Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 261 - Menang


__ADS_3

hai ... selamat tahun baru semuaa ...


ah yaa, emak minta maaf ya, bab 259 dan bab 260 ada revisian total. Boleh di baca ulang yaa ...


Happy reading ....


Putri merasa takjub melihat Arash menghabiskan es krim rasa mengkudu miliknya. Seolah itu adalah es krim rasa vanila yang begitu nikmat.


"Kamu mau?" tawar Arash yang langsung di jawab gelengan oleh Putri.


Bahkan, rasa pahit dan aneh dari buah mengkudu itu pun masih terasa di dalam mulutnya.


"Kalau begitu habiskan milikku," titah Arash yang mana membuat Putri menggelengkan kepalanya cepat dan langsung memakan es krim vanila milik Arash.


Arash pun menyunggingkan senyumannya di saat melihat Putri memasukkan es krim ke dalam mulutnya.


"Eemm, manis," gumam Putri dan kembali memasukkan sesendok es krim ke dalam mulut.


"Ayoo, Rash, kamu pasti bisaa!" seru Naya menyemangati sepupunya itu.

__ADS_1


"Iya, Rash. Kamu pasti bisa, Ayoo .. semangaat, sedikit lagi," tambah Desi yang tak mau kalah untuk menyemangati sahabatnya seperjuangannya.


"Ayo Pak Arash," ujar Luna pun yang juga ikut menyemangati Arash.


Arash menatap Putri yang ada di hadapannya, sehingga membuat pria itu menghentikan pergerakan tangannya untuk memasukkan es krim ke dalam mulut.


"Kamu gak mau semangatin aku?" tanya Arash yang mana membuat Putri mengerjapkan matanya sekali.


"Oke, jika aku tidak bisa menghabiskan es krim ini, maka kamu harus bersedia menghabiskan waktu bersama aku seharian besok, gimana?" tawar Arash yang mana membuat Desi membulatkan matanya.


Bagaimana mungkin dia bisa membiarkan waktunya bersama Arash seharian, sedangkan saat ini diriinya memang sengaja menghindari pria itu.


Dengan semangat yang menggebu, Arash pun memasukkan semua sisa es krim ke dalam mulutnya dalam dua kali masukan, sehingga membuat Putri membulatkan matanya.


"Rash, pelan-pelan," lirih Putri merasa khawatir dengan lambung pria itu.


"Aaah ..."


Waktu pun terus berjalan, hingga akhirnya es krim rasa mengkudu yang di makan oleh Arash pun habis, dengan sisa waktu sepuluh menit lagi.

__ADS_1


"Baiklah, kita sudah menemukan pemenang pertama pada hari ini," ujar manager gerai es krim yang mana menyerukan jika Arash adalah pemenang satu set kalung yang sangat cantik itu.


Naya, Desi, dan Luna pun bersorak dengan bahagia karena Arash berhasil memenangkan satu set kalung indah tersebut.


Putri hanya bisa tersenyum tipis di saat melihat Arash mampu menghabiskan es krim rasa mengkudu tersebut.


"Selamat, Mas, ini hadiahnya," ujar manager gerai es krim sambil memberikan hadiah utama yang di menangkan oleh Arash.


"Terima kasih," ujar Arash sambil menerima kotak bludru yang berisi satu set kalung indah.


"Jadi, kalung itu untuk siapa, Rash?" tanya Naya dengan nada yang menggoda, yang mana membuat jantung Putri berdegup dengan kencang.


Arash pun membuka kotak beludru tersebut, sehingga membuat Desi, Naya, Luna, dan Putri pun dapat mengetahui bagaimana bentuk dan isi kalung yang ada di dalam kotak tersebut.


"Gilaa, ini sih limited edition," seru Naya yang mana membuat Desi membuka mulutnya.


"Serius?" tanya Desi merasa penasaran.


"Huum, iya.. masa aku bohong sih?" ujar Naya yang mana membuat Desi merasa ada sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


"Jadi, kalung itu untuk siapa?" tanya Desi dengan tatapan penuh arti.


__ADS_2