Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Nyonya VS Calon Pelakor (Extra Part)


__ADS_3

"Kak, koloni si pelakor burik beneran follow laki gue."


Lea mengirim pesan singkat pada Marsha melalui WhatsApp. Marsha yang kebetulan saat itu tak terlalu sibuk bekerja, membaca dan membalas pesan tersebut.


"Apa gue bilang kan. Pasti bakalan ada tuh dia follow laki lo. Udah mau dijadikan target kayaknya sama si burik." balas Marsha.


"Wkwkwkwk."


Lea meng-capture salah satu foto Shela di Instagram lalu mengirimnya pada Marsha. Dalam unggahan tersebut ia berpose layaknya artis Korea Bae Suzy. Dan dengan pedenya ia menyandingkan foto tersebut dengan foto Bae Suzy yang asli.


"Wkwkwkwk."


"Wkwkwkwk."


Marsha membalas dengan tawa, dan pada kenyataannya ia memang tertawa geli. Hanya saja tawa itu ia tahan dengan tangan, sebab dirinya kini tengah berada di kantor.


"Anjay pede gila." ujarnya kemudian.


"Duh amit-amit jabang bayi jadi ngomong kotor kan gue, elah." ucap Marsha lagi.


"Wkwkwkwk." balas Lea.


"Bae Suzy, VS Bae Bae di gondol gebderuwo." lanjutnya kemudian.


"Wkwkwkwk."


"Wkwkwkwk."


Keduanya kini sama-sama tertawa.


"Pengen banget gue beliin kaca, sumpah. Biar ngaca dikit gitu." ujar Marsha.


"Beli lotion aja dulu, buat tuh kulit nggak bersisik." tukas Lea.


"Wkwkwkwk." Marsha kembali membalas dengan tawa.


"Semiskin-miskinnya gue dulu, nggak sampe bersisik kayak gitu juga. Masih mampu gue beli lotion." ucap Lea.


"Wkwkwkwk, kayak gitu mau merebut laki lo Le. Mending dia urus dulu mukanya yang burik itu. Make-up mereka aja foundationnya crack koq."


"Hahaha."


"Hahaha."


Balas Lea.


"Lo mah parah kak, sampe segitu detailnya sama makeup orang." tulis Lea.


"Ih orang bener koq. Gue ngeliat jelas, foundation mereka tuh rata-rata crack." balas Marsha.

__ADS_1


"Mungkin itu yang mendasari mereka pengen jadi sugar baby dari orang-orang kayak laki gue atau laki lo. Pengen bisa skincare-an biar kalau makeup nggak crack." tambahnya.


"Wkwkwkwk. Gue dulu sempat mau jadi sugar baby dan tujuan gue emang duit, skincare, dan gadget mahal. Gue yakin juga mereka punya keinginan yang sama." ucap Lea.


"Ya gue sih sah-sah aja, terserah mereka. Tapi kenapa harus laki gue coba?. Itu yang bikin emosi banget." lanjut ibu dari Darriel tersebut.


"Tenang aja, Le. Selama hayat masih di kandung badan mah. Kita akan hadapi dan hempaskan pelakor burik." ujar Marsha.


"Berharap hidup enak tanpa kerja tuh pasti, kayak gue dulu." ujar Lea.


"Jangan biarkan mereka berhasil." balas Marsha.


"Pelakor burik harus kita kembalikan ke selokan?" lanjutnya lagi.


"Ember, jangan biarkan dia munggah derajat jadi nyonya. Bisa banyak tingkah nanti kayak istri ketiga si Hanif." balas Lea.


"Susi, wkwkwkwk." Lagi-lagi Marsha menjawab.


Mereka terus berbincang dan tertawa-tawa. Sementara itu di suatu tempat, Shela tampak menelpon Susi yang baru saja selesai di garap oleh Hanif rahimnya.


"Ganteng banget Sus, si Daniel ini. Gue tergila-gila, beb." ucap Shela dengan nada seperti ABG yang tengah menggilai idol K-Pop.


"Rebut say, jangan nggak." ujar Susi sambil mengusap-usap perutnya yang penuh akibat ****** ***** dari sang sugar daddy ikan patin.


Ia masih berada di tempat tidur dengan posisi kaki terbuka lebar. Area sensitifnya basah oleh cairan.


"Lo lagi apa beb?" tanya Shela pada Susi.


"Laki lo ada di dekat lo ini?" tanya Shela lagi.


"Nggak, dia keluar buat ngerokok katanya." jawab Susi.


"Ih enak ya idup lo sekarang." ucap Shela.


"Gue liat tiktok lo barusan." lanjutnya lagi.


"Iya dong, emang kan cita-cita gue hidup enak." balas Susi sambil tertawa.


"Makanya gue bilang, nggak apa-apa laki orang yang penting tajir. Ngapain nyari yang single tapi gajinya UMR. Nggak bisa beli tas mevvah say." ujar Susi.


"Iya sih, bener kata lo. Emang harus nyari yang tajir dulu biar bisa hidup bak ratu." tukas Shela.


"Iya maka dari itu. Nggak apa-apa jadi pelakor. Orang tinggal buka lebar kaki, di suntik dalam-dalam sama jago goyang. Abis itu buncit sembilan bulan. Itu doang tugas lo, apa susahnya. Abis itu beranak, kasih ke mbak baby sitter. Lo nyalon, belanja, beli ini dan itu." ujar Susi lagi.


"Iya bener-bener, beb. Pokonya gue mau jadi nyonya dan hidup enak sama Daniel pujaan hati gue." lanjut Shela.


"Udah lo follow belum akunnya?. Gue dapat itu dari mas Hanif."


"Udah dong, gue kan gercep." ujar Shela.

__ADS_1


"Baguslah." jawab Susi.


"Lo deketin aja tuh di DM. Laki gue bilang mah, Daniel itu playboy. Gampang lah direbut. Singkirkan aja tuh Lea si sok kecakepan itu."


"Iya, udah kesel banget gue. Pengen banget gue ngeliat dia di depak sama Daniel. Terus gue deh yang bakal bikin lakinya tergila-gila."


"Harus beb." ujar Susi.


"Jangan lupa utamakan goyangan. Cowok mau istrinya kayak bidadari sekalipun, kalau udah ketemu cewek lain yang goyangannya lebih mantap. Dia akan segera berpindah say. Jadi para istri sah nggak usah kepedean sama muka cakep. Yang diliat cowok itu ya legit apa nggak goyangannya."


"Yoi, gue akan ikutin saran dari lo pokoknya beb." tukas Shela.


"Dan jangan lupa, kalau bisa bunting cepet. ujar Susi.


"Kalau udah bunting mau nggak mau cowoknya bakalan nikahin lo."


"Sip, ini gue beli penyubur kandungan nih. Demi ayang Daniel tercinta."


"Jangan lupa sedikit jampi-jampi dukun beb." ujar Susi.


"Biar tergila-gila."


"Bagi gue dong tempatnya dimana." pinta Shela.


"Tenang, lo deketin aja dulu Daniel-nya. Kalau udah dekat nanti gue kasih link dukunnya."


"Anjay link, hahaha."


Dua perempuan laknat itu pun tertawa-tawa dan menyusun rencana sebaik mungkin.


***


Hari akhirnya sore, Daniel dan Ellio kembali menyambangi kantor Richard dan berniat hendak membawa pria itu ke rumah sakit.


Namun sekretarisnya mengatakan jika saat ini Richard tengah menjamu bakal calon kliennya di luar.


"Wah gawat nih, jamu-menjamu kayak gitu pasti pake minuman keras. Nggak mungkin pake beras kencur." ucap Ellio.


"Makanya." tukas Daniel.


"Gue takut masalah kesehatan dia jadi tambah buruk." lanjutnya kemudian.


"Kita samperin aja apa?" tanya Ellio.


"Nggak enak, dia lagi sama calon klien. Masa kita ngerecokin." ucap Daniel.


"Iya juga sih, serba salah gue Dan." tukas Ellio.


"Apalagi gue." timpal Daniel.

__ADS_1


"Gue tuh khawatir banget sama Richard." tambahnya lagi.


Kedua sahabat itu lalu diam dan sama-sama berpikir. Bagaimanapun caranya, mereka harus membawa Richard periksa ke dokter. Agar penyakit dari pria itu tak menjadi semakin parah.


__ADS_2