
"Berapa lama sampai ke sidang putusan?"
Nadya bertanya pada sang pengacaranya sekaligus sahabatnya. Mereka bertemu di luar setelah Nadya ikut mengantarkannya Arkana ke sekolah.
Setelah memberanikan diri menggugat cerai sang suami, ia jadi lebih fleksibel dan tak takut pergi kemanapun itu.
"Ini bakalan memakan waktu yang nggak sedikit. Tapi aku bakal usahakan semuanya dipercepat." jawab temannya itu.
Nadya tampak menganggukkan kepala lalu menyeruput minuman yang ada di dalam gelas.
"Tapi sejauh ini nggak ada ancaman atau apa kan?" tanya pengacara itu padanya.
"Nggak tau." jawab Nadya.
"Soalnya aku kan ganti hp. Mungkin ada dia ngancem di hp satunya. Pas kemaren-kemaren aja dia maki-maki ke aku koq." lanjutnya lagi.
"Kamu harus sering-sering periksa handphone itu. Kalau ada makian atau ancaman langsung screen capture. Karena itu bisa dijadikan alasan kenapa kamu minta cerai. Kamu bisa bilang kalau suamimu itu sudah kasar sejak dulu. Hakim akan percaya kalau ada bukti yang seperti itu."
Sang pengacara menjelaskan panjang lebar. Nadya kini mengerti dengan apa yang harus ia lakukan. Ini bukan perkara durhaka kepada suami. Tetapi suami yang seperti apa dulu yang mesti di junjung.
"Bersyukur, kalau nggak bersyukur hidup akan kurang terus."
Salah satu wanita agak tua berujar pada wanita yang lebih muda. Posisinya cukup dekat dengan meja Nadya dan juga si pengacara. Kedua wanita itu baru saja tiba dan duduk. Tetapi tampaknya obrolan mereka telah terjalin jauh sebelum itu.
"Kamu itu masih beruntung punya suami tukang selingkuh, tapi menafkahi dengan baik. Bersyukur aja, ngapain mau cerai. Memang kamu bisa nyari duit sendiri kalau di cerai. Nasib anak-anakmu nanti bagaimana?"
Wanita agak tua itu seperti memberi nasehat pernikahan pada di wanita yang lebih muda. Tentu hal tersebut sangat mengganggu pendengaran Nadya. Sebab saat ini kondisi rumah tangganya sedang related able dengan apa yang diucapkan si wanita agak tua tersebut.
Ingin rasanya ia mendekat dan membantah. Ia ingin mengatakan, jika wanita dipaksa untuk mensyukuri suaminya yang tukang selingkuh. Lantas kenapa tidak ada yang mengajari laki-laki untuk bersyukur dengan hanya memiliki satu istri.
Mengapa hanya wanita yang dituntut untuk mensyukuri segala kekurangan pasangan, tapi laki-laki sendiri tidak demikian.
Laki-laki bisa seenaknya gonta-ganti istri apabila si istri dinilai kurang dimata mereka. Seperti belum bisa hamil, kurang melayani dengan baik, kurang memuaskan dan lain-lain.
Tetapi ketika laki-laki kurang setia, kurang memperhatikan keluarga, kurang ajar, selingkuh dan sebagainya. Istri diharuskan untuk bersabar dan bersyukur.
"Dimana letak keadilannya?" pikir Nadya.
Ia terus mendengarkan si wanita agak tua yang sok bijak itu berbicara. Hal tersebut semakin membuat Nadya mantap untuk bercerai dan bertekad untuk tidak memberitahu ibunya terlebih dahulu.
Karena sudah pasti ibunya akan memberikan wejangan yang sama dengan apa yang ia dengar saat ini.
***
__ADS_1
"Papa sakit?"
Arsenio keponakan Richard yang saat ini telah menjadi aktivis lingkungan hidup dan jarang pulang ke rumah, tiba-tiba menelpon Richard. Sebab ia ada menghubungi Reynald sang ayah, namun tak diangkat.
Ia menanyakan perihal pria itu dan Richard menjawab jika saat ini Reynald tengah sakit cukup parah.
"Ya, dan dia menolak untuk dibawa ke rumah sakit." ujar Richard.
"Loh, kenapa gitu?" tanya Arsen cemas.
"Nggak tau, pokoknya mendingan kamu pulang dulu deh. Bujuk papa kamu supaya dia mau berobat. Om sama oma-opa kamu udah mohon-mohon sama dia untuk dibawa ke rumah sakit, tapi dia nggak mau."
Arsen diam dan kini batinnya dilanda rasa bersalah yang cukup besar.
"Ya udah, Arsen pulang." ujar anak muda itu lagi.
"Ditunggu!" jawab Richard.
Tak lama Arsen berpamitan dan Richard turun ke bawah. Ia merasa tubuhnya sudah lebih ringan dan flu yang ia derita sudah jauh berkurang.
"Pak, mau makan sup sama bubur?" tanya Lita pada Richard.
"Kagak kenyang, Lit." seloroh Richard setengah tertawa. Maka Lita dan asisten rumah tangga yang lainnya turut tertawa.
"Tetap aja nggak kenyang. Paling bener ya nasi Padang." seloroh pria itu lagi.
"Ya udah nanti saya orderin pak."
"Oke, sekalian lah sama yang lain." ujar Richard.
"Kita udah ada makanan koq pak. Mau liwetan sebentar lagi di belakang."
"Oh ya?"
"Iya pak."
"Ya udah saya ikut kalian." ujar Richard.
"Bapak serius?" tanya Lita.
"Lah iya, sejak kapan saya nggak serius?" Richard balik bertanya.
Selang beberapa saat mereka semua sudah berkumpul untuk lesehan di teras belakang. Richard makan diantara para asisten rumah tangganya.
__ADS_1
Awalnya ia biasa saja mendengar para perempuan itu bergosip mengenai artis. Lama kelamaan ia julid juga, dan malah Richard yang lebih mirip emak-emak rumpi.
Ia mengetahui hampir semua yang tengah trending di jagat sosial media saat ini. Termasuk tentang bunda Corla yang belakangan viral di tiktok. Para asisten rumah tangga itupun jadi tertawa-tawa melihat kelakuan bos mereka.
Richard yang selalu tampak berwibawa, tiba-tiba switch kepribadian menjadi makhluk paling rumpi yang pernah ada.
***
"Hhhh, akhirnya mereka tidur mas."
Lea memandangi Darriel yang terlelap di dalam box bayi, dan Danisha yang tidur diatas tempat tidur tambahan di kamar Darriel.
"Iya, kita nonton Netflix yuk!" ajak Daniel.
"Ayo!" jawab Lea.
Mereka memandangi anak-anak tersebut sekali lagi, kemudian sama-sama bergerak keluar dan menutup pintu kamar.
"Sumpah Darriel jahil banget sama Icha." ujar Lea pada sang suami.
"Itu bukan sifat aku ya." Daniel berkata seraya merangkul pinggang istrinya tersebut.
"Kamu lah pasti, orang aku nggak jahil." jawab Lea.
"Apaan, orang kamu sering bikin Darriel nangis. Dibilang anak ikan lele lah, kamu jadi hantu lah buat nakutin dia."
"Hehehe." Lea nyengir.
Daniel mencium pipi istrinya itu dengan gemas. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar dan mencari film di Netflix. Tak lupa Lea melipir ke dapur sebelum semuanya di mulai. Ia mengambil berbagai cemilan dan air minum.
"Le, nastar mana?" tanya Daniel pada sang istri.
"Habis, orang belum beli lagi. Kamu hantu nastar banget, apa-apa mesti ada nastar."
"Orderin, Le. Nggak enak tau kalau nggak ada nastar."
"Hhhh."
Lea menghela nafas agak dalam sambil melebarkan bibir. Perempuan itu kemudian meraih handphone dan mengorder kue nastar lima toples melalui laman ojek online.
Kebetulan ada penjual yang sangat dekat sekali lokasinya. Sehingga tak menunggu waktu lama, nastar itu pun tiba.
Tentu saja Daniel jadi sangat senang dan lebih bersemangat lagi dalam menonton tayangan.
__ADS_1