Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Pusing (Bonus Part)


__ADS_3

"Ibunya nggak boleh dibikin stress ya pak."


Dokter berpesan pada Ellio, yang saat ini tengah menemani Marsha untuk periksa kehamilan.


"Sepertinya akhir-akhir ini ibu sering tegang." lanjutnya lagi.


"Kalau saya kayaknya nggak ada bikin tekanan dok. Tapi kalau pekerjaan dia mungkin iya." jawab Ellio.


"Ibu masih bekerja?" tanya sang dokter pada Marsha.


"Iya dok, saya kerja." jawab perempuan itu.


"Nggak apa-apa kan?" tanya nya kemudian.


"Sebenarnya tidak apa-apa. Hanya saja stress nya harus di manajemen dengan baik." ucap sang dokter lagi.


"Oh iya dok. Saya berusaha untuk itu koq." jawab Marsha.


"Tapi bayi kami baik-baik aja kan dok?" tanya Ellio.


"Baik-baik saja." jawab dokter itu sambil tersenyum.


Ellio dan Marsha pun kini bernafas lega. Mereka senang mendengar bayi mereka berkembang dengan baik. Dokter lalu banyak memberi saran serta nasehat dan dua orang itu mendengarkan dengan baik.


"Sini peluk dulu!"


Ellio memeluk Marsha di dalam mobil, ketika. mereka telah selesai menemui dokter. Maka Marsha pun melabuhkan diri di pelukan suaminya tersebut.


"Kamu sehat-sehat ya nak."

__ADS_1


Ellio berkata seraya mengelus perut Marsha, dan terasa ada yang bergerak di dalam sana.


"Ini sayangnya papa." ujar Ellio seraya mencium perut istrinya itu dengan lembut.


Sementara Marsha tersenyum penuh haru. Hormon kehamilan membuat dirinya semakin sensitif.


"Makasih ya pak atas perhatiannya. Kami senang." ujarnya kemudian.


Ellio mencium bibir Marsha, sebelum akhirnya ia menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas. Dalam hitungan detik mereka mulai meninggalkan tempat tersebut.


***


Hari demi hari berlalu.


Perkara perceraian yang diajukan Nadya telah sampai ke tahap selanjutnya. Pihak yang berwenang memanggil keduanya untuk mediasi.


Saat ada kesempatan berdua, Nadya hanya diam. Apapun yang dikatakan Hanif, ia tidak memberi respon sama sekali. Alhasil hanif seperti berbicara pada patung.


"Heran gue, siapa sih yang udah mempengaruhi bini gue supaya dia bisa bersikap kaya gitu."


Hanif menggerutu pada Daniel dan rekan bisnisnya yang lain. Sebab mereka baru saja selesai mengadakan pertemuan hari ini.


Diantara rekan-rekannya tak ada satupun yang kepo. Tetapi Hanif sendiri lah yang membuka omongan dan membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


"Emang istri lo berteman sama siapa aja selama ini?"


Salah satu rekan bisnis Hanif bertanya, sementara Daniel hanya mendengarkan. Ia tak terlalu tertarik untuk mengajukan pertanyaan atau semacamnya.


Sebab baginya itu adalah urusan pribadi Hanif. Kecuali Hanif secara terang-terangan meminta tolong secara personal kepada dirinya.

__ADS_1


"Nggak ada." jawab Hanif.


"Selama ini gue selalu membatasi circle pertemanan dia." lanjutnya kemudian.


"Mungkin ada tapi lo nggak tau." celetuk rekan Hanif yang lainnya.


Dan hal tersebut membuat Hanif mendadak terdiam.


"Emang lo periksa handphone istri lo selama ini." yang lain mengompori.


Sementara Daniel tetap setia mendengarkan, seraya menghisap rokok elektrik miliknya. Ia tetap tak ingin ikut campur terlalu dalam..


"Lo pasti udah kecolongan, karena lo menganggap bahwa istri lo terlalu polos dan lugu. Padahal dibalik itu semua siapa yang tau. Cewek mah kalau menyimpan sesuatu sangat rapi, bro. Sulit terendus sama kita. Beda kalau kita yang ngelakuin, udah pasti akan ketahuan cepat atau lambat." ujar salah seorang dari mereka lagi.


Hanif jadi benar-benar terdiam. Ia selama ini memang tidak pernah begitu memeriksa handphone Nadya. Sebab dalam kesehariannya Nadya terlihat begitu lugu dan penurut. Tak ada tanda-tanda pergerakan apapun di dirinya.


Tiba-tiba Hanif teringat pada perkataan teman Arkana. Yang menyatakan bahwa Arkana saat ini memiliki calon papa baru.


Simpul yang kusut pun kini jadi kian semrawut di kepala Hanif. Selain curiga akan hal tersebut, ia memiliki kecurigaan lain terhadap orang-orang yang turut mempengaruhi dan mendoktrin sang istri.


"Teman anak gue bilang, katanya anak gue punya calon papa baru." ucap Hanif.


"Nah kalau gitu fix bro. Istri lo selingkuh pasti." celetuk temannya lagi.


Mendengar hal tersebut Hanif makin panas hatinya.


"Lo ikutin aja anak lo terus, awasin dan tanya baik-baik ke dia. Iming-imingi duit dan skin Hero game online, pasti dibocorin siapa orangnya."


Teman Hanif yang lain memberi saran dan Hanif menyetujui hal tersebut dalam hatinya. Ia memang harus mendekati Arkana, sebab Arkana adalah kunci dari semua permasalahan ini.

__ADS_1


__ADS_2