Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Mencari Sharon


__ADS_3

Lea terdiam, saat ia baru saja tiba di kampus. Pasalnya kini dihadapan mata perempuan itu, ada Vita dan Nina yang juga tengah terdiam. Keduanya menatap ke arah Maya dan juga Tasya.


Nina dan Vita sendiri mengingat wajah mereka berdua sebagai teman dari saudara tiri Nina, yakni Sharon.


Lea mendekat, dan ikut memperhatikan Maya dan juga Tasya. Dalam sekejap mereka semua sudah duduk di kursi-kursi, pada sebuah meja yang terdapat di pojok kantin.


"Sharon hilang?" tanya Lea pada kedua perempuan itu dengan nada terkejut sekaligus tak percaya.


"Iya Le, udah dua minggu ini dia nggak ada kabar sama sekali." jawab Maya.


Nina dan Vita saling melirik satu sama lain.


"Ini beneran, atau bagian dari rencana kalian buat ngerjain gue sama yang lain?" tanya Nina.


Ia curiga ada rencana busuk dibalik semua ini. Padahal Maya dan Tasya datang, karena memang sudah sangat bingung harus berbuat apa.


Mereka tak bisa meminta bantuan siapapun, karena hanya memiliki sedikit teman. Itu pun hanya terbatas dilingkungan orang-orang kaya saja, yang memiliki sedikit kepedulian terhadap orang lain.


"Kita serius, Nin." ujar Tasya.


"Kalau nggak percaya, lo ikut kita aja ke rumah sakit. Tanya sama nyokapnya Sharon. Dia pasti bilang kalau Sharon udah lama nggak nengokin dia." lanjut perempuan itu.


Lea menghela nafas, sementara Nina dan Vita kini saling bersitatap.


"Terakhir lo berdua ketemu dia, kapan?" tanya Vita.


"Ya dua minggu yang lalu itu." ujar Maya.


"Dia chat ke gue kalau masih dijalan. Waktu itu kita janjian mau ketemu. Tapi dia nggak datang-datang." lanjutnya kemudian.


"Udah kerumahnya?" tanya Nina.


"Udah, tapi nggak ada siapa-siapa. Kata tetangganya terakhir liat dia kunci pintu terus pergi, di hari dia menghilang itu." Kali ini Tasya yang menjawab.


"Udah lapor polisi?" tanya Lea lagi.


"Udah, Le. Tapi sampai hari ini tuh belum juga ada tanda-tanda. Ini udah lama loh, mohon maaf kalau misalkan meninggal dan jadi mayat. Dua Minggu tuh udah busuk dan nggak bisa dikenali." ujar Maya lagi.


Kini Lea dan yang lainnya terdiam.


"Apa dia punya cowok, terus pergi sama cowoknya?" Vita menduga-duga.


"Nggak ada Vit, Sharon tuh pasti cerita ke gue sama Maya kalau misalkan lagi dekat sama cowok manapun."


Lagi-lagi Lea dan yang lainnya terdiam.


***


Flashback ke hari kemarin.


Ariana tengah membantu sang ibu, di tempat bisnis kuliner orang tuanya tersebut.


"Ar, ini ketinggalan loh."

__ADS_1


Ibunya kaget melihat satu box makanan yang harusnya dibawa oleh ojek online sebelumnya.


"Koq bisa ketinggalan sih?" ujar ibunya lagi.


"Duh gimana ya bu, Ari nggak ngeliat bu."


"Makanya kamu itu fokus kalau kerja bantu ibu. Kayak gini kan customer bisa ngoceh nih."


"Ya udah deh bu, Ari telpon ojolnya yang tadi dulu ya."


"Sana, buruan...!" ujar sang ibu.


Ariana bergegas menelpon ojek online yang membawa makanan orderan customer, yang seharusnya juga turut membawa kotak yang tinggal tersebut.


"Hallo pak."


"Iya bu."


"Ini ada satu kotak lagi yang ketinggalan pak." ujar Ariana.


"Ini salah di saya atau gimana bu?" tanya ojek online tersebut."


"Nggak pak, ini salah dari kami. Bisa bapak balik lagi buat ngambil?" tanya Ariana.


"Waduh, udah jauh banget bu saya. Kalau puter balik lagi, tadi jalan ke arah tempat ibu macet parah bu."


"Oh ok, ok. Ya udah nggak apa-apa pak." ujar Ariana kemudian.


"Udah nggak bisa balik belakang bu. Biar Ari aja yang nganterin, naik motor."


Ariana bergegas.


"Ya sudah, ibu telpon customernya dulu dan bilang kalau yang satunya segera menyusul."


"Ok, bu."


Ariana pun bergegas. Sesampainya di tujuan, ojol sebelumnya sudah mengantarkan pesanan pertama. Lalu pesanan kedua itu diambil oleh seorang asisten rumah tangga.


"Tolong."


Terdengar suara teriakan minta tolong dari lantai dua rumah tersebut. Ariana melihat ke arah sana.


"Ada suara minta tolong ya mbak?" tanya Ariana seraya menatap asisten rumah tangga itu.


"Saya nggak dengar apa-apa." jawab sang asisten rumah tangga.


"Tolong."


Terdengar suara yang kedua, namun kemudian suara itu tak terdengar lagi.


"Itu suara minta tolong loh mbak." ujar Ariana lagi.


"Saya sudah bilang, saya nggak dengar apa-apa."

__ADS_1


Asisten rumah tangga itu segera menggeser pintu pagar, sambil menatap sinis ke arah Ariana. Selama beberapa detik Ariana masih terus berdiri di muka rumah mewah dan besar tersebut. Sambil coba mendengarkan kalau-kalau suara minta tolong itu kembali terdengar.


Namun semua itu tak lagi terulang, sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Hal tersebut ia katakan kepada Hans. Hans bilang, mungkin saja orang dirumah itu tengah menonton film yang terdapat adegan minta tolong di dalamnya.


"Iya kali ya." jawab Ariana saat itu.


***


Kembali ke pada saat Lea dan kedua temanya harus berhadapan dengan Maya dan juga Tasya. Saat mereka semua tengah berfikir kira-kira dimana Sharon berada. Tiba-tiba Ariana muncul berbarengan dengan Iqbal, Rama dan juga Dani.


Kebetulan Arsenio juga tengah hendak makan di kantin tersebut dan memilih tempat duduk yang tak jauh dari mereka semua.


"Ada apaan nih?" tanya Iqbal kepo.


Lea lalu menceritakan apa yang terjadi.


"Sharon saudara lo kan, Nin?. Yang jahat itu kan?" seloroh Dani. Namun kemudian kakinya diinjak oleh Rama.


"Eh, hehe." Dani cengengesan.


"Iya." jawab Nina.


Dia ngilang katanya." lanjut Nina.


Iqbal mulai mempertanyakan kronologi kejadian. Entah mengapa Ariana tiba-tiba mengingat kejadian kemarin. Saat ia mendengar suara minta tolong dari sebuah rumah. Tempat dimana ia mengantarkan makanan.


"Ah, bisa-bisanya ia menghubungkan semua itu." Ariana berusaha menepis pikirannya, dan kembali mendengarkan penjelasan Maya dan juga Tasya.


"Gini deh, kita akan bantu cari." ujar Nina menarik kesimpulan.


"Iya, walaupun Sharon jahat sama gue. Gue akan coba minta tolong ke bokap dan suami gue buat cari dia." ujar Lea.


"Makasih ya semuanya." Maya berucap dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


"Gue tau Sharon pasti marah, kalau tau gue sama Tasya coba minta bantuan kalian. Tapi mau gimana lagi, pihak yang berwajib aja belum ada kabar. Setidaknya gue sama Tasya harus berupaya."


"Gue bakal bantu juga deh, sebisa gue." ujar Iqbal.


"Lo kasih ke gue aja infonya. Si Sharon itu suka kemana aja, temannya siapa aja. Ada masalah apa nggak sama orang akhir-akhir ini. Ntar gue bantu cari." lanjutnya kemudian.


Maya dan Tasya saling menatap satu sama lain dan sama-sama tersenyum tipis. Mereka lega karena akhirnya ada yang membantu mereka.


***


Follow my Instagram @p_devyara


Tiktok @pratiwidevyara.


Untuk yang BOSAN DENGAN KARAKTER CEWEK MISKIN, TERANIAYA DAN DILECEHKAN CEO COWOK. Yuk baca cerita di bawah ini. DISINI GANTIAN CEWEKNYA YANG KAYA.



__ADS_1


__ADS_2