Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Kelakuan (Ekstra Part)


__ADS_3

"Bro, ikut kita yuk!"


Daniel mengajak Richard pagi itu. Ia dan Ellio hendak membawa Richard ke rumah sakit, guna memeriksakan penyakit yang konon ia derita.


"Mau kemana?" tanya Richard heran.


"Udah, ikut aja dulu." tukas Ellio.


"Nggak bisa, bro. Sebentar lagi gue memimpin rapat." ujar Richard.


"Oh, lo ada rapat hari ini?" tanya Daniel.


"Iya, dan kemungkinan sampai siang nanti."


"Ya udah, ntar sore aja." ujar Daniel."


"Mau kemana sih emangnya?" tanya Richard penasaran.


"Ada deh, pokoknya lo ntar ikut aja." jawab menantunya itu.


"Gue balik kantor dulu." ucap Daniel lagi.


"Gue juga." Ellio menimpali.


Mereka kemudian keluar dari ruangan Richard.


"Pokoknya ntar sore kita paksain dia supaya ikut." ujar Daniel.


"Iya bro, jangan sampai di tunda-tunda. Nanti penyakitnya malah makin parah." timpal Ellio.


"Ya udah gue balik."


Daniel menuju ke koridor kantornya.


"Oke." jawab Ellio.


Mereka kemudian berpisah di area connecting tersebut.


***


Siang hari di kediaman Nadya. Seorang anak berpakaian sekolah, tampak baru kembali dengan wajahnya yang lesu dan seperti menyimpan kesedihan.


"Arka sudah pulang?" tanya Nadya sambil tersenyum.


Arkana hanya diam lalu melengos begitu saja. Tak biasanya ia bersikap seperti itu. Nadya kemudian mendekati sang anak yang kini duduk di sebuah kursi sambil melepas sepatunya.


"Arka kenapa?" tanya Nadya dengan nada yang begitu lembut.

__ADS_1


Arkana menggelengkan kepala. Namun Nadya bisa melihat jelas air mata yang merebak di pelupuk mata anak itu.


Seorang asisten rumah tangga kemudian menyusul masuk. Ia biasanya yang mengantar Arkana bersama supir dan mengurus segala keperluan anak itu.


"Putri, itu Arka kenapa?" tanya Nadya pada asisten rumah tangganya tersebut.


"Arka di bully teman-temannya, bu." ucap Putri.


"Di bully?" Nadya terkejut mendengar semua itu.


"Di bully gimana?" tanya-nya lagi.


"Itu gara-gara si pelakor, eh maaf maksud saya istri barunya bapak. Dia bikin video tiktok, ada bapak di belakangnya. Terus ada kakak dari temanya Arka yang main tiktok juga dan ngeliat video itu. Akhirnya menyebar di sekolahnya, bu. Arka di kata-katain bapaknya sugar daddy."


Hati Nadya mulai diliputi rasa sakit yang perlahan menusuk.


"Videonya kayak gimana?" tanya nya lagi.


"Itu di handphone Arka, bu." jawab Putri.


Nadya menarik nafas lalu kembali mendekati sang anak.


"Arka, kasih lihat ibu. Mana videonya?" pinta Nadya.


"Arka lalu meraih handphone dan menunjukkan video tiktok Susi."


Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut. Susi tampak memakai pakaian minim dengan perut buncitnya yang kelihatan.


Ia memamerkan tas mahal, uang dan lain-lain dengan diiringi lagu "Sugar Daddy." yang populer di tiktok. Dalam unggahan tersebut juga ada Hanif di belakangnya. Dan hanya mengenakan celana pendek serta bertelanjang dada. Karena saat ini mereka tengah menikmati bulan madu di pinggir pantai.


"Arka malu, bu. Kenapa papa kayak gitu. Sekarang teman-teman Arka nyanyiin lagu itu kalau Arka lewat. Cuma Zio sama Neville yang membela Arka. Lainnya semua bilang kalau papa itu sugar daddy."


Hati Nadya seperti di tusuk ribuan pisau, kini emosi wanita paling penyabar itu seolah naik ke ubun-ubun. Namun ia berusaha untuk tetap tenang di hadapan sang anak.


"Arka istirahat dulu ya di kamar. Biar nanti ibu yang bicara sama papa." ujarnya.


Arka mengangguk, lalu kemudian meninggalkan tempat itu menuju lantai atas. Setelah Arka naik, Nadya buru-buru mengambil handphone dan menelpon Hanif.


"Hallo." ujar Hanif gusar.


Pasalnya ia tengah foreplay untuk menggarap Susi di tempat tidur. Dan secara tiba-tiba Nadya mengacaukan semuanya.


"Nad, kami ini sedang bulan madu. Tolong jangan ganggu dulu. Kecuali kalau aku yang menghubungi kamu duluan." ujar Hanif.


"Ini bukan tentang aku, mas. Tapi Arka."


"Arka?"

__ADS_1


Suara Hanif mulai melemah dan tak setinggi tadi.


"Iya, kenapa kamu biarkan si Susi bikin video di tiktok pakai pakaian sexy. Arkana melihat semua itu dan teman-temannya sekarang membullly dan meledek dia."


Hanif marah mendengar semua itu.


"Lagian kamu, ngapain anak di suruh download tiktok. Ngurus anak itu yang becus."


"Siapa yang suruh dia download?" Suara Nadya agak meninggi.


"Lah itu buktinya dia bisa melihat video itu. Dari mana kalau nggak mendownload."


"Dia melihat dari tiktok temannya. Temanya yang melihat terus bilang ke dia. Dan salah mas, salah Susi. Kenapa jadi nyalahin saya?"


"Kenapa jadi nyalahin Susi. Salahkan guru-guru di sekolahnya dong. Masa anak SD boleh bawa handphone. Dan salahkan juga orang-orang tua mereka, kenapa anak sekecil itu di suruh melihat tiktok."


"Kamu dan istri baru kamu itu yang harusnya introspeksi diri. Pernikahan tertutup dari satwa kebawah. Bikin video tiktok berbaju terbuka."


"Wajar ini di pantai."


"Iya tapi itu istri ketiga kamu dan video kalian diliat teman anak kamu. Kamu mikirin perasaan anak kamu nggak sih, mas?"


"Oh kamu berani bentak aku ya, Nadya. Mau kamu jadi janda?. Hmmm?. Mau keluarga kamu malu karena punya anak perempuan janda. Ingat Nad, janda itu aib. Jangan jangan sekali-kali kamu melawan aku. Jadi ibu tuh yang becus ngurus anak."


Nadya diam. Ia dibesarkan dalam keluarga yang menganut paham jika janda itu adalah aib. Sehingga sepahit apapun rumah tangga, anak-anak perempuan di keluarga Nadya dipaksa bertahan.


Istilahnya lebih baik hidup menderita daripada menjadi janda. Sebuah anggapan yang sangat kolot dan tak cocok lagi di masa modern seperti sekarang. Dimana semua perempuan harusnya sudah bebas dari doktrin yang salah seperti itu.


Tak ada salahnya menjadi janda, jika menang rumah tangga tak bisa lagi menjadi tempat yang membahagiakan hati dan jiwa.


"Mulai detik ini sampai kami pulang, jangan ada telpon atau mengganggu. Kecuali aku yang menghubungi kamu duluan." ucap Hanif.


Air mata Nadya pun menetes. Wanita itu mendengar Hanif menutup telpon secara sepihak. Ia lalu menangis keras, Putri si asisten rumah tangga mendekat lalu mencoba menenangkan perempuan itu.


"Sabar bu." ujarnya kemudian.


***


"@sheladaryanti mulai mengikuti anda.


Lea menilik ke handphonenya dan menemukan notifikasi tersebut. Saat ini akun Instagram milik Daniel tengah ia pegang tanpa sepengetahuan sang suami.


Lea memang tak pernah memeriksa handphone Daniel. Maupun kepo pada chat yang masuk di laman WhatsApp pria itu.


Tapi ia tau password akun Instagram Daniel, karena sempat pernah error dulu dan Lea diminta oleh Daniel untuk mengganti password akun miliknya. Sehingga Lea pun masih ingat dengan kata sandi untuk membuka akun tersebut.


Ia tak ada maksud untuk apa-apa. Hanya saja dirinya kini tengah mengawasi para pelakor temannya Susi. Dan terbukti benar, Shela Daryanti yang baru saja mengikuti Daniel tersebut. Adalah Shela yang tempo hari kecentilan pada Daniel di acara pernikahan Hanif.

__ADS_1


__ADS_2