Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 241 - Paper Bag


__ADS_3

cling ...


"Rash, maaf ganggu. Paper bag punya aku ketinggalan di mobil kamu." send.


Arash mengernyitkan keningnya, pria itu pun melihat ke arah bangku penumpang bagian belakang melalui kaca spion bagian tengah.


"Paper bag?" lirih Arash.


Pria itu mengenali salah satu paper bag yang ada di bangku penumpang bagian belakang, tetapi pria itu merasa penasaran dengan satu paper bag yang lainnya.


"Seperti dari butik ternama," lirih Arash saat melihat paper bag yang bertuliskan sebuah nama butik.


Arash pun kembali memfokuskan pandangannya kembali ke arah jalanan, d mana banyak pengendara lainnya. Walaupun Arash sedang fokus menyetir, akan tetapi pikirannya ternyata melayang kepada isi paper bag yang dari butik ternama.


"Mungkin gaun pemberian Tante Riska," lirih Arash dan berusaha untuk kembali memfokuskan pikirannya kepada jalan raya.


Sesampainya di parkiran kantor polisi, Arash kembali melirik ke arah paper bag yang ada di dalam mobil pria itu. Arash benar-benar penasaran dengan apa yang ada di dalam paper bag. Setidaknya gaun model apa yang ada di dalam paper bag tersebut.


"Ah, itu bukan urusan kamu, Rash," lirihnya dan turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Sudah sepuluh langkah Arash menjauh dari mobilnya, kemudian pria itu kembali berbalik menuju mobilnya. Arash pun membuka pintu bagian belakang mobil dan mengambil paper bag yang bertuliskan sebuah butik ternama.


"Ini kan dari butik Mami Ara?" lirih Arash, pria itu pun membuka paper bag dan melihat isi yang ada di dalamnya.


"Gaun yang indah," lirih Arash saat sudah mengangkat gaun tersebut.


"Pak," sapa anak buah Arash, yang mana membuat pria itu kembali meletakkan gaun tersebut ke dalam paper bag.


"Ya?"


"Ada laporan yang harus Bapak periksa saat ini juga," ujar bawahan Arash.


"Baiklah."


Arash mengembangkan senyumnya di saat melihat laporan yang ada di tangan pria itu. Sore ini, mereka akan menangkap Yosi dengan surat penangkapan yang sudah ada di tangan Arash saat ini.


Cling ...


Mendengar pesan yang masuk ke dalam ponselnya, Arash pun meraih benda pipih tersebut dan membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

__ADS_1


"Rash, bisakah kamu menjemput ku nanti sore sedikit lebih cepat?"


Arash mengernyitkan keningnya, kenapa Putri meminta di jemput lebih cepat? Bagaimana dia bisa menjemput Putri? Jika sore nanti dia akan menangkap Yosi.


Ah, rasanya ingin sekali Arash menangkap pria bajingan itu saat ini juga, agar dia bisa menjemput Putri nanti sore.


"Maaf, Put. Sepertinya aku tidak bisa menjemput kamu sore nanti." send.


Di tempat lain, Putri membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Gadis itu pun mengernyitkan keningnya di saat membaca pesan yang di kirimkan oleh Arash. Jika Arash gak bisa menjemputnya, bagaimana dengan gaun yang ada di dalam mobil pria itu? Secara Putri sangat membutuhkan gaun itu untuk malam ini.


"Apa kita bisa bertemu siang ini?" send.


Putri pun menunggu balasan dari Arash, hingga sebuah pesan pun masuk ke dalam ponselnya.


Cling ...


"Siang ini? Baiklah. Aku akan menjemput kamu."


"Oke, aku tunggu."

__ADS_1


Putri bernapas lega, setidaknya dia bisa mengambil gaun yang akan dia pakai malam ini untuk makan malam bersama Soni.


Putri bisa menebak, jika malam ini dirinya akan di lamar oleh pria itu, maka dari itu dia tidak ingin mengecewakan Soni karena tidak memakai gaun pemberian pria itu.


__ADS_2