Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Curiga (Bonus Part)


__ADS_3

"Arka udah makan?" tanya Richard pada Arkana.


"Belum, om. Tadi keburu om mau jemput soalnya."


"Ya udah, kita makan dulu yuk!" ajak Richard kemudian.


"Boleh, tapi kalau mama nyariin gimana?. Arka lupa bilang lagi tadi sama pak supir, supaya Arka nggak usah di jemput."


"Om udah bilang koq." ujar Richard.


"Oh ya udah, oke."


"Arka mau makan apa?" tanya Richard.


"Mmm, terserah om aja deh." jawab Arkana.


"Makan burger atau ayam Krispy gimana?"


Richard paling tau apa yang disukai anak kecil.


"Mau." jawab Arkana semangat.


Richard tertawa lalu mereka menuju ke sebuah restoran cepat saji. Sementara Hanif berhenti di sebuah jalan. Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.


Rasanya jika bertemu Nadya di depan mata, ingin sekali ia menampar wanita itu sekuat tenaga. Ia merasa harga dirinya sebagai laki-laki telah di coreng oleh istri pertamanya itu.


"Selingkuh sama siapa kamu?. Dasar murahan!"


Hanif menulis kata-kata itu dan mengirimnya pada Nadya. Tetapi Nadya saat ini tengah berbelanja bersama Putri di sebuah supermarket. Ia lupa membawa handphone, sehingga pesan dari Hanif tersebut tidak terbaca.


***


"Kriuk."


Lea menggigit ayam krispy diiringi suapan nasi serta kentang goreng. Ia yang bercita-cita segera kurus dan ingin memakan-makanan sehat tersebut, seolah tak tahan melihat iklan ayam goreng krispi dari salah satu brand favoritnya di televisi.


Alhasil ia pun membawa Darriel untuk menyambangi restoran cepat saji terdekat. Ia memesan menu lengkap dengan minuman cola yang disinyalir mampu mempercepat kenaikan berat badan.


"Kriuk."


Ia menggigit ayam itu lagi dan lagi. Sementara Darriel hanya menelan ludah dari dalam stroller tempat dimana ia diletakkan. Tadi Lea sempat memberinya susu, namun di tolak oleh bayi itu.


"Laper kan kamu, makanya kalau dikasih susu jangan nolak." ucap Lea.


"Hokhoaaa."


Darriel memperhatikan ayam goreng yang ada di tangan ibunya.


"Hmm, wangi kan?"


Lea dengan jahilnya mendekatkan ayam itu ke hidung Darriel. Sehingga bayi itu semakin antusias.


"Makanya punya gigi, biar bisa maka ayam Krispy." ujar Lea.


Beberapa pengunjung memperhatikannya dan tertawa. Lea berbicara pada sang anak, layaknya berbicara pada boneka.


"Wuwawa." Darriel seperti ingin meminta.


"Eh kamu itu bayi, nggak boleh." ucap Lea.


"Hokhoaaa."


"Wawawa."

__ADS_1


"Wu, bayi wu. Nggak bisa makan ayam krispy." ledeknya lagi.


"Heheee."


Tiba-tiba Darriel tertawa kencang dengan mata yang tertuju kearah pintu masuk. Lea memperhatikan ke arah tersebut dan ternyata ada Richard serta seorang anak kecil disana.


"Uwawaw." Darriel terus berceloteh.


"Heheee." Kemudian ia tertawa kencang.


Richard terdiam mendengar suara itu. Sementara Lea buru-buru mengganti posisi menjadi membelakangi dan ia membelokkan stroller Darriel, agar tak melihat ke arah sang kakek.


"Hokhoaaa."


"Ssssttttt."


Lea menyuruh anaknya itu untuk diam. Sebab Darriel seakan mengenali Richard dan ingin di notice.


"Heheee."


Ia kembali tertawa dan Richard menoleh, namun matanya tak menangkap dimana Lea berada, karena sudah keburu dipanggil oleh pelayan restoran.


"Selamat siang pak, mau pesan menu apa?" tanya sang pelayan tersebut. Richard kemudian bertanya pada Arkana dan Arkana memilih apa yang ia inginkan.


Usai mendapatkan makanan, mereka lalu mencari tempat duduk. Lea sedikit menoleh, ternyata Richard duduk tak jauh dari tempat dimana kini ia berada.


"Heheee."


Darriel kembali tertawa kencang, sementara Lea menutup mulut bayi itu dengan dot.


"Om suka makan disini juga?" tanya Arkana pada Richard.


"Kadang, tapi nggak sering." jawab pria itu.


"Belum." jawab Richard.


"Om kapan mau nikah sama mama?"


"Uhuk!"


Richard nyaris terdesak, sementara Lea tersengat minuman cola yang terlalu banyak ia hisap. Melihat ekspresi sang ibu, Darriel pun jadi kembali tertawa.


"Heheee."


Kali ini Richard benar-benar menoleh, sebab ia hafal bagaimana Darriel tertawa. Pria itu beranjak dan kemudian mendekat. Tampak Lea akhirnya nyengir bajing karena ketahuan.


"Kalian disini?" tanya Richard.


"Hehe, iya yah. Habisnya pengen makan ayam krispy." ujar Lea.


"Hokhoaaa."


Darriel seperti minta disambut. Maka Richard pun menggendong bayi itu kemudian balik ke meja dan melanjutkan makan.


"Ini cucunya om ya?" tanya Arkana.


"Kata mbak Putri, om Richard udah punya cucu." lanjut anak itu lagi.


"Iya." jawab Richard seraya tertawa.


Darriel kini memperhatikan Arkana. Sementara Lea lanjut makan di mejanya. Ia malah kesenangan Darriel ada yang mengasuh.


"Hokhoaaa."

__ADS_1


Darriel bersuara sambil masih memperhatikan Arkana. Arkana sendiri mengajak bayi itu untuk bicara.


"Uwawaw." celoteh Darriel.


Lea kemudian selesai makan dan mencuci tangan. Ia mendekat untuk mengambil sang anak, tetapi anak itu tidak mau.


"Eh, papa Rich mau makan itu."


"Wawawa." jawab Darriel.


Ia masih enggan pergi dari pelukan sang kakek. Richard pun sepertinya tidak masalah akan hal tersebut.


Mereka berbincang satu sama lain, tak lama Arkana selesai makan dan pergi untuk mencuci tangan.


"Ayah sama ibunya ini anak gimana yah?" tanya Lea kemudian.


"Belum tau, tapi ayah dengar dia sudah menggugat cerai suaminya." jawab Richard.


"Oh ya?" Lea kaget sekaligus tak percaya.


"Iya, tapi belum ayah konfirmasi langsung ke orangnya." jawab Richard lagi.


Lea tampak menghela nafas panjang.


"Pokoknya ayah jaga jarak dulu aja. Jangan sampai ayah nanti dibilang perusak rumah tangga orang." tukas Lea.


Kali ini Richard agak sedikit terdiam.


"Ya." ujarnya kemudian.


Setelah itu Arkana kembali ke dekat mereka dan mereka pun mengganti topik lain.


***


Hanif kembali ke kantor Daniel dan melanjutkan semuanya sampai selesai. Setelah selesai pria itu tak langsung pulang, melainkan berbincang terlebih dahulu dengan Daniel.


"Nadya selingkuh, bro." ujar Hanif.


"Hah?"


Daniel antara percaya dan tidak, sebab melihat tampilan Nadya rasanya itu merupakan hal yang mustahil.


"Ah serius lo, tau dari mana?. Jangan sampe dengerin kata orang." ucap Daniel.


Kemudian Hanif lalu menceritakan perihal tadi, saat ia hendak menjemput Arkana. Ia mengatakan jika ada pria lain yang terkonfirmasi sebagai calon ayah baru bagi anaknya itu.


"Kan lo dengernya dari mulut anak SD." ujar Daniel.


"Siapa tau anak lo bercanda sama temennya soal itu."


"Iya, tapi masalahnya laki-laki itu siapa?. Nadya itu nggak punya saudara laki-laki dan teman laki-laki selama ini. Siapa lagi kalau bukan selingkuhannya coba?"


"Tapi masa sih perempuan kayak bini lo gitu bisa selingkuh, rada nggak percaya gue." ucap Daniel.


"Makanya ini lagi pengen gue cari tau dulu." jawab Hanif.


"Gue curiga itu salah satu temen gue yang tau Nadya deh." ujarnya lagi.


"Siapa kira-kira?" tanya Daniel.


"Ya mana gue tau." jawab Hanif.


***

__ADS_1


__ADS_2