Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 276 - Hanya Lima di Dunia


__ADS_3

"Apa? Dia memakan semua es krim mengkudu dalam waktu singkat hanya untuk memenangkan perlombaan?" tanya Bara dengan terkejut, di saat Putri menceritakan tentang kejadian di gerai es krim tadi siang.


"Huum, demi memenangkan kalung ini." Putri pun menunjukkan kalung yang dia pakai saat ini, di mana kalung itu adalah hasil kemenangan bagi Arash.


"Tunggu, kalung itu?" Bara merasa sangat mengenal bentuk kalung tersebut, karena dia sempat memesan kalung yang sama persis dengan yang di pakai oleh Putri. Pria itu ingin membelikan hadiah yang spesial untuk ulang tahun sang mama.


"Bisakah aku melihatnya?" izin Bara yang di angguki oleh Putri.


"Tentu."


Bara pun membantu Putri membuka kalung yang dia kenakan, kemudian pria itu memperhatikan bentuk kalung yang ada di tangannya saat ini.


"Kalung ini?" lirih Bara merasa terkejut. Ternyata dugaan pria itu benar, jika kalung yang di pakai oleh Putri adalah kalung yang sedang dia incar.


"Ada apa dengan kalung ini?" tanya Putri yang merasa aneh melihat ekspresi Bara. Di mana eskpresi sang adik sama persis seperti ekspresi yang di tunjukkan oleh Naya saat melihat kalung tersebut.


"Kamu tau, Mbak? Kalung ini hanya ada lima di duni. Ini adalah kalung limited edition keluaran terbaru. Bahkan, para pengkolektor kalung langka sudah mengantri untuk mengincarnya," ujar Bara yang membuat Putri tidak percaya dengan apa yang pria itu katakan.


"Apa? Masa sih? Jangan bohong kamu, Bar. Masa iya gerai es krim mau mengeluarkan dana besar hanya untuk memberikan pengunjuk sebuah kalung yang limited?" ujar Putri yang tidak percaya dengan apa yang Bara katakan.


"Kamu gak percaya sama aku?" Bara menaikkan alisnya sebelah menatap sang kakak.


"Bukan gak percaya. Tapi, bisa saja kalung ini replika dari kalung yang kamu katakan tadi!"


"Tidak, kalung ini memiliki surat resmi yang tidak boleh di tiru. Aku yakin ini kalung yang sama dengan yang ingin aku pesankan untuk Mama," ujar Bara yang sangat yakin dengan pendapatnya.

__ADS_1


"Masa sih?"


Putri memperhatikan kalung yang ada di tangan Bara. Sedari tadi gadis itu tidak bisa memperhatikan kalung tersebut dengan seksama, karena Arash langsung memasangkan kalung itu ke lehernya.


"Kalau kamu tidak percaya? Bagaimana jika kita meminta seseorang untuk membuktikan jika kalung ini asli," usul Bara.


"Jika kalung ini asli, kenapa gerai es krim itu memberikannya secara cuma-cuma kepada para pelanggan?" gumam Putri yang masih di dengar jelas oleh Arash.


"Aku curiga, jika perlombaan tadi adalah akal-akalan Arash. Mungkin saja pria itu ingin membuat kamu terkesan dengan pengorbanannya," ujar Bara yang mana membuat Putri merasa jika apa yang di katakan oleh adiknya itu sangat masuk akal.


"Tapi, kenapa dia sampai melakukan hal itu?" gumam Putri.


"Apa lagi kalau bukan karena ingin menunjukkan, jika dia sangat mencintai kamu, Mbak," goda Bara sambil tersenyum simpul.


Putri bangkit dari duduknya, gadis itu merasa kesal jika apa yang di duga oleh Bara ternyata benar. Untuk apa Arash melakukan hal itu? Apa pria itu pikir dia akan terkesan dengan apa yang telah di lakukan oleh Arash?


*


Arash bersenandung ria sambil menuju ke ruang inap Kakek Farel, pria itu ingin mencurahkan perasaannya kepada sang mama.


"Sttt, Quin baru saja tidur," lirih Mama Kesya sambil meletakkan jari telunjuk di bibir.


"Ma." Arash pun semakin masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di lantai. Pria itu merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang mama yang sedang duduk di atas sofa.


"Ada apa?" tanya Mama Kesya dengan berbisik.

__ADS_1


"Arash boleh minta tolong sama Mama, gak?" tanya Arash dengan malu-malu.


"Minta tolong apa?" Mama Kesya mengusap rambut sang anak dengan penuh kasih sayang.


Arash menengadahkan pandangannya dan menatap wajah sang mama dengan tersenyum malu.


"Tolong lamar Putri untuk Arash, Ma," pinta Arash yang mana membuat Mama Kesya membulatkan matanya.


"Kamu serius?"


"Iya, Ma. Arash serius. Ternyata, selama ini orang yang Arash cintai bukan Sifa, melainkan Putri."


Arash pun menceritakan apa yang pria itu rasakan kepada Putri selama ini. Bahkan, saat ini pria itu sedang meyakinkan Putri jika dirinya bersungguh-sungguh mencintai gadis itu. Untuk itu, kesungguhannya itu ingin dia tunjukkan dengan melamar Putri langsung kepada orang tua gadis yang bersangkutan.


"Mama senang dengarnya. Tapi, Mama tidak bisa melamar Putri untuk kamu dalam waktu dekat," ujar Mama Kesya merasa bersalah kepada sang putra.


Arash paham, jika saat ini seluruh keluarganya sedang fokus dengan penyembuhan dan kondisi Kakek Farel. Bahkan, pertunangan Sifa dan Abash pun sepertinya juga akan di undur, hingga waktu yang belum bisa di tentukan. Mungkin, secepatnya dua sejoli itu akan segera disatukan dalam ikatan pernikahan atau pun pertunangan.


Hmm, lihat saja lah nanti.


"Iya, Ma. Arash paham kok. Arash cuma mau menyampaikan hal ini aja ke Mama."


"Mama janji, saat kondisi Kakek sudah lebih baik, Mama akan langsung terbang ke Bandung untuk melamar Putri," ujar Mama Kesya sambil menangkup pipi sang putra.


"Iya, Ma. Terima kasih banyak."

__ADS_1


Ya, satu urusan sudah selesai bagi Arash. Pria itu hanya perlu terus meyakinkan Putri akan kesungguhan cintanya kepada gadis itu.


"Put, aku harap kamu bisa melihat ketulusan dan keseriusanku, Put," batin Arash dengan jantung yang berdebar kencang.


__ADS_2