Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 263 - Serangan Cinta


__ADS_3

"Untuk kamu, orang yang aku cintai, Putri," ujar Arash yang mana membuat Naya, Desi, dan Luna bersorak bertepuk tangan.


Putri mengerjapkan matanya, dia tak percaya jika Arash akan menyatakan perasaan cinta pria itu lagi. Ya, walaupun menyatakan cintanya dengan menggunakan satu set kalung dari hadiah yang pria itu menangkan. Dalam hati, Putri sudah bersorak bahagia dan rasanya ingin sekali menjawab 'ya' dan memeluk Arash saat ini juga.


"Ayo, Put, terima dong ungkapan perasaan Arash," seru Desi yang mana membuat Putri kembali tersadar dari lamunannya.


Arash tersenyum mendengar seruan dari sahabat yang juga merangkap sebagai saudaranya, sehingga membuat pria itu pun tersenyum sangat manis.


"Maaf, jika aku menyatakan cinta dengan satu set kalung yang di dapatkan dari memenangkan hadiah. Tapi aku janji, sepulang dari sini kita akan membeli satu set perhiasan yang baru."


Kalimat yang di ucapkan oleh Arash pun membuat Desi, Naya, dan Luna semakin bersorang dengan semangat. Tak hanya mereka, tetapi beberapa pengunjung lain pun juga ikut bersorak untuk menyemangati Arash dan juga menyuruh Putri untuk menerima ungkapan cinta pria itu.


"Ayo, Mbak, di terima cinta Mas nya, kalau Mbak gak mau, saya mau kok terimanya," ujar salah satu pelanggan yang lain, yang mana membuat pelanggan yang lain lagi menyorakinya.


Lagian, siapa yang bisa menolak pria setampan Arash? Mana wajahnya mirip Jungkok lagi. Ha ..ha .. ha .. Emak aja kalo di kasih cowok seganteng Arash juga gak mau .. Gak mau nolak gitu maksudnya.


"Iya, Put, jawab dong. Gak sabaran ini aku mau dengar jawaban kamu," seru Desi, di mana gadis itu sudah bisa menebak jika Putri pasti akan menerima cinta Arash.


"Put," tegur Arash di saat melihat Putri hanya terdiam dengan wajah yang terlihat terkejut dan merona.


"A-aku ---"


"Mbak, aku tau kalau kamu tadi sebenarnya ingin kembali keluar dari dalam mobil. Aku juga bisa menebak, jika pria itu menyatakan perasaannya lagi ke kamu, pasti kamu gak bakal nolak, iya kan?" Putri kembali teringat akan ucapan Bara kepadanya saat mereka di dalam mobil.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?" tanya Putri dengan wajah meronanya, tetapi gadis itu masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja terjadi barusan. Benarkah Arash menyatakan cintanya seperti apa yang ada di film-film yang pernah dia tonton sebelumnya?


"Jadi gini, Mbak. Menurut dari cerita, Mbak. Kalo pria ituβ€”"


"Arash namanya," tegur Putri karena Bara terus saja menyebut nama Arash dengan sebutan pria itu.


"Ya, Arash," ulang Bara. "Jadi, kalau Arash memang benar-benar mencintai Mbak dan tidak menjadikan Mbak sebagai pelarian, maka Mbak harus uji ketulusan cinta dia ke Mbak," saran Bara yang mana membuat Putri mengernyitkan keningnya.


"Maksud kamu?" tanya Putri dengan bingung.


"Aku setuju dengan keputusan Mbak yang ingin menjauh dari Arash, agar pria itu menyadari perasaan yang sesungguhnya kepada Mbak, ya kan?" tebak Bara.


"Huum, lalu?"


"Kenapa?" tanya Putri bingung.


"Jika Arash benar-benar mencintai kamu, maka dia akan menyadari jika dirinya salah karena menyadari perasaannya di saat dia baru saja kehilangan orang yang dia pikir dia cintai, ternyata tidak. Untuk itu, Mbak harus menguji ketulusan cinta dia, jika dia benar-benar mencintai, Mbak, maka dia tidak akan pernah menyerah untuk berjuang mendapatkan, Mbak. Apa lagi jika dia sudah tahu kalau Mbak cinta sama dia," ujar Bara yang mana membuat Putri terlihat berpikir.


"Bagaimana jika saat Arash menyatakan cintanya lagi, kemudian aku tolak. Lalu dia tidak pernah menyatakan perasaannya lagi?" lirih Putri yang merasa takut jika pria itu memang hanya menjadikan dirinya sebuah pelarian saja.


"Itu tandanya dia tidak bersungguh-sungguh," jawaban Bara pun membuat darah Putri berdesir hebat.


"Aku ini pria, Mbak. Jadi aku tau apa yang akan di lakukan oleh seorang pria jika dia benar-benar mencintai gadis itu. Sebelum janur kuning belum melengkung, maka wanita itu wajib untuk di perjuangkan."

__ADS_1


Kalimat yang pernah di ucapkan Bara pun kembali terniang di ingatan Putri, sehingga membuat gadis itu pun mencoba untuk menguji ketulusan Arash kepadanya.


"Put?" panggil Arash lagi yang sudah menunggu jawaban dari Putri.


"Maaf, Rash. Aku tidak bisa," ujar Putri sehingga membuat Desi, Naya, Luna, dan pengunjung lainnya pun tercengang dan merasa kecewa.


"Maksud kamu, Put?"


"Rash, kamu tahu kan kalau Soni sudah melamar aku?" Putri pun menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya. Gadis itu seolah mengatakan jika Soni telah melamar dirinya.


Ada hal yang harus di persiapkan oleh Putri saat ini, yaitu hatinya. Di mana jika Arash setelah ini akan menyerah dan membiarkan dirinya untuk tetap bersama Soni. Padahal kenyataannya, Putri tidak menerima Soni, tapi Arash kan gak tahu hal itu.


Arash tersenyum kecil, pria itu pun mengambil kalung yang ada di dalam kotak bludru dan berjalan mendekat ke arah Putri, sehingga membuat gadis itu kembali membeku dengan perlakuan yang Arash berikan kepadanya.


"Maaf, aku tidak pernah menerima penolakan dari gadis yang aku cintai," bisik Arash sambil memasangkan kalung indah itu ke leher Putri.


Putri menatap wajah Arash, di saat pria itu sudah kembali berdiri tegak tepat di hadapannya. Bahkan, saat ini pria itu sudah mengambil sebuah gelang dan memasangkannya di tangan Putri.


"Sebelum janur kuning melengkung, sebelum ijab kabul terdengar dengan lantang dan di sambut kata Sah, maka aku akan berjuang sampai titik akhir," ujar Arash dan di akhiri dengan mengecup punggung tangan Putri.


Hal itu pun di sambut sorakan dan tepuk tangan dari semua pengunjung yang ada di sana.


"Maka, persiapkan diri kamu untuk mendapatkan serangan cinta dari aku, Putri," bisik Arash sambil mengedipkan matanya sebelah.

__ADS_1


__ADS_2