Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 277 - Jenguk Kakek Farel


__ADS_3

Putri mengepalkan tangannya, gadis itu merasa kesal di saat mengetahui kenyataan jika ternyata Arash adalah dalang dari permainan kemarin. Bahkan, pria itu menanggung semua biaya yang di menangkan oleh para pelanggan.


Entah berapa banyak uang yang pria itu keluarkan kemarin, hanya demi mengambil simpati dirinya.


"Ekhem."


Bara sengaja berdehem dan menyenggol lengan sang kakak, kemudian tersenyum dengan penuh arti.


"Apa?" ketus Putri.


"Gak terharu, Mbak?" goda Bara.


"Iissh, kenapa mesti terharu coba?" jawab Putri kesal.


"Ya ela, Mbak. biasanya kan kalau cewek udah terharu banget di perlakukan seperti ini?" goda Bara lagi sambil tersenyum penuh arti.


"Itu cewek lain, bukan Mbak," ketus Putri dan berlalu meninggalkan sang adik.


"Mulut aja tuh yang bilang gak, padahal dalam hati udah berbunga-bunga," gumam Bara dan menyusul sang kakak.


Sesampainya di dalam mobil, bibir Putri terus manyun bagaikan bibir bebek, hal itu pun membuat Bara semakin mengulum bibirnya.


"Manyun terus, Mbak? Kangen yaa sama pujaan hati?" goda Bara.

__ADS_1


"Diem deh," ketus Putri sambil melipat kedua tangannya di atas perut.


Putri menggerutu kesal di dalam hati. Bukannya gadis itu tidak tersanjung dengan apa yang Arash lakukan kemarin. Akan tetapi, Putri kesal karena pria itu sampai nekad membuat perlombaan yang merugikan dirinya sendiri.


Bagaimana jika perut pria itu sakit, karena memakan es krim rasa mengkudu?


"Dasar ceroboh," gumam Putri sambil mencebikkan bibirnya kesal.


"Ah ya, Mama tadi pagi telpon aku, beliau menyuruh kita untuk menjenguk Tuan Farel," ujar Bara memberitahu.


"Jenguk Tuan Farel? Maksudnya kakeknya Arash?" tanya Putri memastikan.


"Iya," jawab Bara sambil menoleh sekilas ke arah sang kakak.


"Apaan sih? Dasar gak jelas kamu," ketus Putri dan mengalihkan perhatiannya ke arah luar jendela.


"Apa dia baik-baik saja?" batin Putri merasa khawatir dengan keadaan Arash.


"Semoga aja dia baik-baik saja."


Mobil yang di kendarai Bara pun akhirnya tiba di rumah sakit. Mereka langsung menuju ke arah ruangan Kakek Farel.


"Selamat siang, Tante," sapa Putri dengan tersenyum manis.

__ADS_1


Mama Kesya yang melihat kedatangan Putri pun, langsung tersenyum lebar dan membuka tangannya untuk memeluk calon menantunya itu.


"Eh, Putri! Sama siapa ke sini?" tanya Mama Kesya setelah mencium pipi calon menantunya itu.


"Sama Bara." Putri menunjuk ke arah sang adik yang berada di belakangnya.


"Apa kabar, Tante?" sapa Bara dan mencium punggung tangan Mama Kesya.


"Baik. Waah, kamu terlihat berbeda dengan yang terakhir Tante lihat, ya?" ujar Mama Kesya.


Ya, Bara memang terlihat berbeda jika sedang tidak mengenakan pakaian kantornya. Bara hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan dari calon mertua kakaknya itu.


"Oh ya, ini ada titipan dari Mama, Tante." Bara pun memberikan sesuatu yang berada di dalam bungkusan, yang mana baru tadi pagi paket itu tiba di rumahnya.


"Duh, jadi ngerepotin deh. Makasih banyak ya, sampaikan terima kasih Tante sama mama kamu," ujar Mama Kesya sambil menerima bingkisan yang di berikan oleh Bara.


Putri terlihat sedang mencari seseorang, gak itu pun tertangkap basah oleh Mama Kesya.


"Arash gak di sini, mungkin nanti malam dia baru ke sini," ujar Mama Kesya sambil mengulum bibirnya.


"Hah? Oh, eh, saya gak cari Arash, Tante," cicit Putri dengan wajah yang merona.


"Cari juga gak papa," goda Mama Kesya yang mana membuat wajah Putri semakin merona.

__ADS_1


__ADS_2