
Daniel menghentikan mobilnya di tengah jalan, ia kini nampak diam dan seolah berfikir akan sesuatu.
"Kenapa mas, koq berhenti?" tanya Lea heran.
"Nggak tau, aku tiba-tiba nggak mood." ujar Daniel dengan nada seperti menahan kekesalan.
"Mas masih marah ya soal tadi?"
Lea langsung menghubungkan sikap Daniel dengan kejadian saat ia bertemu dengan Rangga tadi. Sementara Daniel bungkam dan menjatuhkan pandangannya ke stir mobil.
"Mas mau kita pulang aja?" tanya Lea.
"Aku mau istirahat." ujar Daniel.
Lea pun mengangguk dan mengalah pada suaminya itu. Kendati ia ingin sekali mengamuk layaknya remaja belasan tahun pada umumnya, apabila tengah bermasalah dengan pasangan. Ia tak suka Daniel marah seperti itu padanya, ia hanya ingin mereka berbaikan.
Ia bisa saja menggunakan kehamilannya untuk di menangkan dalam hal ini. Sebagai perempuan adalah hal mudah melakukan playing victim dan membuat laki-laki yang tidak bersalah meminta maaf.
Namun Lea tak ingin menambah masalah lebih lanjut. Ia tahu sebagai istri, harusnya ia tak menemui mantannya di belakang suami.
Tapi tadi ia benar-benar tidak mengetahui jika Rangga akan datang. Dan ia juga tidak menyangka hal tersebut akan terlihat oleh Daniel.
"Ya udah mas, kita pulang aja." Lea mencoba meredam amarah suaminya.
Daniel pun kembali menghidupkan mesin mobil, lalu mereka berdua bergerak ke suatu arah.
***
Beberapa menit berlalu.
"Koq kesini mas?" tanya Lea pada Daniel, ketika suaminya tersebut menghentikan mobil di pelataran sebuah hotel mewah.
"Aku males jalan lebih jauh lagi. Kita istirahat disini aja." ujar Daniel.
Nada bicara suami Lea itu masih seperti tadi, tak begitu ramah di telinga. Lea sendiri menurut saja, daripada terjadi perang dunia ketiga. Ia melangkah mengikuti sang suami. Daniel memesan satu kamar, Lea terus mengikuti dan tak berkata sepatah pun.
Ketika tiba di kamar hotel yang megah tersebut. Daniel menutup pintu dan memberikan tatapan aneh kepada Lea. Seakan hendak menelan perempuan itu hidup-hidup.
"Karena kamu udah bikin aku panas hati hari ini, kamu harus dihukum." ujarnya kemudian.
"Ma, maksud mas?"
Lea bertanya dengan nada yang bingung sekaligus gugup. Sementara Daniel kini mendekat sambil terus memberikan tatapan ke mata istrinya itu.
"Mas mau melakukan KDRT sama aku?"
Lea kembali melontarkan pertanyaan, ia mengira Daniel sangat murka kali ini.
__ADS_1
Selama menikah, banyak sekali sifat Daniel yang mengejutkan. Mulai dari ketika ia marah dan mendorong Lea ke dinding waktu itu. Sampai kepada sikap Daniel yang kurang bisa mengontrol pikiran, ketika Lea tengah tak berada dalam jangkauannya.
Lea sangat takut, takut kalau-kalau Daniel juga memiliki sifat suka melakukan pemukulan terhadap pasangan. Sebab Lea baru mengenal pria itu setahun belakangan ini.
"Mas aku minta maaf."
Tiba-tiba Daniel meremas dada istrinya itu dengan satu tangan. Sementara satu tangan yang lain mengelus perutnya yang membuncit.
"Ini perbuatan siapa?" tanya Daniel seraya terus menatap Lea.
Perempuan itu mendadak mendesah dan mencoba mengatur nafas. Tubuhnya kini tersandar ke dinding.
"Perbuatan, hmm, mas, hhhh."
Nafas Lea mulai naik turun, Daniel mencium bibir istrinya itu. Tanpa sadar tangan Lea pun menyentuh dan membuka resleting celana milik suaminya. Lalu ia memegang dan mengelus sesuatu yang keluar dari sana.
Gairah di dalam diri Daniel tampaknya sudah naik hingga ke ubun-ubun. Pria itu dengan cepat melucuti baju yang dipakai sang istri.
Pergumulan panas terjadi, ketika keduanya benar-benar dikuasai keinginan. Daniel duduk pada sebuah sofa dan mengarahkan sang istri untuk menduduki miliknya. Dalam sekejap semuanya terbenam sempurna di liang kenikmatan milik Lea.
"Mas, ah, mas."
Lea bergerak sambil mengibas-ngibaskan rambutnya.
"Sayang, hhhh."
Daniel menatap sang istri dengan penuh kemenangan. Ia menyukai ketika melihat perempuan itu naik turun dan bergoyang di depan matanya. Dengan dada membesar serta perut membuncit berisi benihnya.
"Hmmh."
Daniel memberi kecupan pada salah satu gundukan di dada sang istri. Kadang tangannya meremas bagian belakang wanita itu, seraya memberikan ciuman pada bagian perutnya.
Usai puas melihat Lea melayaninya di posisi tersebut, Daniel mengambil alih dan mendominasi permainan. Dibawanya dan dibaringkannya tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur. Kemudian ia memompa Lea, sambil memberikan remasan di mana-mana.
Ia meracau, begitupula dengan Lea. Tanpa sadar perempuan itu melingkarkan kaki di area pinggang suaminya. Kadang ia meremas seprei, kadang pula menjambak rambut Daniel.
Mereka melayang-layang ditengah kenikmatan, sampai kemudian tubuh keduanya bergetar hebat.
"Mas."
"Leaaaa."
"Aaaaaaakh."
Keduanya terhempas dalam kenikmatan, dengan tubuh yang kini terkulai lemas. Tak lama keduanya pun sama-sama tertidur lelap.
***
__ADS_1
Lea terbangun beberapa jam kemudian, ia tak menemukan Daniel disisinya. Entah kemana perginya pria itu. Namun Lea dikejutkan dengan sebuah kotak kado besar yang berasa tepat di sisi tempat tidur.
Karena penasaran ia pun membuka kotak kado tersebut. Ternyata isinya sebuah gaun yang sangat cantik, lengkap dengan sebuah heels yang tak begitu tinggi.
"Plak."
Lea mendapati sebuah catatan kecil terjatuh, saat ia mengangkat gaun itu ke permukaan. Ia lalu mengambil catatan itu dan membacanya.
"Kamu punya waktu 30 menit untuk mandi dan berdandan. Temui aku di rooftop hotel ini."
Hati Lea bergetar, ia begitu gugup namun penuh senyuman. Ia tahu jika ini pastilah ulah Daniel. Maka tanpa membuang waktu lebih banyak, Lea segera mandi dan berdandan.
Tepat tiga puluh menit kemudian, ia naik ke sebuah lift. Petugas hotel mengantarnya ke rooftop tersebut.
"Tap, tap, tap."
Lea melangkah ke sebuah pintu, dan begitu pintu tersebut dibuka. Tampak Daniel yang tengah menghadap view menoleh. Pria tampan itu kini menatap ke arah Lea, yang tampil begitu cantik dihadapannya.
Lea tersenyum lalu mendekat, Daniel mengulurkan tangan yang kemudian langsung disambut oleh istrinya tersebut. Ia mengajak Lea ke pinggir rooftop untuk melihat pemandangan di bawah.
Ketika Lea menunduk, ia melihat area kolam renang hotel yang begitu gelap. Tampak lampunya telah dimatikan. Belum sempat ia bertanya, mengapa dibawah tak ada penerangan. Tiba-tiba lampu hias menyala di bawah sana.
Lea menutup mulut saking terkejutnya ia. Karena ternyata di dalam kolam itu ada banyak sekali taburan bunga, yang sudah dibentuk menjadi tulisan :
"Happy Birthday, Lea."
Daniel tersenyum, Lea menangis haru lalu memeluk suaminya itu.
"Happy Birthday, sayang." Daniel berbisik di telinga Lea. Perempuan itu kian menangis dan memeluk Daniel.
Tak lama petugas hotel datang dengan membawa kue ulang tahun dan meletakkannya di meja. Daniel lalu mengeluarkan handphone dan mengabadikan momen mereka berdua. Lea tampak begitu bahagia, meski harus sibuk mengusap air mata.
Di atas rooftop tersebut benar-benar tak ada pengunjung lain, Daniel menyewanya hanya untuk acara ini.
"Makasih banyak mas." ujar Lea seraya menatap sang suami.
"Sama-sama." jawab Daniel lalu mencium bibir istrinya itu.
Tak lama mereka pun makan berdua, dengan hidangan mewah dan diiringi alunan musik yang romantis. Ada petugas hotel yang mensetting semua itu dari dalam. Mereka juga lah yang menghidupkan musik tersebut.
Seperti kebanyakan hidangan mewah lain, porsi nya memang terbilang sangat sedikit. Apalagi untuk ukuran ibu hamil yang selalu kelaparan seperti Lea.
"Aku tau kamu masih laper, nanti kita makan lagi." ujar Daniel.
Lea tertawa. Usai menikmati hidangan makan malam, Daniel menyalakan lilin di atas kue yang tadi telah di siapkan.
"Kamu boleh berdoa dulu." ujar Daniel kemudian.
__ADS_1
Lea berdoa, lalu meniup lilin hingga semuanya padam. Daniel mencium kening istrinya itu sekali lagi dan Lea berterima kasih untuk kesekian kalinya.
Musik kembali mengalun, usai menikmati kue tersebut mereka berdansa di bawah bintang-bintang.