Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 262 - Bukan Kalung Biasa


__ADS_3

"Gilaa, ini sih limited edition," seru Naya.


Arash melirik ke arah sepupunya itu, sehingga tatapan matanya dengan Naya pun bertemu. Pria itu pun menaikkan satu alisnya, seolah menyuruh gadis itu untuk diam.


"Jadi, Rash, kalung ini untuk siapa?" tanya Desi yang sudah menebak, bahwa pastinya kalung tersebut adalah untuk Putri.


Arash pun tiba-tiba menarik tangan Putri, sehingga membuat gadis itu menoleh ke arah Arash dengan wajah yang sedikit merona.


"Apa?" tanya Putri yang mana saat ini merasa jantungnya sudah berdetak sangat cepat sekali, sehingga membuat tubuhnya bergetar karena gugup.


Boleh kan, Putri merasa kepedean karena berpikir jika kalung itu untuknya? Ya, walaupun pada kenyataannya memang kalung itu sejak awal sudah di tujukan untuk Putri.


Bagaimana bisa di tujukan untuk Putri? Kan kalung itu berasal dari hadiah yang di menangkan oleh Arash?


Baiklah, akan emak cerita sedikit bagian yang hilang.

__ADS_1


Masih ingat dong apa yang di katakan Naya? Kalau kalung itu adalah limited edition, jadi mana mungkin pihak gerai es krim dengan suka rela ingin memberikan kalung tersebut secara cuma-cuma? Sudah pasti ini ada udang di atas peyek kan?


Jadi ... beberapa jam yang lalu.


Arash yang sedang mencari udara segar, tiba-tiba saja di telpon oleh Toto, di mana asistennya itu mengatakan jika ada klien yang ingin bertemu saat itu juga. Awalnya Arash sudah menolak, tetapi Toto mengatakan jika klien ini adalah klien yang sangat penting sekali, dan mereka akan kembali ke Jepang dalam beberapa jam lagi.


Untuk itu, Arash pun langsung memutar kemudinya menuju tempat di mana klien dan asistennya itu berada.


Singkat cerita.


"Sama-sama, Mr. Yamatama. Terima kasih juga untuk cinderamatanya." Arash pun menyambut uluran tangan kliennya.


"Itu bukan apa-apa, karena itu adalah salah satu koleksi dari perusahaan saya."


Ya, Mr. Yamatama baru saja memberikan satu set kalung yang sangat indah sekali kepada Arash, sebagai tanda kenang-kenangan untuk pria itu.

__ADS_1


Awalnya Arash menolak, akan tetapi Mr. Yamatama mengatakan jika dia memang sudah lama ingin memberikan hadiah perhiasan kepada Arash, berhubung pria itu belum memiliki pasangan, niat itu pun di urungkan oleh Mr. Yamatama hingga sampai saatnya tiba.


Namun, karena Mr. Yamatama akan mengundurkan diri dari jabatannya dan di gantikan oleh sang putra, akhirnya Mr. Yamatama pun memberikan salah satu koleksi perhiasan dari perusahaannya itu kepada Arash. Untuk itulah, Arash tidak bisa menolak pemberian kliennya itu.


Dan, saat Arash sedang melajukan mobilnya menuju entah ke mana, pria itu tanpa sengaja melihat Putri dan sepupunya berada di salah satu gerai es krim yang terkenal. Maka dari itu, Arash pun memiliki ide untuk memberikan kalung itu kepada Putri.


Tapi, saat Arash sudah berniat ingin melakukan hal itu, dia merasa yakin jika Putri pasti akan menolaknya mentah-mentah. Maka dari itulah Arash memiliki ide untuk memberikan kalung itu dengan cara memenangkan sebuah perlombaan.


Awalnya Arash sudah harap-harao cemas, karena ada pelayan lain yang ternyata juga menginginkan kalung tersebut untuk di berikan oleh kekasihnya, untuk itulah Arash langsung menegak es krim tersebut dan melupakan rasa pahit dan anyep dari mengkudu dengan wajah Putri yang ada di hadapannya.


Hingga akhirnya dia berhasil memenangkan perlombaan tersebut.


"Untuk kamu, orang yang aku cintai, Putri," ujar Arash yang mana membuat Naya, Desi, dan Luna bersorak dan bertepuk tangan.


Tidak hanya mereka bertiga, tetapi semua pengunjung yang ada di sana pun juga turut bersorak dan bertepuk tangan menyuruh Putri menerima cinta Arash.

__ADS_1


__ADS_2