Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 99 -


__ADS_3

"Ya, Ma, Princes bakal jaga diri. Salam buat Opa dan Oma ya. Assalamualaikum."


Seorang wanita baru saja menyimpan ponselnya pada ke dalam tas, kemudian dia mendengar suara seseorang berteriak.


"Maling .... Maling ...."


Wanita itu pun melihat ke arah dua pria yang sedang berkelahi. Satu menggunakan jas dan yang satu menggunakan jaket kulit, persis seperti seorang preman. Wanita itu pun melihat pria yang berpakaian jas kalah dengan pria yang berpakaian jaket kulit, sehingga membuat wanita itu tergerak untuk membantunya.


Buug ..


"Akkh ..." Arash pun tersungkur dengan satu tendangan seorang wanita.


"Woh, kenapa gue di pukul? Dia malingnya, bukan gue," pekik Arash dengan kesal terhadap wanita yang memukulnya.


"Maling kok teriak maling," geram wanita itu dan kembali melayangkan tendangannya ke arah Arash.


Dengan gerakan cepat, Arash pun menangkis tendangan wanita itu, kemudian menguncinya. Tetapi, ternyata bela diri wanita itu cukup bagus, sehingga dia mampu melepaskan kakinya dari kuncian tangan Arash dan menendang pria itu kembali.


Wanita itu pun membalas mengunci pergerakan Abash, kemudian menjatuhkan pria itu kelantai dan duduk di atas Arash. Tangan wanita itu sudah melayang di udara dan siapa mendarat di wajah Arash, hingga sebuah pekikan suara menghentakkan pergerakannya.

__ADS_1


"Stop, bukan dia pencurinya, tapi pria itu," pekik suara seorang wanita. Wanita yang memukuli Arash pun menoleh dan mengernyitkan keningnya.


"Jadi, bukan dia?" tanyanha dengan bingung.


"Bukan."


Bruukk ...


"Akkh ..."


Keadaan pun seketika berbalik, saat ini wanita itu sudah berada di bawah Arash.


Setelah mengatakan hal itu, Arash pun bangkit dari atas tubuh wanita itu dan membersihkan bajunya dari kotoran, begitu pun dengan wanita yang telah memukul Arash.


"Put, kamu gak papa?" tanya seorang wanita yang berlari menghampiri wanita yang dia panggil dengan Put.


"Hmm, aku gak papa," ujarnya dengan tersenyum tipis.


Wanita itu pun menghampiri Arash dan menatap keseluruhan wajah pria yang sudah dia pukuli hingga membuat sudut bibir pria itu pun berdarah.

__ADS_1


"Maaf, karena saya sudah salah sangka dengan Anda," ujar Putri--wanita yang sudah memukuli Arash.


"Hmm, lain kali jangan asal main pukul aja," kesal Arash.


"Maaf, saya hanya berniat untuk membantu," ujar Putri.


"Ah ya, ini ada sejumlah uang untuk Anda berobat, tolong di terima," sambungnya lagi sambil mengulurkan uang sebesar lima ratus ribu rupiah.


"Gak papa, saya bisa membayar sendiri biaya rumah sakit. Terima kasih atas kebaikan anda," uajr Arash masih dengan nada yang terdengar kesal.


"Hmm, kalau begitu tolong hubungi saya, jika terjadi sesuatu pada Anda. Saya akan bertanggung jawab dan mengganti rugi," uajr Putri dan memberikan kartu namanya kepada Arash.


Arash pun menerima kartu nama tersebut dan langsung menyimpannya ke dalam saku celananya.


"Baiklah, kalau begitu permisi. Sekali lagi saya minta maaf," ujar Putri dan berlalu meninggalkan Arash.


"Dasar cewek aneh," lirih Arash sambil menatap punggung putri hingga menjauh dari pandangannya.


Arash pun berbalik dan menatap ke arah pencuri yang sudah di tangkap oleh bawahannya. Pria itu mengambil tas yang di curi oleh maling tersebut dan memberikannya kepada si pemilik tas.

__ADS_1


"Ini, tas ibu. silahkan di cek apa ada yang hilang."


__ADS_2