
Pesanan makanan Arash dan juga Putri pun akhirnya tiba. Mereka pun menikmati makanan mereka masing-masing.
"Emm, rasa kuah satenya enak banget," puji Putri sambil menghisap tusuk satenya.
Arash tersenyum melihat wajah Putri yang terlihat sangat menggemaskan sekali.
"Kalau di lihat-lihat, kamu tidak pernah mengeluh dalam memilih makanan," ujar Arash membuka suaranya.
"Memang. Aku bisa makan apa saja selagi itu halal," jawab Putri.
"Kalau boleh tau, sejak kapan kamu suka makan ceker?" tanya Arash merasa penasaran.
"Sejak kapan ya? Ah, sejak Papa nikah sama Mama," jawab Putri.
Arash menaikkan satu alisnya. Bukannya pria itu tidak mengetahui jika Putri memiliki ibu tiri. Tapi, ini sungguh terlihat sangat lain dari yang lainnya. Putri dan Ibu tirinya terlihat sangat mirip sekali. Awalnya Arash merasa tak percaya, jika Putri dan Mama Nayna adalah ibu dan anak tiri, tetapi setelah mendengar cerita dari Mama Kesya, hal itu pun membuat Arash mempercayainnya.
"Oh ya?"
"Huum, jadi Oma itu suka banget masak semur ayam. Di dalamnya terdapat ceker ayam yang selalu menjadi rebutan. Pada saat itulah untuk pertama kalinya aku dan Papa memakan ceker ayam. Rasanya tidak buruk, bahkan terbilang sangat lezat," ujar Putri yang memang berkata jujur.
Arash kembali teringat dengan apa yang di ceritakan oleh Oma Shella, di mana dulunya Bunda Sasa tidak pernah memakan daging ayam. Wanita bertubuh mungil itu pun hanya memakan ceker ayam yang terkadang di berikan percuma oleh si penjual ayam. Jadi, setiap hari besar perayaan islam, seperti hari raya. Bunda Sasa pun hanya bisa menikmati sup ceker ayam yang di buat oleh sang nenek.
__ADS_1
"Jujur, aku tidak pernah memakan ceker ayam," ungkap Arash, Putri menoleh dan menatap pria itu dengan alis yang saling bertaut.
"Wajar sih, kan kamu bisa memiliki apa yang kamu mau," jawab Putri dan kembali menikmati satenya.
Putri mengambil ceker ayam miliknya, kemudian dia mengulurkan ceker tersebut ke dalam mulut Arash.
"Ayo, coba," tawar Putri.
"Kamu yakin?" tanya Arash yang merasa ragu untuk menerima tawaran Putri.
"Huum, itu pun kalau kamu mau. Tapi, kalau gak mau juga gak papa." Putri pun kembali menarik tangannya dari depan mulut Arash, kemudian gadis itu mengarahkan ceker yang ada di tangannya ke depan mulutnya sendiri.
"Siapa bilang aku gak mau?" ujar Arash sambil menahan pergerakan tangan Putri, sehingga membuat gadis itu menghentikan pergerakannya untuk memasukkan ceker ayam ke dalam mulutnya yang sudah terbuka.
"Iya, aku mau coba."
Arash menelan ludahnya dengan kasar, berharap rasa dari ceker itu selezat apa yang Putri katakan. Gadis itu pun kembali menyodorkan ceker ayam ke dalam mulut Arash, hingga pria itu menutup mulutnya di saat sebagian ceker sudah masuk ke dalam mulutnya.
Hupp ... Sluuurrpp ...
Arash memicingkan matanya, merasakan daging kenyal yang lembut dan lumer di dalam mulutnya. Bahkan, hanya dengan menggoyangkan lidahnya saja, Arash sudah bisa memisahkan tulang jari-jari kaki ayam dari daging atau kulitnya.
__ADS_1
"Ini tidak buruk," lirih Arash dengan tersenyum kecil.
"Bener 'kan aku bilang, kalau rasanya tidak seburuk namanya," kekeh Putri.
"Iya, apa lagi makannya dari tangan kamu. Aaa ...." Arash pun kembali membuka mulutnya, meminta Putri untuk kembal menyuapi ceker ayam ke dalam mulutnya.
"Dasar manja," cibir Putri pelan, tetapi tak urung gadis itu kembali menyuapi Arash kembali
"Ini sangat enak," seru Arash dengan bibir yang belepotan.
"Kalau begini aja, kamu mirip banget anak kecil tau gak, sih," kekeh Putri.
Tangan Putri pun terulur untuk membersihkan suduut bibir Arash yang berlepotan dengan kuah sate, sehingga membuat wajah pria itu terlihat sangat menggemaskan sekali.
"Mirip anak kecil begini, tapi aku udah bisa bikin anak, ya?" bisik Arash membuat Putri mengernyitkan keningnya.
"Maksud kamu?" tanya Putri merasa penasaran dengan apa yang di maksud oleh perkataan Arash tadi.
"Kamu akan tahu maksud aku , di saat kita sudah menikah nanti," ujar Arash sambil mengedipkan matanya.
Putri mengerjapkan matanya dengan cepat, berusaha mencerna apa yang di katakan oleh pria itu. Saat dia sudah menyadari maksud dari perkataan Arash, Putri pun mencibir kesal dengan wajah yang merona.
__ADS_1
"Dasar mesum."