Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 143 - Datang lagi


__ADS_3

"Makasih ya, Pak Abash," ujar Putri saat mobil Abash sudah berhenti di depan lobi apartemennya.


"Hmm, sama-sama," jawab Abash.


Putri pun turun dari mobil, kemudian wanita itu menunggu Abash melajukan mobilnya.


"Huuf, dingin banget jadi orang. Beda sama kembarannya," lirih Putri dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung apartemen.


"Hai, Max" sapa Putri saat melewati meja satpam, di mana kucing gemoy itu sedang tidur di atas meja.


"Mbak Putri kenal sama Pak Arash?" tanya Satpam.


"Iya, kenal. Kenapa ya, Pak?" tanya Putri.


"Oh, gak kenapa-nala, cuma tanya aja," ujar Satpam.


Putri pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu saya masuk dulu ya, Pak," pamit Putri.


"Oh ya, silahkan."


Meoong ....


Putri pun terkejut di saat Max loncat dari meja dan mengelilingi kakinya.


"Mau ikut aku lagi?" tanya Putri.


Meooong ...


"Oke, tapi aku gak bisa gendong, ya. Aku banyak bawa barang," ujar Putri.


Meoong ...


"Ayo ..." Putri pun mengajak Max untuk mengikutinya. Kucing pintar itu pun mengikuti Putri dan ikut menunggu saat lift terbuka.


Ting ...

__ADS_1


Pintu lift pun terbuka, Putri masuk ke dalam lift dan di susul oleh Max.


"Lucu banget sih, kamu," ujar Putri sambil tertawa.


Di tempat lain, Sifa baru saja sampai ke apartemennya dengan menggunakan taksi online. Sebenarnya dia ingin naik angkutan umum saaj, akan tetapi Abash melarang kekasihnya itu dan menyarankan untuk naik taksi.


"Saya baru tiba di apartemen, Mas" send.


Sifa pun mengirimkan pesan singkat untuk kekasihnya itu.


Saat mendengar suara notif pesan, Abash pun meraih ponselnya, sudut bibir wanita itu pun terangkat di saat membaca nama kekasihnya yang mengirimkan pesan. Abash pun langsung menekan tombol memanggil, untuk membuat panggilan suara dengan sang kekasih.


"Assalamualaikum, Mas," ujar Sifa di seberang panggilan.


"Walaikumsalam. Kamu lagi ngapain?" tanya Abash.


"Ini baru masuk, lift," jawab Sifa dengan tersenyum. Padahal Abash tidak akan bisa melihat senyumannya itu.


"Mas di mana? Udah di toko Tante Kesya?" tanya Sifa.


"Loh, perasaan tadi Mas bilang, kalau Mas udah sampai di toko!"


"Iya, tadi Mama suruh aku buat antar Putri sebentar, kebetulan apartemennya berada di dekat sini," ujar Abash.


"Putri?" tanya Sifa. Tiba-tiba saja hatinya merasa gelisah, ada rasa yang panas menjalar di dadanya.


"Hmm, pengacara yang terjebak di lift dengan Arash," jawab Abash. "Aku bilang ini, agar kamu tidak salah paham jika mendengar kalau aku pernah mengantarkan Putri pulang. Ini semua karena perintah Mama Kesya. Kalau tidak, aku gak mau antar dia pulang. Dia punya kaki sendiri kok, udah gedek juga," ujar Abash.


Ada rasa lega di hati Sifa, karena kekasihnya itu berbicara jujur dan tidak ingin menutup-nutupi apa yang terjadi padanya.


"Iya, Aku percaya kok sama, Mas," jawab Sifa.


Ting ...


Terdengar suara lift terbuka, sehingga membuat Sifa pun keluar dari lift tersebut.

__ADS_1


"Kamu sudah sampai ke apartemen?" tanya Abash.


"Ini lagi buka pintunya," jawab Sifa.


Ceklek...


"Udah masuk?" tanya Abash lagi.


"Udah, kenapa Mas?"


"Jangan lupa kunci pintunya. Ingat, jangan buka pintu untuk siapapun kecuali aku. Oke," ujar Abash.


"Iya, Mas. Lagian siapa juga yang mau bukain pintu untuk orang lain," kekeh Sifa.


"Oke, jangan lupa mandi. Nanti malam aku ke tempat kamu lagi, aku temani kamu belajar," ujar Sifa.


"Lagi?" tanya Sifa dengan jantung berdebar.


"Hmm, kenapa? Kamu keberatan?" tanya Abash.


"Buk, bukan gitu. Tapi..."


"Aku hanya ingin mengajari kamu, agar kamu bisa lulus di tim cobra dan melanjutkan sekolah S2 d luar negri," ujar Abash.


"Iya, Mas," jawab Sifa akhirnya.


"Oke, karena kamu sudah berada di dalam apartemen, aku sudah merasa tenang. Aku tutup ya, assalamualaikum, sayang," ujar Abash.


"Walaikumsalam."


Sifa pun tersenyum malu, di saat mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh kekasihnya itu.


"Manis banget sih kamu, Mas," lirih Sifa sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Tiga detik kemudian, gadis itu pun langsung terduduk di saat mengingat Abash akan datang malam ini ke apartemennya.

__ADS_1


"Aku harus pakai baju apa, ya?"


__ADS_2