
"Lea, sayang."
"Mas, hmmh."
"Ah, hmmh."
Baju yang dipakai oleh Lea dan juga Daniel sudah tertanggal sepenuhnya dan berserakan di lantai kamar.
Lea sendiri kini berada dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, dengan kedua kaki tertekuk dan terbuka lebar. Perempuan itu meremas seprei tempat tidur sambil mengeluarkan ******* serta rintihan.
Sementara Daniel tampak bergerak maju mundur sambil memberi usapan dan remasan di sekujur tubuh Lea.
Erangan dan racauan pun menggema. Sudah beberapa hari mereka libur bercinta karena berbagai hal. Dan malam ini hasrat itu tak terbendung lagi.
"Mas jangan buru-buru, hmmh, ah."
"Iya, aku juga belum mau selesai sekarang."
Daniel berujar sambil mengatur nafas, keduanya lalu berciuman.
"Perut kamu udah gede sayang." bisik Daniel di telinga Lea, seraya mengusap-usap bayinya yang ada di dalam.
"Iya mas, karena kamu."
"Hmmh, hmmh."
Daniel makin bergairah dan makin mempercepat gerakannya. Sementara Lea makin mendesah sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Semua terasa nikmat dan penuh denyutan di sana-sini.
Menit demi menit berlalu, akhirnya pasangan suami istri itu mencapai puncak yang sama-sama mereka inginkan.
"Lea."
"Mas."
Tubuh keduanya bergetar hebat dan mata mereka terbelalak, Lea menerima apa yang di benamkan sang suami ke dalam rahimnya.
"Hhhhh."
"Hhhhh."
Nafas keduanya tersengal, ketika mereka akhirnya sama-sama terhempas ke atas tempat tidur. Daniel tersenyum lalu mengusap perut sang istri. Lea menoleh ke samping, ke sisi suaminya dan balas tersenyum.
Kemudian hening menyeruak, tak ada seorang pun yang mengeluarkan kata-kata. Mereka benar-benar meresapi segala rasa yang ditimbulkan.
***
"Gue balik duluan ya."
Ariana berpamitan pada Lea dan juga Adisty pada keesokan harinya. Di saat mereka sudah menyelesaikan kelas terakhir.
"Buru-buru amat." ujar Lea.
"Iya, soalnya ada janji." tukas Ariana.
"Janji sama siapa tuh?" Adisty menggoda temannya yang satu itu.
"Ada deh." jawab Ariana sambil cengengesan.
"Balik yak." ujar Ariana lagi.
"Hati-hati." Lea dan Adisty berkata di waktu yang nyaris bersamaan.
__ADS_1
"Iyaaa." Ariana menjawab sambil berlarian.
"Janjian sama cowok tuh pasti." ujar Lea pada Adisty, setelah Ariana sudah cukup jauh.
"Pasti, cuma belum mau terbuka aja." ujar Adisty sambil tertawa.
Tak lama keduanya lanjut ke kantin, sedang Ariana berlarian keluar gerbang kampus. Ia tampak menghampiri sebuah mobil dan masuk ke sana.
"Hai Hans, sapanya pada si pemilik mobil."
"Hai." ujar Hans seraya tersenyum tipis.
"Udah kelar?" tanya nya kemudian.
"Udah dong, kalau belum nggak mungkin aku ada di sini." jawab Ariana.
Hans kembali tersenyum, lalu menghidupkan mesin mobil. Sesaat kemudian mobil tersebut tampak merayap menjauhi kampus.
***
"Silahkan...!"
Seorang sales membagikan flyer pada Daniel yang tengah terjebak kemacetan. Tampak isinya adalah iklan sebuah toko kue yang baru saja buka.
Daniel menoleh ke sisi kanan jalan dan mencari-cari. Ternyata letak toko kue tersebut tepat beberapa meter di depan sana, namanya adalah R2R Bakery.
Berhubung kemacetan masih begitu panjang, Daniel pun memutuskan untuk mampir sejenak ke toko kue tersebut. Sekalian membelikan Lea pikirnya. Karena belakangan Lea juga sangat suka memakan roti, kue dan berbagai jenis penganan manis lainnya.
Daniel merayap perlahan, mengikuti pergerakan mobil yang ada di depan. Hingga kemudian ia pun berhasil masuk ke halaman parkir toko kue tersebut.
Daniel keluar dari mobil dan masuk ke dalam. Sejenak ia tertegun, ketika bertemu muka dengan seseorang yang tampaknya adalah pemilik toko tersebut.
"I, ibu."
"Sendiri?" tanya ibu Lea dengan suara gemetar. Ia juga gugup berhadapan dengan menantu yang notabenenya seumur dengannya tersebut.
"I, iya bu. Ini...?"
"Ini toko kue ibu." jawab Ibu Lea.
"Oh." Daniel terkejut dan memperhatikan sekitar.
"Richard yang menyediakan tempat ini." ujar Ibu Lea lagi.
"Oh, ok."
"Kamu?"
"Saya mau liat sekalian beli bu, boleh kan?"
"Oh ya silahkan...!
Ibu Lea mempersilahkan Daniel sambil mendampingi pria itu. Daniel pun kemudian bertanya-tanya perihal jenis, nama dan rasa apa saja yang terdapat pada kue serta roti yang dijual tersebut.
Ibu Lea menjelaskan satu persatu. Daniel mengambil kira-kira yang terlihat atau kedengarannya enak. Sesaat kemudian ia pun selesai.
"Sepertinya cukup, saya bayar dulu." ujar Daniel mendekat ke arah kasir.
"Nggak usah, kamu nggak usah bayar. Sini biar ibu suruh karyawan yang membungkus."
"Jangan bu, saya kan datang kesini sengaja mau beli. Saya juga tadi nggak tau kalau toko ini punya ibu."
__ADS_1
Daniel menolak di beri gratis.
"Nggak apa-apa, buat kamu sama Lea."
"Jangan bu, ini grand opening kan?"
"Iya."
"Jangan, biar saya bayar aja." ujar Daniel.
Melihat menantunya yang bersikeras tersebut, ibu Lea pun tak bisa memaksa.
"Ok, kalau begitu kamu bayar. Dan ibu akan kasih extra lebih, anggap aja bonus pembelian."
"Ok."
Daniel tak tega lagi untuk menolak, takut wanita itu merasa kecil hati jika kebaikannya tak diterima. Maka ia pun membayar dan ibu Lea mengambilkan lagi beberapa untuk tambahan ekstra.
Selesai Daniel membayar, ibu Lea menyerahkan bonus ekstra untuknya.
"Makasih ya bu." ujar Daniel.
"Oh ya, Lea baik-baik aja kan sekarang."
"Iya, dia baik-baik aja."
"Bayi kalian?"
"Sehat, sudah 6 bulan bu."
Ibu Lea tersenyum, jujur ia rindu pada anak perempuannya itu. Sebab sudah cukup lama ia tak melihat Lea, hanya melihat dari sosial media saja. Lea juga jarang berkomunikasi dengan ibunya tersebut, hanya kepada ketiga adiknya ia masih selalu intens.
Ibunya mengerti, banyak kesalahan yang ia lakukan terhadap Lea. Dan biarlah waktu yang akan memperbaiki semuanya.
"Oh ya bu, saya permisi dulu." ujar Daniel.
"Oke, hati-hati di jalan." jawab ibu Lea.
Daniel hendak berlalu dan menembus kerumunan yang tengah mengantri. Namun kemudian ia berbalik arah dan mencium tangan ibu Lea secara serta merta.
Beberapa karyawan dan pengunjung pun tampak memperhatikan adegan tersebut. Ibu Lea sendiri speechless untuk beberapa saat.
"Saya pamit bu." ujar Daniel lagi.
"I, iya. Hati-hati." jawab ibu Lea. Tubuh wanita itu masih gemetaran. Karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Daniel barusan.
Daniel kemudian menembus kerumunan dan berhasil keluar dari toko. Sementara ibu Lea masih terpaku menatap kepergiannya.
"Itu tadi siapa bu?"
Salah seorang karyawan bertanya pada Ibu Lea.
"Menantu saya." jawab ibu Lea kemudian.
"Oh ibu udah punya menantu?" tanya karyawan itu lagi.
"Iya."
"Saya kira itu tadi pacar ibu."
Ibu Lea tersenyum.
__ADS_1
"Nggak, bukan." jawabnya kemudian.