Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Netijen Oh Netijen


__ADS_3

Lea kembali ke rumah, ia masih terpikir akan Daniel dan juga Grace. Ia kini berusaha keras untuk yakin, jika Daniel melakukan semua itu murni karena adiknya yang masih bayi. Bukan karena ia masih ingin berhubungan dengan Grace.


Lea mengingat-ingat sikap Daniel selama ini, memang tak pernah sedikitpun lagi ia menyinggung soal mantan kekasihnya itu di depan Lea. Daniel benar-benar telah fokus pada rumah tangga yang ia miliki.


Lea meletakkan tas ke dalam kamar, lalu menyibukkan diri dengan membersikan ruangan demi ruangan. Setidaknya itu bisa mengusir segala prasangka yang masih bersarang di benaknya.


"Braaak."


Lea membuka ruang musik, dan berniat membersihkannya pula. Namun perempuan itu tertegun pada foto-foto Daniel dan Grace yang masih terpajang. Tempo hari Daniel sudah ingin membereskannya, namun Lea melarang.


Ia tak ingin terlihat mencemburui masa lalu suaminya itu. Lagipula sangat kekanak-kanakan, bila segala sesuatu yang sudah lewat dijadikan permasalahan baru. Padahal sejatinya kita bisa memulai sesuatu yang baru dengan damai.


Lea melangkah dan membersihkan ruangan itu, jujur memang hati tak bisa dibohongi. Ia sedikit terbakar hatinya melihat kedekatan antara Daniel dan Grace di foto-foto tersebut. Tapi ya sudahlah, toh Daniel sekarang adalah miliknya.


Masa lalu bersama Daniel, boleh jadi adalah milik Grace. Namun masa depan bersama pria itu adalah milik Lea.


***


"Kasus SB Agency melebar, netizen meminta pelaku di usut, termasuk para sugar daddy yang pernah memesan jasa disana."


Sebuah postingan diunggah, pada akun Instagram milik @gosipterkini. Menampilkan foto gedung SB Agency, berikut caption yang menggiring netizen untuk beropini.


"@adnanprasetya. Bener banget, harus di usut siapa aja pengguna jasanya. Karena mereka itu predator berbahaya."


"@mimicantikarahma Ih amit-amit ya yang punya laki suka main perempuan. Gue yakin banget 100%, sugar daddy nya itu banyak yang laki orang."


"@ajianrawarontek12 Hayoloh siapa nih yang sering mesen disana. Siap-siap kena juga."


"@citakamisayang udah paling bener tangkap dulu itu si perempuan yang kemaren itu. Siapa sih, Bianca ya namanya?"


"@sintadayana semoga makin banyak korban yang mau speak up."


Komentar-komentar tersebut, disambut dan dibalas oleh komentar-komentar yang lainya. Sebagian besar mereka menginginkan SB Agency ini benar-benar di usut total sampai tuntas. Tak pandang bulu dan tak pandang punya jabatan apa si pelaku.


Netizen berharap para sugar daddy juga mendapat pelajaran. Jangan hanya karena memiliki uang, lantas bisa berlaku seenaknya.


Namun dari banyaknya komentar yang membela korban, ada pula komentar-komentar yang sifatnya menyudutkan. Agaknya entah memang manusianya yang kurang bersimpati, atau buzzer suruhan mami Bianca.

__ADS_1


"@sandipermana ngapain sih kasus beginian heboh banget. Mending urusin tuh kasus lain yang lebih pantes di urus."


"@taripermatasari inilah akibat pengen gaya, hidup nggak bersyukur jadi perempuan. Amit-amit jual diri itu namanya. Ngapain di tolong, biarin aja pada mampus aturan."


@shelatiatania mampus, salah sendiri mau jual diri. Dapat yang zonk kan ujungnya, wkwkwk.


"@freyafarhana gila ya, masih banyak aja perempuan yang memandang sinis kasus kayak gini. Kayak berasa diri lo paling suci anjir. Kita itu nggak pernah tau loh, faktor apa aja yang membuat seseorang menempuh jalan instan. Ada yang mungkin emang kebelet bergaya, tapi mungkin juga ada yang ekonominya bener-bener kepepet."


Komentar demi komentar terus berbalas-balasan. Hingga notifikasi di handphone pemilik akun gosip tersebut, membuat layar menjadi tak bisa di geser.


***


"Lea."


Daniel pulang dan tak menemukan Lea di lantai bawah. Biasanya Lea akan setia duduk di depan televisi, sambil menonton tayangan yang dia suka.


"Lea."


Daniel mencari di dalam kamar, namun Lea juga tidak ada disana. Mungkin tengah membersihkan lantai atas, pikirnya. Karena di jam segini Lea memang sangat suka berkegiatan, terutama membersihkan ruangan yang ia anggap sudah kotor.


Daniel naik lift dan masuk ke ruangannya. Namun tiba-tiba ia dihadapkan pada sebuah pemandangan yang membuatnya tertegun.


"Mas."


Lea terbangun mendadak.


"Mas, maaf aku ketiduran disini."


"Ya udah nggak apa-apa, tidur aja." ujar Daniel.


"Tadi aku abis bersihin ruangan ini, pengen rebahan abis itu. Aku pikir sih rebahan bentar aja, eh ketiduran." ujar Lea lagi.


Daniel tersenyum, lalu mengusap bayinya yang ada di perut Lea.


"Makasih ya, udah bantu bersihin. Tapi kalau misalkan kamu lagi capek, nggak usah paksain. Kan aku bisa bersihin semuanya sendiri. Di bawah juga kalau kamu lagi males bersihin, kamu bilang aja ke aku. Kita bisa pesan jasa bersih-bersih atau aku sendiri yang akan urus."


"Iya mas, soalnya aku kalau nggak gerak tuh pegel rasanya."

__ADS_1


"Ini juga udah bikin pegel kan?" Daniel menyingung soal bayinya.


"Iya mas, udah mulai berat." jawab Lea lagi.


Daniel lalu mencium bibir istrinya itu dan mereka berpelukan sambil berbaring.


"Tadi, anaknya Grace gimana mas?" tanya Lea setelah beberapa saat berlalu.


"Kepalanya retak dan bagian telinga dalamnya cidera, Le." jawab Daniel.


"Hah?"


Lea benar-benar syok mendengar semua itu. Biar bagaimanapun ia juga memiliki bayi, meski masih berada di dalam perut.


"Kasian banget, mas. Ibunya gimana sih jagain anak?" Lea tampak emosi.


"Ibunya bilang, posisi dia lagi pergi. Beli keperluan anaknya. Danisha ditinggal sama mbak, dan posisi dia itu tidur didalam box bayi."


"Berarti emang ada unsur kesengajaan dong mas. Walaupun udah bisa merangkak juga, nggak mungkin bayi manjat-manjat box kan?"


"Makanya, dan yang paling di curigai itu ya pacarnya daddy yang baru."


"Ih amit-amit." Lea bertambah kesal.


"Laporin aja mas ke polisi, nggak punya hati itu perempuan."


"Iya, aku udah bilang ke Grace. Katanya akan segera dilaporkan, bisa hari ini bisa besok."


"Rumah daddy kamu ada CCTV kan?"


"Ada, makanya ini mau di usut tuntas. Tadi juga aku udah ketemu si tua bangka itu, udah aku hajar habis-habisan."


"Mas berantem?"


"Iyalah, emosi aku Le. Anaknya loh itu, kandung. Bukan anak bawaan si Grace. Dan dia cuek aja, pas aku ketemu di kantor masih rapat. Padahal udah di kasih tau sama Grace, orang kek tinggalin dulu kerjaan. Ketara banget kalau dia mendukung perbuatan pacarnya. Dia nggak peduli banget sama Danisha."


"Amit-amit mas, ya ampun. Kalau misalkan kita punya anak perempuan jangan gitu kamu ya mas. Anak itu sama aja loh, mau cowok ataupun cewek."

__ADS_1


"Gila kali kalau aku kayak gitu Le. Nggak mungkin lah aku begitu." ujar Daniel kemudian.


__ADS_2