Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 90 - Kalian pacaran?


__ADS_3

Abash menghela napasnya dengan pelan, sudah empat puluh lima menit dia berada di dalam ruangan interogasi, akan tetapi Sifa masih juga belum datang.


"Ke mana dia?" lirih Abash pelan sambil melirik ke arah jam tangan mahalnya itu.


"Jadi, Pak Abash memukul pria tersebut karena dia melecehkan Nona Sifa dengan perkataannya?" tanya polisi yang sedang mengintrogasi Abash.


"Hmm, ya," jawab Abash dengan perasaan tak tenang.


"Apa dia kembali tertidur?" lirih Abash yang di dengar samar oleh pak polisi.


"Ya?"


"Hah? Oh tidak, tidak ada," ujar Abash saat menyadari jika pak polisi mendengar suaranya.


Lima belas menit kembali berlalu, Abash sudah menggoyangkan kakinya dengan perasaan tak tenang.


"Jangan-jangan masih tertidur lagi," gumam Abash pelan sambil menggigit-gigit kuku jarinya.


Tak sabar menunggu kedatangan Sifa, Abash pun bertanya kepada polisi yang sedang mengetik laporan, "apa ini sudah selesai?"


"Hah? Oh ya, sudah, Pak."


Tanpa kata, Abash langsung berdiri dan mengeluarkan ponselnya dari saku celana, kemudian mendial nomor Sifa dan menempelkan benda pipih itu ke telinga.


"Ha .. ha .. Kamu ini sungguh lucu, Sifa," ujar Mama Kesya.


"Tante bisa aja," kekeh Sifa.

__ADS_1


Abash menatap pemandangan yang ada di hadapannya, di mana Sifa berdiri di dekat Arash dan tertawa bersama orang tua dan kembarannya itu.


Abash pun menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana, kemudian dia berjalan mendekati Sifa dan yang lainnya.


"Ekheem." Abash berdehem sehingga mengambil atensi dari Mama Kesya, Papa Arka, Arash, dan Sifa.


"Sudah selesai?" tanya Arash.


"Hmm," jawab Abash.


"Kamu kenapa lama datangnya?" tanya Abash kepada Sifa.


"Sifa sudah dari tadi datangnya, Arash sudah mengintrogasi Sifa," ujar Papa Arka.


"Oh. iya," jawab Abash pelan.


"Sudah, Pak," jawab Sifa.


Mama Kesya, Papa Arka, dan Arash pun memperhatikan interaksi Abash dan Sifa.


"Apa kalian pacaran?" celetuk Mama Kesya yang mana membuat Abash dan Sifa menoleh ke arahnya.


"Tidak, Ma," jawab Abash.


"Enggak kok, Tante," jawab Sifa, yang mana suaranya keluar bersamaan dengan suara Abash.


"Yang bener?" tanya Mama Kesya sambil memicingkan matanya menatap ke arah Abash dan Sifa.

__ADS_1


"Iya, Ma. Abash gak pacaran kok sama Sifa. Mama tau kan, kalau Abash masih mau fokus dulu ke perusahaan," uajr Abash yang mana membuat Sifa menoleh ke arah Abash.


"Jadi Pak Abash gak punya pacar karena mau fokus ke perusahaannya?" batin Sifa.


"Hmm, kalau Sifa sendiri?" tanya Mama Kesya.


"Hah? Oh, Sifa mau fokus kuliah dulu, Tante. Kebetulan dari perusahaan Pak Riko ingin memberikan beasiswa kepada pegawai yang berhasil bergabung dengan tim Kobra. Sifa ingin mencoba kesempatan itu," ujar Sifa.


"Waah, bagus banget itu Sifa. Tante doakan semoga kamu berhasil."


"Makasih, Tante."


"Kapan ujiannya?" tanya Mama Kesya.


"Dua Minggu lagi."


"Wah, sebentar lagi itu, Sifa." ujar Mama Kesya.


Mama Kesya pun menoleh ke arah Abash, "Sebaiknya kamu bawa Sifa ke perpustakaan kita, biar dia bisa belajar dan lulus ujian. Atau, kamu kasih pinjam aja semua buku-buku kamu, Bash. Sekalian kamu ajarin dia," ujar Mama Kesya.


"Iya, Ma," jawab Abash.


"Hmm, kalau sudah selesai semua urusannya, gimana kalau kita pergi sekarang," ajak Papa Arka.


"Ke mana?" tanya Abash.


"Kami mau makan es krim. Kamu mau ikut?" ajak Mama Kesya.

__ADS_1


"Sifa ikut?" tanya Abash.


__ADS_2