Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Makin Runyam


__ADS_3

Clarissa tengah berjalan di suatu tempat dengan tatapan yang kosong. Dari kejauhan Richard yang memang sengaja mencari perempuan itu pun, melihatnya.


Richard segera memarkir mobil di bahu jalan dan bergegas menghampiri Clarissa. Namun tinggal beberapa meter lagi sampai, tiba-tiba sebuah mobil Van berhenti di dekat Clarissa.


Beberapa orang keluar dari mobil Van tersebut dan langsung membekap dan memaksa Clarissa masuk ke dalam.


"Hei." teriak Richard sambil berlarian.


Ia mencoba mendapatkan Clarissa namun di halangi oleh beberapa orang, hingga terjadilah perkelahian sengit.


Richard berkelahi satu lawan lima orang. Ia cukup kewalahan sebab orang-orang itu tampak terlatih dan profesional.


Mereka terus berkelahi sampai akhirnya Richard terjatuh dengan kaki terkilir. Lalu orang-orang tersebut pergi dengan begitu cepat.


"Brengsek!"


Richard mengumpat kesal, lalu berniat kembali ke mobil. Namun kaki kanannya yang terkilir menghalangi langkah pria itu.


"Brengsek!" umpatnya sekali lagi.


Ia menarik nafas dan berlaku kejam terhadap dirinya sendiri. Ia masuk ke dalam mobil dan memaksa mengemudikan kendaraan tersebut, ditengah pergelangan kakinya yang terasa begitu nyeri.


Richard mencoba menyusul mobil Van yang tadi dan pikiran pria itu kini kemana-mana. Ia takut Clarissa dibawa untuk di aborsi oleh Marvin. Sebab ia yakin sekali jika orang-orang tadi adalah orang-orangnya Marvin.


Richard berpikir keras selama di dalam pengejaran, meski mobil tersebut sama sekali tak terkejar. Lantaran ia telah kehilangan jejak sejak tadi.


Richard menghentikan mobilnya di bahu jalan dan menarik nafas dalam-dalam. Ia kemudian mengeluarkan handphone, guna menghubungi Daniel. Namun ia melihat ada banyak notifikasi berita yang mencurigakan.


Richard lalu membuka berita tersebut dan ternyata itu berita tentang Clarissa. Sepertinya pihak keluarga ataupun kakak Clarissa lah yang mengangkat berita itu ke sosial media. Karena penasaran Richard pun lalu menelpon Clarita.


"Iya, Richard. Soalnya aku khawatir dia ada ditangan si laki-laki itu sekarang. Takut itu laki-laki mau menghilangkan barang bukti." ujar Clarita panjang lebar.


Richard pun mengerti, ia ingin memberitahu jika tadi ia melihat Clarissa yang seperti diculik. Namun Richard tak ingin membebani dulu perempuan itu, mengingat ia juga baru mendapat musibah yakni keguguran.


Richard akhirnya menyudahi telpon dan memeriksa kamera dashboard mobilnya. Untung saja posisinya tepat dan berhasil menangkap proses penculikan terhadap Clarissa. Richard langsung bergegas menuju ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan itu semua.


***

__ADS_1


Selang beberapa saat berlalu, rekaman penculikan Clarissa oleh beberapa orang tak dikenal akhirnya bocor juga ke publik. Pelakunya tentu saja adalah Richard.


Ia ingin Marvin segera terdesak oleh netizen barbar. Marvin benar-benar harus di hentikan agar ia stop mengganggu kehidupan anak dan menantunya.


Richard bergerak sendirian kali ini. Sebab ia merasa masih bisa menghandle semuanya. Tanpa ia ketahui jika semua itu memiliki dampak yang juga kini telah melebar kemana-mana.


Dengan melihat Clarissa seperti itu, makin banyak lagi netizen yang menghujat SB Agency. Dan itu berdampak pada para sugar daddy yang diketahui pernah memakai jasa tempat tersebut, termasuk Daniel.


Semua kini terkena imbasnya. Di samping netizen pun mulai menyerang akun Marvin, dan mencari tau siapa orang tua dari pria itu.


Netizen memang paling jago soal cocokologi dan menghubungkan antara satu masalah dengan masalah yang lainnya.


***


Di rumah Lea berusaha untuk tenang. Namun sebagai istri yang memiliki ikatan batin kuat dengan suaminya. Tentu saja hatinya cukup merasa resah.


Sebab saat ini hati Daniel pun sedang tidak tenang. Darriel juga jadi ikut-ikutan rewel karena kedua orang tuanya sedang berada dalam masalah.


"Darriel diem ya, nak. Jangan bikin kepala mama tambah runyam."


Lea mencoba menenangkan Darriel yang mendadak menangis keras. Sudah di gendong dan diberikan susu, namun ia tak kunjung bisa diam.


Namun belum sempat niat itu terlaksana, tiba-tiba ibu Daniel yang saat ini bermukim di Turki menelponnya. Beberapa waktu belakangan mereka sering bertukar kabar, apalagi mengenai perkembangan Darriel.


Lea curhat mengenai anaknya yang tampak mengamuk tersebut. Ibu Daniel mengatakan mungkin hati Lea sedang tidak tenang. Bayi bisa merasakan semua itu.


Lea awalnya tak begitu percaya, bagaimana mungkin bayi sekecil Darriel bisa merasakan apa yang ia rasakan. Namun ketika Lea berusaha untuk tenang dan berpikir positif. Perlahan tangis Darriel pun mereda dan ia tertidur.


Lea sedikit lega, tak lama setelah itu Daniel pulang. Secara serta merta ia menghambur ke pelukan suaminya itu. Lantaran ia telah menahan sejak tadi untuk tidak banyak menghubungi.


Takut Daniel merasa runyam, apabila terus-menerus di WhatsApp. Padahal Lea sangat khawatir dan rasanya ingin berkomunikasi tanpa terputus.


"Le."


Daniel mengusap-usap punggung Lea.


"Mas nggak apa-apa kan?" tanya Lea.

__ADS_1


"Nggak sayang, aku masih baik-baik aja."


Daniel mencium kening istrinya itu, Lea tau Daniel tengah banyak di bebani oleh masalah. Meski pria itu tak mengatakannya secara gamblang. Mereka pun berpelukan untuk waktu yang cukup lama.


"Mas, aku nggak mau gara-gara masalah SB Agency ini kita jadi pisah. Kasihan Darriel mas."


Lea terisak dan masih berada dalam pelukan sang suami.


"Semua itu nggak akan terjadi, Le. Aku masih kuat untuk melawan semuanya. Bahkan satu dunia akan aku lawan, kalau mereka coba memisahkan keluarga kita."


Daniel melepaskan pelukan dan menatap Lea dalam-dalam.


"Kamu dan Darriel akan aku lindungi sekuat tenaga. Kalian keluargaku." ujarnya kemudian.


Air mata Lea nyaris tumpah mendengar semua itu. Mendadak dadanya terasa begitu sesak.


"Aku pastikan kalian nggak akan terluka sedikitpun." lanjut pria itu lagi.


Keduanya kembali saling berpelukan satu sama lain. Sementara di lain pihak, Richard mendapat telpon dari Ellio. Ellio mengabarkan jika tadi pagi ia dipanggil pihak yang berwajib dan dimintai keterangan.


"Koq lo nggak ngasih gau gue sih?" tanya Richard pada sahabatnya itu.


"Riweh, gue aja nggak kepikiran ini dan itu lagi. Saking gue cuma fokus ke masalah itu dan supaya prosesnya nggak lama." jawab Ellio.


Richard kemudian menceritakan masalah Clarissa, dan Ellio menceritakan masalah Daniel yang mulai diserang kembali oleh netizen. Richard terkejut dan memeriksa sosial media.


Ia tak menyangka semuanya menjadi kacau dan berantakan di mana-mana. Segala yang terhubung dengan SB Agency kini tersandung masalah. Bagai simpul tali kusut yang carut-marut.


"Ini kenapa jadi begini sih?" tanya Richard dengan kepala yang mulai dilanda kesakitan.


"Makanya ini kayaknya kita harus ketemu dulu. Lo, Daniel, sama gue." ujar Ellio.


"Kita harus benar-benar fokus menyelesaikan masalah ini." lanjutnya kemudian.


"Ya udah deh, lo langsung ke rumah Daniel aja nanti. Gue masih nginep disitu soalnya." ujar Richard.


"Oke, oke. Kita ketemu disana aja." Ellio menyetujui.

__ADS_1


Telpon tersebut akhirnya di sudahi dan mereka mulai bergerak.


__ADS_2