Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 322


__ADS_3

Seorang gadis menarik napasnya panjang, kemudian menghelanya dengan sedikit kasar. Tak pernah terlintas dalam pikirannya, jika dia harus bertindak di luar hukum. Bahkan, sebagai salah satu penegak hukum kebenaran, kalo ini dialah yang melanggar hukum itu sendiri.


"Pantaskah aku menjadi seorang pengacara yang adil dan jujur? Jika saat ini saja aku malah berbohong atas identitasku sendiri," lirih Putri yang terpaksa memilih pergi, agar dirinya tidak menikah dengan Abash ataupun Arash.


Putri pun memeluk tubuhnya yang terasa dingin, karena cuaca malam ini benar-benar terasa sangat dingin dan menusuk ketulangnya.


"Sampai kapan aku harus bersembunyi?" lirih Putri menatap lurus ke arah gunung-gunung yang menjulang tinggi mencakar langit.


Di tempat lain.


"Gimana ini, Pa? hiks ... Putri ke mana sekarang?" tangis Mama Nayna yang sudah lima jam tak berhenti.


"Iya, Ma. Mama tenang yaa, orang-orang suruhan Pak Arka dan juga orang suruhan Bara juga sudah bergerak untuk mencari Putri.


"Iya, tapi ini sudah dua hari, Pa. Kenapa Putri juga belum ditemukan?" tangis Mama Nayna dengan pilu.

__ADS_1


"Mama yang tenang yaa, yang sabar." Papa Satria mencoba untuk menenangkan sang istri, agar Mama Nayna bisa berhenti menangis.


Arash sudah seperti orang gila, pria itu melacak semua cctv yang menangkap gambar Putri. Bermula dari saat Putri menemui Abash, hingga jejaknya hilang di salah satu mall ternama.


Sempat terlihat oleh Arash, jika Putri membeli beberapa rambut palsu, serta pakaian baru. Arash memiliki firasat, jika saat ini Putri sedang menyamar menjadi orang lain. Setiap orang yang merasa Arash curigai, maka akan pria itu cari tahu identitasnya dan akan di interogasi. Sudah beberapa orang yang telah pria itu interogasi, nyatanya Putri masih belum juga di temukan.


"Put, kamu di mana?" lirih Arash mengusap wajahnya dengan kasar.


*


Sifa meneteskan air matanya, di saat dirinya merasa bersalah karena telah membenci Putri yang sebenarnya juga sebagai korban, akan masalah yang sedang mereka hadapi saat itu.


"Iya, sayang. Aku akan mencari di mana keberadaan Putri."


Seperti apa kata pepatah, jangan pernah membangunkan singa yang tidur. Maka, hal itu juga berlaku untuk Arash, di mana pria itu tidak pernah memakai kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, tapi kalo ini, pria itu menggunakan kekuasaannya demi mencari keberadaan Putri dan orang yang telah menjebak calon istrinya itu.

__ADS_1


"Lakukan pencarian, hancurkan semuanya," titah Arash memberikan instruksi kepada bawahannya.


Para polisi yang sudah bekerja sama dengan bodyguard Martin pun, langsung menggerebek tempat usaha Yosi, dimana saat ini adiknya lah yang mengoperasikan tempat perjudian itu. Bahkan, orang-orang yang menjebak Putri dan Abash, juga sudah tertangkap.


Misi balas dendam yang menyebabkan Abash dan Putri menjadi korban pun, akhirnya berakhir.


"Apa kamu sudah menemukan jejak Putri, Rash?" tanya Mama Kesya.


"Belum, Ma. Arash masih berusaha."


"Teruslah mencari, Nak. Karena Mama sangat yakin sekali, jika Putri sangat terpukul saat ini. Dia tidak tahu, jika dirinya masih suci dan tidak ternodai," ujar Mama Kesya.


"Iya, Ma. mohon doanya, agar Arash bisa menemukan Putri."


Suara ponsel Arash pun berdering, sehingga membuat pria itu menoleh ke arah ponselnya dan langsung bergegas menggeser tombol hijau.

__ADS_1


"Pak, ada kecelakaan pesawat, di mana salah satu penumpangnya atas nama Nona Putri."


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Arash pun menjatuhkan ponselnya begitu saja.


__ADS_2