
Esok harinya, Adisty dan Ariana menjemput Lea. Setelah mereka janjian melalui pesan singkat di WhatsApp.
Lea pura-pura tidak mengetahui jika temannya itu telah ada di bawah. Hingga kemudian maid masuk dan mengabarkan hal tersebut padanya.
"Mbak Lea, dibawah ada temennya jemput."
"Oh, ok." ujar Lea seraya bersiap. Perempuan itu kemudian keluar dari dalam kamar.
"Mbak, ayah ada ngasih tas saya nggak?. Semalem saya udah minta sama dia."
"Ada."
Seorang maid menyerahkan tas Lea. Namun ketika di buka hanya dompetnya saja yang ada di dalam, tidak demikian dengan handphonenya. Lea memasang wajah sedih, supaya bisa disampaikan maid pada Richard.
Tetapi dalam hati ia ngakak berguling-guling, karena ayahnya tersebut tidak mengetahui. Jika ia kini telah memiliki handphone baru plus MacBook, yang diberikan oleh Daniel.
"Kita berangkat sekarang, yuk...!" ajak Lea.
"Ayok...!"
Adisty dan Ariana begitu bersemangat. Mereka melangkah ke arah depan, namun kemudian. Ketika pintu bagian ruang tamu terbuka, mereka melihat ada beberapa pria bertubuh tinggi besar berjejer di teras rumah. Lea, Adisty, dan Ariana tercengang, dengan bibir yang sama-sama menganga.
"Serius, kita di kawal sebanyak ini?" tanya Adisty pada Lea, ketika akhirnya mereka keluar dari pintu.
"Mana gue tau." ujar Lea kemudian.
Mereka bertiga menatap sekitar 5 bodyguard di hadapan mereka.
"Nggak apa-apa, Le. Yang penting lo bisa keluar dulu dari rumah ini." bisik Ariana.
"Iya sih, suntuk say." Lea balas berbisik.
"Selamat pagi non Lea, silahkan masuk ke mobil." Salah seorang bodyguard berujar.
Dua buah mobil mendarat di depan mereka bertiga. Lea, Adisty, dan Ariana makin tercengang.
"Le, serius kita naik ini mobil?" tanya Adisty pada Lea.
"Kayaknya iya deh." ujar Lea, yang juga sama tak percayanya dengan Adisty dan juga Ariana.
"Dis, ini mobil kan mahal banget." ujar Ariana pada Adisty, namun mata mereka masih tertuju pada mobil tersebut.
"Rejeki anak baik, Ar." jawab Adisty.
"Berasa kayak anak konglomerat di novel online, gue." ujar Ariana lagi.
__ADS_1
"Ho'oh." jawab Adisty.
Mereka pun dipersilahkan masuk. Lea di mobil depan, ada satu supir dan satu bodyguard yang mengawalnya di sana. Adisty dan Ariana berada di mobil belakang, mereka juga di kawal oleh satu orang bodyguard.
Sedang tiga bodyguard lainnya ternyata masuk ke mobil satu lagi, yang saat ini baru tiba di belakang mobil yang ditumpangi teman-teman Lea.
"Gila, bapaknya Lea sultan parah. Nganterin anaknya ke kampus doang, udah kayak mau nganterin idol K-Pop. Berlebihan tapi gue suka." bisik Adisty.
Ia dan Ariana kini tertawa-tawa. Namun tetap sok menjaga sikap, apabila diperhatikan oleh supir ataupun bodyguard yang ada di depan mereka.
Sedang Lea, baru kali ini seumur hidupnya merasa dilayani dan dimanjakan sebagai anak. Richard memang baik, di luar beberapa sifatnya yang menyebalkan.
Sejak dulu, sebelum mengetahui jika Lea adalah anak kandungnya. Richard memang selalu memberikan pelayanan terbaiknya kenapa orang sekitar. Baik itu kepada Daniel, Ellio, maupun Lea sendiri. Lea jadi merasa seperti nona yang mendadak jadi Princess.
Dulu saat bersama keluarganya, ia bagaikan Upik abu. Setelah menikah dengan Daniel, statusnya naik menjadi nyonya tetapi rasa nona. Karena ia juga dimanjakan dengan uang oleh Daniel, meski agak jarang dimanjakan dengan fasilitas.
Dan sekarang setelah tinggal bersama ayah kandungnya, ia merasa bak seorang putri kerajaan.
Mesin mobil dihidupkan, tak lama kemudian iring-iringan tersebut terlihat meninggalkan rumah.
***
Selang beberapa saat.
Kampus heboh, pasalnya ada tiga mobil mewah yang masuk ke pekarangan dan parkir di depan lobi. Semua mata kini tertuju pada mobil-mobil tersebut.
"Braak."
Suara pintu yang dibuka terdengar, tampak sebuah kaki mulus turun dari kendaraan tersebut. Hal yang sama terjadi di mobil satunya lagi.
Lea, Adisty dan Ariana keluar dari dalam mobil-mobil tersebut. Membuat banyak orang yang mengenal mereka jadi tercengang.
"Dis, kita diliatin." ujar Ariana perlahan.
"Be elegant." ujar Adisty.
"Bersikaplah seolah lo nona muda." lanjutnya lagi.
Maka dalam sekejap kedua gadis itu mendekat ke arah Lea. Angin berhembus cukup kencang, membuat rambut mereka melayang-layang aesthetic. Persis duta sampo lain yang tengah menjalani pemotretan.
Dalam sekejap mereka bertiga jadi pusat perhatian. Namun mereka berusaha melangkah dengan penuh percaya diri, layaknya model Victoria's secret.
Ini hal baru bagi Adisty dan juga Ariana, apalagi Lea. Dengan latar belakang keluarga sederhana, sangat tidak memungkinkan baginya untuk menarik perhatian selama ini. Anak-anak di sekolah SMA nya terdahulu memang selalu melihat harta, baru kemudian hati di nomor sekian.
Sedang saat itu Lea tak punya harta apapun, hanya punya hati yang baik. Maka tak ada yang mau meliriknya, kecuali Rangga. Itu pun terpaksa kandas oleh perkara harta.
__ADS_1
Kini ia menikmati bagaimana rasanya menjadi orang kaya. Bagaimana rasanya baik mobil mewah, di kawal bodyguard, serta jadi pusat perhatian.
"Widih, princess dari wkwk land udah sampe."
Tiba-tiba Rama nyeletuk, membuat Lea, Adisty dan juga Ariana seakan terperosok ke dalam jurang.
"Anjir wkwk land." ujar Lea kemudian.
Rama mendekat, di ikuti oleh Iqbal dan juga Dani.
"Good job, akhirnya Lea berhasil keluar rumah." ujar Iqbal bahagia.
"Ya walaupun diawasin." lanjutnya seraya melirik ke arah bodyguard, yang kini tengah berjaga-jaga di jarak yang cukup dekat.
"Gue happy dan kesel diwaktu yang bersamaan." ujar Lea, ia juga melirik sejenak ke arah bodyguard yang ditugaskan ayahnya tersebut. Sejatinya itulah yang membuat ia merasa kesal.
"Tenang aja, Le. Pasti ada cara, supaya lo bisa menemui laki lo." ujar Adisty menguatkan.
"Lo bawa handphone kan?" tanya Ariana.
"Bawa dong." jawab Lea lalu nyengir.
"Bapak lo emang bener-bener ya." ujar Adisty.
"Bener-bener apa?" tanya Lea.
"Bener-bener gampang dikibulin. Anaknya sendiri loh yang bohongin dia, dan dia nggak curiga sama sekali."
"Eh tapi jangan terlalu seneng dulu." Kali ini Iqbal kembali berujar
"Kalian harus tetap berhati-hati, orang kayak gitu baisanya bahaya kalau ketahuan." lanjutnya kemudian.
"Iya bener yang dibilang sama Iqbal." Dani menimpali.
"Orang kayak bapaknya Lea itu, adalah jenis orang yang menaruh kepercayaan tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya. Dia nggak akan curiga atau apa. Tapi sekalinya ketahuan kalau kalian bohongin dia, abis kalian." lanjutnya lagi.
Lea, Adisty, dan Ariana saling bersitatap satu sama lain.
"Iya sih, bisa-bisa jadi serem ya." ujar Lea.
"Makanya kalian hati-hati, jangan teledor. Jangan sampe semua rencana kita berantakan." ujar Iqbal lagi.
Lea menghela nafas, benar apa yang dikatakan teman-temannya itu. Richard boleh jadi gampang dibohongi. Tapi ketika ia menyadari nanti, bisa jadi kemarahannya akan begitu besar dan parah.
"Ya udah deh, masuk dulu." ujar Ariana kemudian.
__ADS_1
"Dah lewat dua menit loh." lanjutnya lagi.
Mereka pun kemudian bergegas masuk ke dalam kelas.