Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 62 - Buku


__ADS_3

Abash memberikan yang harus di kerjakan eh Sifa. Sedangkan pria itu mengerjakan pekerjaan yang lain, yang bisa di bilang tak terlalu genting.


"Hanya ini saja, Pak?" tanya Sifa.


"Iya, kamu bisa kan?" ujar Abash.


"Bisa, Pak."


Sifa pun memulai mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Abash, sedangkan pria itu sedari tadi mencuri pandang ke arah Sifa yang tengah serius mengerjakan pekerjaannya.


'Manis,' batin Abash dengan tersenyum tipis.


Menyadari apa yang terucap dalam batinnya, Abash pun menggelengkan kepalanya pelan dan kembali fokus dengan pekerjaannya.


Fokus? ha ha ha..


Emangnya bisa?


Pesona Sifa yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya membuat Abash tak bisa menyia-nyiakan pemandangan tersebut.


"Sudah selesai," ujar Sifa yang mana membuat Abash tersentak dari lamunannya.


"Sudah selesai? secepat itu?" tanya Abash.


"Iya, Pak. Lagian cuma bebrapa baris saja kan yang harus di perbaiki?" tanya Sifa.

__ADS_1


"Iya, kamu benar. Coba saya periksa," ujar Abash sambil mengambil alih laptop yang ada di hadapan Sifa.


Abash pun memeriksa pekerjaan Sifa, dan ala yang di kerjakan oleh gadis itu terlihat benar semua.


Selagi Abash memeriksa pekerjaannya, Sifa meraih buku pemograman keluaran terbaru yang ada di atas meja.


Abash melirik ke arah Sifa yang perlahan membuka buku pemograman yang berbasis phyton tersebut. Sudut bibir pria itu pun tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.


Wajah Sifa yang tengah serius terus saja membuat Abash merasa gemas, sehingga tanpa sadar pria itu mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah gadis yang tengah serius membaca buku yang baru saja pria itu beli.


Abash sengaja membeli buku itu untuk Sifa, tapi pria itu bingung bagaimana cara memberikannya kepada gadis yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


"Buku ini boleh saya pinjam, Pak?" tanya Sifa yang mana membuat Abash mengerjapkan matanya dengan tangan yang masih mengudara.


Sifa melirik ke tangan Abash, sehingga membuat pria itu tersadar dengan tangannya.


Sifa hanya mengerjapkan matanya, kemudian gadis itu mengendikkan bahunya cuek.


"Itu baru saya beli, kalau kamu mau ambil saja," ujar Abash yang sudah kembali mengembalikan ekspresi wajah gugupnya.


"Bapak Serius?" tanya Sifa.


"Iya, saya serius."


Sifa bersorak senang dengan pelan.

__ADS_1


"Tunggu, saya ada beberapa buku baru lagi. Kamu bisa belajar menggunakan buku-buku itu," ujar Abash dan mengambil buku yang ada di atas rak di dekat televisi.


"Ini," ujar Abash sambil meraih buku-buku yang masih tercium aroma barunya.


"Waah, JavaScript, ini yang keluaran terbarunya ya, Pak?" tanya Sifa.


"Iya, ambil saja untuk kamu," ujar Abash yang mana membuat Sifa membelalakkan matanya.


Bukan satu buku yang Abash berikan, melainkan ada 5 buku pemograman dengan basis yang berbeda-beda serta keluaran terbaru dan juga masih baru.


"Bapak serius ini? Gak bercanda kan?" tanya Sifa.


"Ya, saya serius. semua buku itu untuk kamu," Ujar Abash yang mana membuat Sifa kembali bersorak girang.


Sifa pun melihat-lihat buku-buku yang baru saja Abash berikan, hingga akhirnya gadis itu membalik salah satu buku da melihat sampul buku bagian belakang. Di sana, masih terdapat berapa harga buku tersebut.


Sifa sedikit membelalakkan matanya, dia kembali melihat buku yang lain, dan ternyata masih tertera harga di sana.


"Bapak yakin kasih buku ini untuk saya?" tanya Sifa.


"Iya,"


"Secara gratis?"


"Iya, kenapa?"

__ADS_1


"Bapak gak nyesal? Harga buku ini mahal banget loh, Pak," Ujar Sifa sambil menunjukkan salah satu buku pemograman dengan harga berkisar delapan ratus ribu rupiah.


Abash membelalakkan matanya saat menyadari jika harga buku-buku tersebut masih tertera di sana.


__ADS_2