Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 330


__ADS_3

Suasana pertunangan Sifa dan Abash sempat tegang, karena kehadiran sanak saudara Sifa, di mana mereka mengaku-ngaku jika Sifa bisa seperti saat ini karena mereka semua. Tentu saja Abash merasa kesal, sehingga membuat pria itu keluar dari rencananya yang sebenarnya.


"Sayang, kamu gak papa?' tanya Mama Kesya yang sudah menangkup pipi Sifa.


"Gak papa, Tante," lirih Sifa menahan sesenggukannya.


"Lupakan kejadian tadi, ya? Anggap semuanya tidak pernah terjadi," ujar Mama Kesya dan membawa Sifa ke dalam pelukannya.


"Sifa, maafin aku, ya?" lirih Abash dengan menyesal.


Plaaak ...


Sebuah pukulan pun mendarat di bahu Abash, sehingga membuat pria itu meringis kesakitan.


"Makanya, jangan suka cari gara-gara," kesal Mama Kesya menatap sebal ke arah sang putra.


"Niat Abash kan gak gitu, Ma," lirih Abash dengan perasaan menyesal.


"Apapun niat kamu, tetap saja itu salah, Bash. Sekarang, semuanya sudah terlanjur terjadi. Jadi, sebaiknya kamu harus ekstra menjaga Sifa, agar mereka tidak merasa dendam dan berniat untuk merusak nama baik Sifa," ujar Mama Kesya mengingatkan.


"Iya, Ma."


Mama Kesya pun membawa Sifa untuk kembali ke dalam kamar hotel, di mana Sifa tidak akan menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan yang lainnya. Urusan tamu undangan yang tersisa, Mama Kesya meminta Abash untuk menanggung semuanya sendirian.


"Mana ada orang tunangan gak di dampingi, Ma?" cicit Abash.


"Salah sendiri, makanya  jangan cari masalah," sahut Mama Kesya dan berlalu sambil membawa Sifa di dalam pelukannya.

__ADS_1


Abash menghela napasnya pelan, pria itu hanya bisa menatap kepergian sang pujaan hati dengan lesu.


"Sabar, Sifa hanya pergi ke kamar, bukan pergi tinggalin kamu," ujar Arash sambil tersenyum tipis.


"Rash, lo--"


"Biasa aja lihatnya, kayak gak pernah lihat gue aja," kekeh Arash. "Kalau kangen sama wajah gue, lo bisa berkaca dan lihat wajah lo sendiri. Kita itu miring banget, bagai pinang di belah dua," kekeh Arash.


Abash ikut tersenyum sambil menahan air matanya. Tak pernah dia merasa serindu ini melihat senyuman yang ada di wajah Arash. Jika biasanya senyuman itu membuatnya kesal, tapi senyuman itu saat ini menjadi sebuah rindu bagi dirinya sendiri. Abash pun langsung menarik Arash ke dalam pelukannya, memeluk tubuh Arash dengan erat.


"Woww, ada apa ini?" tanya Arash di dalam pelukan Abash.


"Sumpah, gue rindu banget sama senyuman lo, Rash. Gue juga takut banget, kalau lo gak akan pernah datang ke acara pertunangan gue," lirih Abash.


Arash pun merelai pelukan mereka berdua, kemudian pria itu kembali tersenyum.


"Gue senang, lo ada di sini."


Kedua pria kembar itu pun tersenyum, sehingga membuat Naya, Mami Vina, Quin, Kayla dan yang lainnya ikut terharu. Selama tiga bulan ini, Arash tidak pernah tersenyum. Tapi malam ini, pria itu kembali tersenyum seperti dulu, walaupun masih ada kesedihan di sana.


*


Arash menghampiri mantan calon mertuanya itu. Dia langsung mencium punggung tangan Mama Nayna dan Papa Satria.


"Bagaimana kabar kamu, Rash?" tanya Papa Satria. "Kamu terlihat sangat kurus sekali."


Arash tersenyum tipis. "Alhamdulillah baik, Om. Arash kurus karena banyak kerjaan aja," ujar Arash dengan tertawa pelan.

__ADS_1


"Jangan terlalu fokus bekerja, Rash, pergilah berlibur untuk melepaskan semua beban kamu," titah Papa Satria.


"Iya, Om. Kalau waktunya tepat, Arash akan mencoba untuk liburan."


Arash pun melirik ke arah Mama Nayna, di mana wanita paruh baya itu menatap Arash dengan tatapan penuh harapan. Arash tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, memberi kode kepada Mama Nayna, jika pria itu belum juga mendapatkan kabar tentang Putri. Terlihat Mama Nayna menghela napasnya dengan pelan, kemudian dia bergegas tersenyum di saat sang suami menoleh ke arahnya.


Bukannya Papa Satria tidak tahu, jika Mama Nayna masih menghubungi Arash dan mencari tahu tentang Putri, seperti halnya mantan calon menantunya itu yang masih mencari keberadaan Putri.


*


Kabar pertunangan Abash dan Sifa pun tersiar di seluruh penjuru dunia, di mana Arash sengaja mempublikasikan pertunangan kembarannya itu demi mencari keberadaan Putri. Menurut Arash, Putri akan melihat berita tersebut dan mencari tahu tentang kabar tersebut. Di sana, Arash akan menggunakan keahlian Abash untuk mencari tahu, siapa saja yang mencari kabar tentang pertunangan Abash dan Sifa. Arash pastikan, jika Putri pasti akan memasuki laman berita tersebut dan mencari tahu tentang pertunangan Abash dan  Sifa.


Di negara lain.


Putri sedang berjalan menuju tempatnya bekerja. Tanpa sengaja, dia melihat berita yang sedang tersiar di televisi yang ada di tengah jalan. Putri menghentikan langkahnya, gadis itu tersenyum dan ikut merasa bahagia di saat melihat senyuman Sifa dan Abash terlihat sangat indah sekali.


Tapi, di mana Arash?  Kenapa pria itu tidak terlihat saat sesi foto keluarga?  Sedangkan Quin dan suaminya saja juga ikut di sorot oleh kamera.


"Put, apa yang kamu pikirkan?" lirih Putri. "Kamu sudah membuat dia kecewa, jadi, bagaimana bisa kamu merindukan orang yang telah kamu kecewakan, Put? Kamu sudah berjanji untuk melupakannya, iya kan? Jadi, jalani saja hidup kamu sebagai Miska, bukan Putri Zahara Kusuma," lirih Putri pelan.


Matanya yang indah pun meneteskan air mata , sehingga membuat pipi mulusnya basah.


"Ah, Put, sadarlah. Kamu bukan lagi Putri saat ini, tetapi kamu adalah Miska. Miska, gadis pelayan restoran cepat saji," ucap Putri kepada dirinya sendiri.


PUtri pun berlalu dan mengabaikan berita tersebut, walaupun rasa keingin tahuannya sangat besar, akan tetapi dia harus sadar diri dengan apa keputusan yang telah dia perbuat. Meninggalkan Arash, sama halnya dengan memutuskan hubungan, kan?


Jika kalian bertanya, kenapa Putri memilih bekerja sebagai pelayan restoran cepat saji?

__ADS_1


Itu karena Bara tidak menyukai makanan tersebut.  Dan juga, bisa di pastikan jika keluarganya tidak akan mampir ke tempat yang sebenarnya juga sudah menjamur di negaranya sendiri. Itulah alasan Putri memilih bekerja di restoran ayam cepat saji, agar tidak ada yang bisa bertemu atau berpas-pasan dengannya.


__ADS_2