
Hanif mengajak Shela untuk makan disebuah restoran yang cukup mewah. Tentu ini adalah trik Hanif untuk mendekati gadis itu.
Sebab yang dibawah sudah kadung berdenyut-denyut, lantaran gagal bersarang di liang ketiga istrinya. Hanif sudah ingin sekali dijepit dan dihangatkan malam ini.
"Makanan disini enak ya mas." ucap Shela pada Hanif, ketika mereka telah menikmati hidangan yang tersedia.
"Iya, kamu suka?" tanya Hanif kemudian.
"Suka." jawab Shela.
"Habis ini kamu mau kemana?" tanya Hanif.
"Mmm, belum tau." jawab Shela.
Hanif tersenyum, lalu mereka melanjutkan makan. Usai acara makan tersebut selesai, Shela diajak berkeliling- keliling oleh Hanif.
Dalam perjalanan tersebut sering kali Hanif mencuri-curi kesempatan untuk memegang tangan Shela dan Shela pun tak menolak hal tersebut.
Ketika topik pembicaraan sedang habis. Shela mengambil handphone dan mengutak-atik perangkatnya itu, dengan membuka sosial media. Hanif memperhatikan handphone milik Shela.
"Kamu masih pakai Android?" tanya nya kemudian.
"Iya mas, soalnya mau beli iPhone nggak punya duit." jawab Shela.
"Kita beli ya besok." ucap Hanif.
Tentu saja Shela menjadi kaget sekaligus gembira tiada tara.
"Serius mas?" tanya nya tak percaya.
"Iya, serius koq." jawab Hanif.
Maka Shela langsung tiba-tiba menembus lapisan awan. Ia terbang melayang-layang di udara dan nyaris lupa total jika Hanif adalah suami Susi, temannya sendiri.
"Temani aku istirahat ya malam ini." ucap Hanif.
Istirahat yang dimaksud tentu saja menginap di hotel. Shela mengerti akan hal tersebut, dan seketika ia ingat pada Susi. Namun godaan handphone baru lebih tidak bisa ditolak lagi.
Akhirnya Shela pun mengiyakan ajakan tersebut. Dan tentu saja Hanif sangat gembira dibuatnya. Pria itu langsung mencari hotel bintang lima terdekat. Dimana tidak ada seorangpun yang akan membocorkan privasinya terhadap siapapun itu.
Sesampainya disana, hasrat yang begitu menggebu itu pun di lampiaskan oleh Hanif. Shela di goyang dari depan dan belakang.
__ADS_1
Merasa itu adalah jalan ninja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, Shela pun memaksimalkan semuanya. Ia melayani Hanif dengan baik, sehingga pria itu merasa sangat terpuaskan.
"Makasih ya sayang."
Hanif berucap seraya mencium kening Shela, ketika perselingkuhan itu akhirnya berhasil.
"Sama-sama mas." jawab Shela.
Sementara di rumah, Susi tak curiga sedikitpun jika suaminya telah ditikung oleh temannya sendiri. Susi pikir ia bebas jika Hanif tak ada di rumah. Ia lebih memiliki banyak waktu untuk bersantai dan bermain handphone.
***
Esok hari Lea mengajak ibu mertuanya jalan-jalan bersama Darriel. Mereka menyambangi toko kue milik ibu Lea, pergi ke mall dan berbelanja banyak barang.
Lea sangat-sangat memanjakan ibu mertuanya itu. Usai belanja mereka makan bersama di sebuah restoran, kemudian pergi nonton dan berakhir di tempat spa.
Darriel sendiri tampak bermain-main dengan para karyawan spa yang cantik. Sementara ibu dan neneknya tertidur usai di pijat.
"Lea, kira-kira Daniel akan marah nggak ya sama mama. Kalau mama mau berkunjung ke ayahnya di dalam sel?"
Ibu mertua Lea meminta pendapat pada sang menantu. Mengenai boleh atau tidaknya ia mengunjungi Edmund, sang mantan suami.
"Kayaknya nggak deh ma." jawab Lea.
"Coba aja mama bilang sama mas Daniel. Toh mama juga udah nggak ada hubungan ini sama papanya mas Dan. Sekedar berkunjung mah nggak apa-apa kali." lanjutnya lagi.
Ibu mertua Lea menghela nafas.
"Iya sih, nanti deh mama coba bilang ke Daniel." ujarnya kemudian.
Sore harinya ketika Daniel pulang, sang ibu mengutarakan niatnya tersebut. Dan Daniel mengizinkan, ia juga tak melarang jika Lea mau ikut dengan mengajak Darriel kesana.
Tentu sang ibu sangat gembira mendengar semua itu. Ia dan Lea sepakat untuk mengunjungi Edmund pada keesokan harinya.
***
"Apa?"
"Lo ada hubungan dengan suaminya si Susi?"
Salah satu teman Shela kaget ketika mendengar hal tersebut. Shela menceritakannya lantaran si teman menyinggung soal handphone baru dan mahal yang ia miliki.
__ADS_1
Shela mengatakan jika itu dibelikan oleh Hanif, suami Susi. Temannya itu bertanya bagaimana mungkin bisa terjadi dan Shela menjawab jika ia dan Hanif kini memiliki hubungan.
"Gimana coba kalau Susi sampai tau?. Kan kasihan dia lagi hamil." ucap teman Shela seakan memihak pada Susi.
"Halah, dia juga suami hasil maling suami orang koq. Ngapain mesti ketar-ketir kalau suaminya juga di rebut sama orang lain." Shela membela diri.
"Lagipula si mas Hanif-nya sendiri yang ngasih lampu ijo ke gue. Ya gue sikat, ngapain gue lewatkan kesempatan." lanjutnya lagi.
"Hmm, iya sih. Terus lo udah dapat apa lagi selain handphone?" tanya temannya itu.
"Baru handphone doang sih. Gue mah slow, biar itu laki-laki tergila-gila dulu sama gue. Gue nggak mau kayak Susi yang rakusnya ketara banget. Apa-apa kalau minta sama suami, nggak peduli di depan teman atau orang lain. Gue mau jadi lebih beradab aja di mata suaminya, biar gue dipilih." ucap Shela.
"Gue sih yang penting dana tutup mulut aja." seloroh temannya pada Shela.
"Tenang, pasti gue kasih koq." ucap Shela kemudian.
***
Esok hari kembali datang, Lea dan sang ibu mertua serta Darriel mengunjugi ayah Daniel di lapas.
Edmund agak terkejut dengan kedatangan mantan istri serta menantu dan cucunya tersebut. Namun kemudian ia pun menangis.
Apalagi ketika melihat Darriel tersenyum bahkan tertawa dan berceloteh kepadanya. Hati Edmund benar-benar berada dalam mode emosional.
"Hokhoaaa."
"Heheee."
Darriel mengeluarkan celotehan serta tawanya yang khas. Hingga membuat hati Edmund menjadi begitu senang.
"Delil ikut siapa itu?" tanya Lea pada Darriel. Dan lagi-lagi bayi itu tertawa dengan antusias.
Mereka semua saling bertukar kabar, dan saling meminta maaf satu sama lain. Sehingga beban yang selama beberapa waktu belakangan terasa berat pun, kini menjadi ringan.
Lea dan sang mertua kemudian pamit, ketika jam kunjungan susah selesai. Dan Darriel lagi-lagi tertidur.
"Makasih ya Lea, udah nemenin mama. Mama lega banget rasanya. Kayak beban mama selama ini tuh berkurang banyak." ucap ibu Daniel.
"Iya ma, sama-sama. Tadi Lea juga senang liat Darriel ketemu kakeknya." jawab Lea.
Mereka saling tersenyum satu sama lain, kemudian masuk ke dalam mobil.
__ADS_1