
"Beberapa bukti sudah terkumpul. Daniel, Richard, dan Ellio juga merupakan pelanggan dari SB Agency."
Seseorang berujar pada orang lainnya disebuah ruangan. Sementara yang lainnya tersebut fokus mendengarkan.
"Mereka membeli sugar baby disana sebanyak dua kali. Pertama Richard, kemudian Daniel. Sedang Ellio belum ketemu datanya. Mengenai berapa kali dia sudah membeli sugar baby di tempat itu." lanjut orang tersebut lagi.
"Richard juga pengguna jasa SB Agency?" salah seorang melontarkan pertanyaan disana.
"Iya, saat ini sugar baby Richard itu sedang berada di luar negri. Dan fakta yang lebih miris lagi adalah. Lea sugar baby Daniel, merupakan anak kandung Richard."
Orang-orang di ruangan tersebut mendadak sama tercengang.
"Bagaimana bisa Richard membiarkan anaknya yang masih di bawah umur, masuk ke Agency yang kotor seperti itu?"
Orang yang lainnya lagi kembali melontarkan pertanyaan. Sedang beberapa diantaranya tampak tak habis pikir. Mereka terus berbincang, bahkan berdebat mengenai masalah tersebut.
***
Sementara di kampus, Lea turun dari mobil ketika ia telah tiba di muka lobi utama gedung. Beberapa saat lalu ia membawa Darriel ke rumah Richard dan diasuh disana.
Mungkin satu dua malam ini ia dan Daniel akan kembali menginap di rumah Richard. Lusa ia tak ada mata kuliah dan mungkin akan kembali lagi ke penthouse.
"Tap, tap, tap."
Lea melangkah menapaki tangga yang menuju ke pintu lobi. Sementara sang supir telah berlalu sejak tadi.
"Tap, tap, tap."
Lea menoleh, perempuan itu mendadak merasa jika ada seseorang yang sengaja membuntuti dirinya. Namun tak ada apa-apa di belakang. Ia diam sejenak, kemudian melanjutkan perjalanan hingga sampai di muka kelas.
"Lele."
Adisty dan Ariana tiba, mereka saling menanyakan kabar masing-masing dan tak lama kemudian masuk ke dalam kelas.
Ketika mata kuliah selesai, seperti biasa Lea, Adisty, Ariana, beserta beberapa teman lainnya termasuk Iqbal janjian ke kantin. Dan di kantin tersebutlah, Lea mengutarakan niatnya untuk menikah yang kedua kali dengan Daniel.
"Serius Le, bakalan diadakan pesta lagi gitu?" tanya Adisty bersemangat. Ariana dan teman Lea yang lain juga tak kalah antusiasnya.
"Iya, nanti satu kelas gue undang semua." tukas Lea.
"Asik, pake bridesmaid gitu nggak sih?" tanya Ariana.
"Pake dong, ntar gue kasih bahannya." ucap Lea lagi.
__ADS_1
"Ih eke mau deh."
Rama tiba-tiba berujar sambil melambai, tak lama semua tertawa. Iqbal dan Dani terbahak sambil menoyor kepala teman mereka itu.
"Eke mau yang pink warnanya." Dani berseloroh menyambung candaan.
"Ih kalian itu nggak macho banget jadi cowok." Iqbal berujar dengan bibir yang keriting serta tangan yang sedikit ngondek.
Jadilah suasana kantin tersebut riuh oleh tawa mereka. Namun kemudian Ariana menyadari seperti ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Gadis itu pun melihat ke arah orang yang ia curigai tersebut. Namun orang tersebut kemudian berlalu begitu saja.
Ia sejatinya tak begitu mempermasalahkan. Mungkin orang itu hanya tak sengaja melihat saja, pikirnya. Seperti siapapun yang kadang tak sengaja menoleh pada orang yang heboh di sekitaran.
***
Di suatu tempat, di waktu yang sama.
Clarissa tengah berbunga-bunga hatinya. Pasalnya beberapa saat lalu baru saja perempuan yang haus perhatian tersebut, selesai bercinta dengan Marvin.
Hubungan mereka sudah semakin jauh dan bertambah intens dalam beberapa waktu belakangan. Clarissa juga saat ini tengah mengkonsumsi obat penyubur rahim, dengan harapan agar dirinya segera hamil dan dinikahi oleh pria itu.
Ia sudah membayangkan menjadi nyonya dari seorang pria tampan dan juga tak kalah kaya raya dari Daniel. Ia tak sabar melihat ekspresi Daniel ketika mengetahui mantan kekasih yang ia buang, diambil oleh pria yang setara dengannya.
Kini ia tengah berjalan, menuju ke arah toko bunga milik sang kakak. Ia ingin membeli beberapa untuk dipajang di rumah. Sekalian ingin bertemu dan bercerita pada kakaknya tersebut, mengenai kehidupannya akhir-akhir ini. Ia ingin sedikit sharing tentang betapa bahagianya ia, bisa dekat dengan pria seperti Marvin.
"Kasih tau saya segera. Kalau memang nanti anda ketemu."
Pasalnya yang datang itu merupakan salah satu orang kepercayaan sang sugar daddy. Ia kemudian mengintip dan memperhatikan dari sebuah sudut.
"Ingat ya, bos saya bilang jangan sembunyikan Clarissa dari dia." ujar orang kepercayaan tersebut lagi, terhadap kakak Clarissa.
Kakak Clarissa hanya bisa mengangguk dengan ekspresi wajah lumayan takut. Sementara setelah itu Clarissa mengurungkan niat dan memilih untuk pulang ke rumah.
***
Sepulang dari kantor hari itu, Daniel menemui orang dari wedding organizer. Ia tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.
Ia ingin segera melangsungkan pesta pernikahannya dengan Lea. Agar hutang janjinya segera terbayarkan dan ia tak perlu merasa terbebani lagi.
Sore itu ia meninjau lokasi yang ia pilih, untuk merayakan hal tersebut. Tempatnya di sebuah hutan buatan. Sebab Lea bilang, pinggir pantai telah panas untuk merayakan hal tersebut. Meski Daniel sejatinya lebih menyukai lokasi pinggir pantai.
Namun karena kali ini semua terserah Lea, maka ia menuruti saja saat Lea memilih lokasi tersebut.
"Nah pak Daniel, nanti areanya di sepanjang ini sampai kesana."
__ADS_1
Orang dari wedding organizer tersebut memetakan lokasi dan memperlihatkannya pada Daniel.
"Desain tempatnya seperti yang sudah saya kirim ke email pak Daniel." lanjut orang itu lagi.
Daniel memperhatikan secara seksama, seraya membayangkan tempat tersebut sudah di dekorasi sesuai contoh gambar yang telah mereka kirim.
"Oke." jawab pria itu kemudian.
"Atur aja." lanjutnya lagi.
Tiba-tiba Lea menelpon.
"Iya Le?"
"Mas, udah tinjau lokasinya?" tanya perempuan itu kemudian.
"Udah, ini lagi disini." jawab Daniel.
"Gimana, bagus nggak?" Lea kembali bertanya.
"Bagus, aku suka tempatnya." ujar Daniel.
"Oke deh kalau gitu."
"Ini kamu dimana?" Daniel balik bertanya.
"Masih di kampus mas."
"Supir masih disitu?"
"Udah pulang dari tadi siang. Kasian kalau harus nungguin aku. Lama soalnya."
"Ya udah, mau sekalian aku jemput nggak?" tanya Daniel lagi.
"Mas mau jemput aku?"
"Iya."
"Ya udah deh, oke. Aku tunggu ya mas."
"Iya."
Maka Daniel pun berpamitan pada orang dari wedding organizer tersebut. Ia kemudian bergegas menuju ke kampus Lea. Sesampainya disana, ternyata Lea sudah menunggu di lobi depan.
__ADS_1
Saat mobil Daniel berhenti segera saja ia melangkah ke arah sana. Namun lagi-lagi ia merasa di ikuti oleh seseorang. Lea menoleh, namun hanya mahasiswa dan mahasiswi yang tampak lalu lalang.
Agak sulit mencari keberadaan orang yang mengikuti ditengah keramaian. Maka ia pun lalu masuk ke mobil dan Daniel segera menekan kembali pedal gas mobilnya.