Twins A And Miss Ceriwis

Twins A And Miss Ceriwis
Bab. 288 - Put, Kamu tau kan?


__ADS_3

Mama Nayna menggenggam tangan Putri, terlihat gadis itu sudah sangat cantik sekali. Bahkan, sedari keluar kamar tadi, senyuman terus saja terukir di bibirnya. Bara yang memperhatikan sang kakak pun, merasa ada yang aneh, bukannya tadi Putri menangis di saat Mama dan papa mengambil keputusan untuk melanjutkan lamaran Soni? Tapi, kenapa saat ini Putri tersenyum.


"Kamu siap, sayang?" tanya Mama Nayna saat mereka telah tiba di hotel, di mana akan di laksanakannya acara ulang tahun Mama Nayna.


"Iya, Ma. Putri siap." Tanpa ragu sedikit pun, gadis itu menjawab jika dirinya siap untuk bertunangan.


Lihatlah, senyum bahagia itu kembali terukir di bibir manisnya, sehingga membuat Putri terlihat semakin cantik.


Mama Nayna berserta keluarga yang lainnya pun turun dari mobil, kedatangan mereka telah di sambut oleh Arash, yang mana pria itu selaku sebagai pemimpin hotel tersebut.


"Selamat datang, Tante," sapa Arash dengan sopan dan mempersilakan Mama Nayna dan Papa Satria untuk masuk ke dalam.


"Loh, kok Nak Arash yang menyambut kami di sini?" tanya Mama Nayna terkejut.


"Ma, Arash ini penanggung jawab sekaligus pemimpin hotel ini," ujar Papa Satria memberitahu.


Mama Nayna terlihat terkejut hingga mulutnya terbuka. "Papa serius?"


"Huum, tidak hanya hotel yang Arash pimpin, tapi ada mall dan juga perusahaan lainnya," ujar Papa Satria memberityahu.


"Yang bener? Gimana cara bagi waktunya itu?" tanya Mama Nayna merasa penasaran.

__ADS_1


Bagaimana tidak penasaran, secara kan Arash itu seorang perwira polisi yang bisa di katakan super sibuk dan banyak kasus yang harus dia selesaikan. Lalu, kapan dia mengurus perusahaan yang banyak?


"Nak Arash," panggil Mama Nayna, sehingga pria itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ya, Tante?" jawab Arash.


"Makan yang banyak, ya. Kamu butuh asupan gizi yang luar biasa untuk menghadapi hari esok," ujar Mama Nayna sambil menepuk bahu Arash dengan pelan.


"Iya, Tante," jawab Arash lagi sambil tersenyum kecil.


"Tante, Om?" Suara bariton yang berat pun membuat atensi semua orang teralihkan, sehingga mereka menoleh ke arah sumber suara.


"Soni!" sapa Mama Nayna dengan tersenyum kecil.


"Kenapa belum masuk?" tanya Soni dengan kening sedikit mengkerut.


"Oh, Tante baru aja mengobrol sedikit dengan Arash," jawab Mama Nayna. "Kamu kenal kan dengan Arash? Atau belum kenal?" tanya Mama Nayna merasa penasaran.


Soni menoleh ke arah pria yang berpakaian rapi dan terlihat berbeda hari ini. Pria itu pun tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Arash.


"Apa kabar, Pak Arash?" sapa Soni dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Baik." Arash pun menyambut uluran tangan Soni.


Mama Nayna mengulum senyumnya di saat melihat tatapan mata Arash yang terlihat memancarkan aura kecemburuannya. Sehingga mengingatkan wanita paruh baya itu kepada seseorang. Mama Nayna pun melirik ke arah sang suami sambil mengulum bibirnya.


"Ada apa? Kenapa melihat ke arah Papa begitu?" tanya Papa Satria dengan kening mengkerut.


"Tatapan mata Arash mirip banget sama kamu, Mas," kekeh Mama Nayna.


Papa Satria pun menoleh ke arah sang menantu, kemudian dia melihat mata tajam Arash yang terus menatap ke arah Soni. Sebuah senyum tipis pun terbit di bibir Papa Satria, di saat mengingat masa dudanya dulu saat mengejar Mama Nayna. (Ingat ya, bukan masa muda, tapi masa DUDA. Emak gak salah ketik itu.)


"Sebaiknya kita masuk ke dalam sekarang," ajak Papa Satria yang di angguki oleh semua orang.


Arash pun mempersilahkan Mama Nayna, Papa Satria, dan para oma dan opa untuk masuk ke dalam, kemudian manik matanya menatap sendu ke arah Putri yang saat ini terlihat sangat cantik dengan gaun yang menempel indah di tubuhnya. Di tambah lagi Putri terlihat sangat bahagia malam ini, hal itu pun terlihat dari senyuman Putri yang sangat indah.


"Ayo," ajak Soni sambil memberikan lengannya kepada Putri. Gadis itu pun memasukkan tangannya ke lengan Soni dengan senyuman yang sangat manis.


"Put," panggil Arash, sehingga membuat langkah gadis itu terhenti.


"Ya?"


"Kamu tau kan? Kalau aku sangat mencintai kamu?" ujar Arash dengan tatapan mata yang sendu.

__ADS_1


"Aku tau," jawab Putri dengan tersenyum manis sekali, kemudian dia berlalu bersama Soni masuk ke dalam hotel, menuju restoran yang ada di dalam hotel tersebut.


__ADS_2