Arash mengernyitkan kening dan merasa khawatir.


"Putri, ada apa?" tanya Arash yang di abaikan oleh gadis itu.


Merasa ada yang tak beres, Arash pun melangkah mendekat ke arah Putri, untuk melihat kondisi gadis itu.


"Jangan mendekat!" pekik Putri sambil mengulurkan tangannya untuk menahan langkah Arash.


Arash yang terkejut dengan suara teriakan Putri pun, langsung menghentikan langkahnya dan menatap bingung ke arah gadis yang telah menyadarkan dirinya apa itu arti cinta yang sebenarnya.


"Ada apa, Put?" tanya Arash dari tempatnya berdiri.


"Jangan mendekat, tetap di situ," ujar Putri memperingati Arash.

__ADS_1


Terlihat jika Putri sedang menatap wajahnya di kaca mobil, kemudian gadis itu juga terlihat sedang membersihkan mata dan juga wajahnya.


"Issshh, kenapa sampai belekan sih?" geram Putri dan membersihkan sisa-sisa kotoran yang ada di matanya.


Gadis itu pun teringat, jika di dalam mobil ada sebotol air mineral yang Arash beli saat di perjalanan tadi. Putri pun bergegas membuka pintu mobil dan mengambil botol mineral tersebut. Di tuangnya air di dalam botol ke atas telapak tangan, kemudian dia membasuh wajahnya hingga bersih dari kotoran mata dan juga iler yang takutnya menempel di pipi atau sudut bibirnya.


Arash yang melihat dengan jelas apa yang di lakukan oleh Putri dari kejauhan pun, hanya bisa tersenyum sambil mengulum bibirnya. Gadis itu sungguh sangat terlihat lucu sekali. Padahal, Arash tidak pernah keberatan dengan penampilan Putri yang berantakan. Bahkan, pria itu berharap dapat bisa melihat wajah bangun tidur Putri setiap pagi, setiap hari, dan hingga mereka menua nanti.


Di tempatnya, Putri melihat kembali penampilan dirinya yang sudah lebih segar dari sebelumnya. Tak lupa gadis itu mengoleskan kembali pelembab bibir berwarna pink di bibir indahnya itu. Setidaknya, penampilannya saat ini tidak akan mempermalukan dirinya di saat mereka berada di tempat yang sangat romantis seperti saat ini.


"Sudah selesai?" tanya Arash yang mana membuat Putri mencebikkan bibirnya.


Arash pun terkekeh pelan, pria itu mengulurkan tangannya kepada Putri, tetapi di tolak oleh gadis itu.


"Aku bisa jalan sendiri," ketus Putri dan berlalu meninggalkan Arash.


"Dan aku tidak akan membiarkan kamu berjalan sendiri," jawab Arash yang sudah menggenggam tangan Putri dengan hangat, sehingga membuat gadis itu menoleh ke arahnya dengan terkejut dan wajah yang merona.


"Bukankah sudah aku katakan? Jika kamu harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan serangan cinta dari aku," ujar Arash sambil mengedipkan matanya sebelah.


Jangan di tanya lagi bagaimana saat ini wajah dan juga jantung Putri. Pastinya sudah ketahuan oleh Arash, jika gadis itu tersipu oleh perlakuan yang pria itu lakukan.

__ADS_1


Serangan cinta?


Baru di genggam tangan aja udah merona gitu, Put. Gimana kalau dapat serangan cinta yang lain?


__ADS_2