Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Terlihat


__ADS_3

Daniel dan Lea duduk di atas tempat tidur, sambil membaca buku tentang parenting. Kadang keduanya terlihat berdiskusi, lalu kembali fokus ke buku masing-masing.


Tanpa terasa satu jam pun berlalu, keduanya sudah membaca pada bab-bab yang cukup jauh.


"Udah ah batas sini dulu aja." ujar Lea menandai buku tersebut.


"Capek ya?" tanya Daniel.


Lea tersenyum, lalu Daniel semakin mendekat dan mereka pun berciuman. Tak lama ciuman itu berubah menjadi semakin panas. Perlahan Daniel mulai membuka kancing piyama yang Lea kenakan. Lalu tangan pria itu mulai menyusup, ke tempat-tempat yang memberinya kesenangan.


Lea tak tinggal diam begitu saja. Tangan perempuan itu juga turut meraba bagian-bagian sensitif dari diri sang suami.


Daniel menanggalkan pakaian di bagian atas yang ia kenakan. Lalu di dorongnya perlahan tubuh Lea hingga terbaring seutuhnya di atas tempat tidur. Kemudian di cumbunya kembali perempuan itu, dengan tangan yang terus bergerilya kemana-mana. Rintihan dan ******* mulai mewarnai ruangan itu.


Lalu hal tersebutlah yang terjadi. Dimana miliknya menyatu dengan milik Lea dalam aktivitas yang begitu nikmat. Keringat membanjir dimana-mana, Lea meracaukan nama sang suami sambil mendesah-desah. Sementara Daniel terus bertanya apakah Lea suka dengan apa yang ia lakukan.


Ketika Lea menjawab iya, maka disitulah gairah Daniel kian meningkat. Ia semakin percaya diri jika ia memanglah lelaki perkasa.


Cukup lama hal itu terjadi, sampai kemudian keduanya sama-sama terhempas dan saling mengalami pelepasan. Lalu keduanya sama-sama terdiam, dengan nafas yang benar-benar memburu.


Tak lama Daniel menatap Lea dan begitupun sebaliknya. Mereka pun tersenyum satu sama lain dan saling memeluk dengan erat.


Usai beristirahat sejenak, mereka pergi mandi bersama. Lalu keduanya berganti pakaian, mengganti seprai, dan sarung bantal yang basah oleh keringat serta cairan saat aktivitas panas itu tadi terjadi.


Setelah semuanya clear, tiba-tiba Daniel pergi kebawah. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan bungkusan plastik yang tak tau isinya apa.


"Itu apa mas?" Lea yang baru keluar dari kamar pun bertanya.


"Bakso, makan yuk...!" ajak Daniel.


"Mas tadi pesen?"


"Iya sebelum mandi."


"Wah tau aja kalau istrinya capek dan laper banget."


"Iya dong, lagian kan tadi energi kita udah habis."


Daniel menyiapkan makanan tersebut di meja makan. Lea hanya duduk menunggu dan suaminya tak masalah. Daniel bukan tipikal laki-laki yang mesti dijadikan berhala di dalam rumah.


Baginya rumah tangga itu tak mesti dibuat tegang. Istri tak harus melulu patuh seperti pelayan, sementara suami berkuasa layaknya raja. Ia hanya ingin rumah tangga yang santai, seperti dua orang sahabat yang tinggal dalam satu atap.


"Nih." ujar Daniel menyerahkan semangkuk bakso pada Lea.


"Jangan terlalu pedes ya." Lanjutnya kemudian.


"Iya mas."

__ADS_1


Lea membubuhkan sedikit sambal pada bakso di mangkuknya, lalu disusul dengan saos dan juga kecap. Tak lupa ia menambahkan perasan jeruk lemon yang ia ambil dari dalam kulkas, agar terasa lebih segar.


"Sluuurp."


"Hmm, enak banget mas." ujar Lea dengan mimik wajah yang bahagia.


"Iya enak." timpal Daniel.


"Padahal aku random loh mesennya." lanjut pria itu.


"Baksonya juga enak nih, uratnya kerasa." ujar Lea lagi.


Daniel mengangguk sambil melanjutkan makan.


***


Esok harinya Daniel menemani Lea periksa kandungan, dan lagi-lagi mereka diliputi perasaan bahagia. Lea dengan polosnya bertanya, apakah jenis kelamin anak mereka berubah. Karena menurut yang ia baca di sosial media, ada beberapa kasus yang saat USG laki-laki. Namun ketika lahir malah perempuan.


Dokter mengatakan bayi mereka memanglah laki-laki. Tentu saja keduanya kian bertambah senang.


Sebab belakangan ini Lea ingin sekali membeli perlengkapan bayi laki-laki, namun masih sedikit ragu. Takut anaknya tau-tau perempuan. Tapi mendengar hal tersebut dari dokter, ia pun segera menscroll laman platform belanja online saat pemeriksaan sudah selesai.


"Mama Lele nggak sabar banget, langsung belanja aja." ujar Daniel pada Lea. Perempuan itu hanya nyengir.


"Hehehe."


Daniel tertawa kecil lalu menghidupkan mesin mobil.


"Temenin aku beli MacBook baru yuk, Le." ajak Daniel seraya mulai menekan pedal gas mobil.


"Lah MacBook mas?" tanya Lea.


"Rusak."


"Koq bisa?"


"Ya bisa lah, kan udah lawas juga."


"Bisa di service mas."


"Udah, tapi itu nanti mau aku kasih ke karyawan yang pengen pake MacBook. Soalnya karyawan nggak semua pake MacBook tuh. Ada yang ngeluh kerja laptopnya lambat, padahal mereka butuh kerja cepet."


"Oh ya udah. Beli di ini aja mas, toko buku yang gede itu. Di sampingnya ada Apple store deh kalau nggak salah."


"Oh iya, ada-ada." ujar Daniel. Ia seperti mengingat tempat tersebut.


"Nah, kita beli disana aja. Sekalian aku mau lihat-lihat buku di sebelah."

__ADS_1


"Boleh." jawab Daniel.


Maka pria itu pun mengajak sang istri untuk menyambangi tempat yang dimaksud. Sesampainya disana Daniel mengarah ke Apple store, sedang Lea ke toko buku.


"Nanti samperin aku ya mas." ujar Lea.


"Iya, tunggu ya...!"


Lea masuk ke dalam toko buku tersebut, sedang Daniel membeli apa yang dirinya perlukan. Selang beberapa saat kemudian, Daniel selesai dan pergi ke toko buku untuk menyambangi Lea.


Tampak dari kejauhan, Lea tengah melihat-lihat sambil membaca bagian belakang buku yang menarik perhatiannya. Daniel tersenyum lalu mendekat. Tanpa pria itu sadari jika ada seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba menoleh ke arahnya.


Wanita itu memperhatikan Daniel, seolah ia mengenal Daniel dengan baik. Namun jelas ia masih terlihat ragu. Sementara Daniel sendiri tak sadar jika dirinya tengah diperhatikan.


"Udah mas?" tanya Lea pada suaminya tersebut.


"Udah koq, kamu lagi nyari buku apa?" Daniel balik bertanya.


"Nih lagi liat-liat buku baru. Kayaknya bagus-bagus deh."


Daniel lalu ikut melihat-lihat buku tersebut. Ia dan Lea beralih dari satu rak ke rak yang lain. Ada satu atau dua yang mereka ambil, untuk kemudian nanti mereka beli.


"Mam, mami ngeliatin siapa?"


Seseorang perempuan bertanya pada si wanita paruh baya yang sampai detik ini masih memperhatikan Daniel.


"Eh, nggak. Cuma bingung itu barisan buku apa ya?"


Wanita itu menunjuk pada plank penanda area buku.


"Mami udah nggak kebaca." lanjutnya berkilah.


"Oh itu pengembangan diri mi."


"Oh, kirain mami masakan."


"Masakan sebelah situ tuh." ujar perempuan yang di disinyalir adalah anaknya tersebut.


"Mami mau cari buku masakan?" tanya nya kemudian.


Karena sudah terlanjur berbohong, wanita paruh baya itupun mengiyakan.


"Iya, mami mau cari." ujarnya.


"Ayo kesana...!" ujar si anak seraya melangkah.


Wanita paruh baya itu pun mau tidak mau bergerak ke arah buku masakan. Namun sesekali ia masih menoleh ke arah Daniel, yang tampak berbincang dengan Lea mengenai buku.

__ADS_1


__ADS_2